
Peringatan Yang Tidak Di Ucapkan
Viky, Aldo, Maman dan Juga Citra. mereka ber 4 hanya mengobrol santai, di saat mereka tengah mengobrol ponsel Viky terdengar ada sebuah notifikasi sebuah pesan masuk.
Kemudian Viky mengeluarkan ponselnya untuk melihat, siapa yang mengirim pesan tersebut, dan ternyata pesan tersebut berasal dari Rere, dengan isi pesannya.
"Viky… perhiasan yang kamu minta untuk adik dan juga ibu kamu sudah selesai aku pilih dan dalam beberapa jam perhiasan tersebut akan di kirim ke Octa Grup… tapi permintaan kamu tentang perhiasan pernikahan kita, si manajer toko meminta kamu berbicara langsung dengannya… jika kamu bisa kembali sekarang, aku akan menyuruh si manajer untuk menunggu kamu disini…" itulah isi pesan dari Rere.
"Baiklah… aku akan segera kembali, karena urusan di sini juga sudah selesai…" Balas Viky untuk pesan dari Rere.
"Tuan Maman… Citra, aku harus kembali ke Octa Grup, karena ada yang harus aku urus, dan terima kasih atas sambutan serta jamuan yang tuan Maman dan Citra berikan…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Maman dan juga Citra secara pergantian setelah memasukan kembali ponsel ke dalam sakunya.
"Aku yang seharusnya meminta maaf kepada Tuan Viky, karena hanya memberikan jamuan yang seperti ini, dan aku tidak menyambut ke datangan tuan Viky tadi…" Jawab Maman dengan terburu-buru karena dia masih merasa tidak enak oleh Viky.
"Tidak apa-apa Tuan Maman… oh iya Aldo, kamu mau ikut aku kembali ke Octa Grup atau kamu mau di sini dulu bersama tuan Maman dan juga Citra…?" Ucap Viky bertanya, setelah dia menyelesaikan kata-katanya dia sedikit menahan napas, karena dia barusa salah berucap.
"Harusnya aku menyuruh Aldo untuk tinggal dulu di sini bukan bertanya mau ikut kembali atau tinggal dulu di sini…" Gumam Viky, dengan sedikit kesal karena dia salah berbicara tadi.
"Tuan jika di ijinkan bolehkan saya tinggal dulu di sini sebentar… ada yang ingin aku bicarakan dengan Citra ber 2…" Jawab Aldo dengan nada meminta.
"Boleh saja… kamu bisa tinggal di sini dulu… dan untuk mobil aku juga akan tinggal di sini… aku bisa pergi naik taksi untuk kembali ke Octa Grup…" Jawab Viky dengan bernapas lega.
"Tuan Viky… jangan naik taksi… aku bisa mengantar tuan kembali Octa Grup…" Ucap Maman menawarkan diri.
"Tidak usah tuan Maman… aku tidak mau merepotkan tuan Maman…" Jawab Viky menolak tawaran dari Maman.
"Tidak Tuan Viky… aku tidak merasa direpotkan… kebetulan aku juga ada kerjaan yang jalannya searah ke Octa Grup… jadi bisa sekalian berangkat ke sana, sekalian mengantar tuan kembali ke Octa Grup…" Jawab Maman.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu…" Jawab Viky, dan dia juga mengerti, jika Maman tidak ikut pergi dengannya, maka Aldo dan Citra tidak bisa berduaan.
Setelah Viky selesai berkata, Maman dan juga Viky berdiri dan meninggalkan ruang pertemuan keluarga Epson, mereka ber 2 pergi ke gedung Octa Grup dengan menggunakan mobil Maman.
Tidak butuh waktu yang lama mereka ber 2 sampai di parkiran gedung Octa Grup, dan selama perjalanan mereka ber 2 hanya sesekali mengobrol hal-hal yang tidak terlalu penting, karena mereka juga tidak punya kepentingan lain, dan Maman juga sangat canggung untuk mengakrabkan diri dengan Viky.
"Tuan Maman… apa kamu mau mampir dulu sebentar dan minum teh di ruangan aku…" Ucap Viky setelah mobil Maman berhenti tepat di depan pintu masuk Gedung Octa Grup.
"Maaf Tuan… mungkin lain waktu… sekarang aku sedang di tunggu oleh seseorang…" Jawab Maman menolak tawaran dari Viky, yah dia juga tahu bahwa Viky hanya berkata basa-basi.
"Baiklah kalau begitu… terima kasih sudah mengantar aku… mungkin lain kali kita adakan acara makan malam bersama…" Jawab Viky yang sedikit mengerti kenapa Maman menolaknya.
"Baik Tuan… aku sangat menantikan waktu acara makan malam tersebut…" Jawab Maman.
Kemudian Viky keluar dari dalam mobilnya, setelah mendengar jawaban dari Maman.
Namun raut wajah Maman berubah setelah Viky keluar dari dalam mobilnya, awalnya raut wajah Maman sangat tegang sekali saat bersama Viky, tapi sekarang raut wajahnya berubah berseri-seri.
"Tidak mendapatkan tuannya, orang kepercayaannya juga tidak apa-apa… aku bisa tenang sekarang, akhirnya Citra bisa berbaur dengan orang-orang besar… untuk masa depan Citra dari kekayaan sudah tidak perlu di pertanyakan lagi, dan juga untuk masalah keamanan, aku juga tidak meragukan Aldo…" Gumam Maman dengan posisi dia sambil mengemudikan mobilnya.
"Nak… masa depan kamu sekarang, tergantung bagaimana kamu… jika kamu bisa terus bersama dengan Aldo maka masa depan kamu tidak terbatas… dan juga ibu kamu di sana tidak akan marah kepada Ayah… ayah bisa tenang sekarang, dan tidak perlu repot-repot mencarikan kamu seorang laki-laki yang baik dan bertanggung jawab…" Gumam Maman kembali dengan senyum yang sangat lebar.
Maman akhirnya bisa bernapas lega, karena Citra sudah berada di tangan yang tepat, walau ada kemungkinan Aldo dan Citra akan berpisah suatu saat nanti, tapi dengan adanya Aldo yang selalu ada di sampingnya Citra, Aldo pasti bisa merubah sikap Citra yang sembrono walau hanya sebentar tapi Maman yakin akan ada perubahan besar bagi Citra, tapi hal itu adalah pikiran terburuk Maman, namun dia inginkan Citra dan Aldo bersama selamanya.
Dan ada juga Viky yang selalu mengawasi jika ada hal-hal yang akan membuat Citra celaka, jadi dia bisa lebih tenang lagi saat ini.
Intinya, Maman ini bukan tipe orang yang serakah dan gila harta, tapi dia lebih mementingkan kebahagian dan juga keamanan anaknya dari pada harta.
__ADS_1
Kembali ke Viky beberapa saat yang lalu… setelah dia turn dari mobil, dia tidak segera pergi masuk ke dalam loby, melainkan melihat kepergian mobil Maman yang meninggalkan Octa Grup.
"Kebahagiaan anak kamu… tergantung dari apa yang akan kamu lakukan setelah ini… jika ego kamu lebih memilih hal lain dari pada kebahagian anak kamu serta mengorbankan anak kamu demi keegoisan kamu, maka akan aku berikan semua yang kamu mau tapi semua itu akan kamu nikmati dalam sesaat dan kamu akan kembali seperti awal bahkan mungkin lebih bawah dari sebelumnya, namun jika kamu lebih memilih untuk kebahagiaan anak kamu, maka di masa depan nanti, kamu juga akan ikut terbawa bahagia…" Gumam Viky menatap kepergian mobil Maman dengan tatapan yang tajam.
Setelah Mobil Maman sudah tidak terlihat lagi Viky berbalik badan dan berjalan masuk ke dalam loby Octa Grup dan dia segera pergi ke arah lift untuk menunju ke ruangannya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...