Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 364 Senyum Sejuta Arti


__ADS_3

Senyum Sejuta Arti


Ketika Viky melancarkan serangan tersebut, baik Jibsen dan juga istri dari Jibsen atau wanita paruh baya yang sedang berlutut… sudah pasrah dengan nasib anaknya yang akan mati pada detik itu juga, dan mereka ber 2 juga memejamkan mata mereka, karena tidak sanggup untuk melihat anaknya mati di depan mata mereka.


"Kak Viky hentikan…" Viky dengan seketika menghentikan serangannya, Jibsen dan istrinya dengan seketika membuka matanya dan langsung melihat ke arah sumber suara tersebut, sambil menahan sakit di perut Jibsen berkata dengan sedikit berteriak.


"Lisa kenapa kamu ke sini… cepat pergi dari sini, di sini berbahaya bagi kamu…" Ucap Jibsen menyuruh Lisa untuk tidak pergi ke arah mereka, setelah dia menyadari bahwa orang yang berteriak tadi adalah Lisa.


Lisa tidak menanggapi perkataan dari Jibsen dan terus berjalan menuju ke arah Jibsen, namun ketika Lisa berada di dekat Jibsen, Lisa terus berjalan melewati Jibsen.


Raut wajah Jibsen terlihat sangat bingung sambil mengikuti kemana arah Lisa berjalan, bukan hanya Jibsen saja tapi Istri dan juga anaknya pun sama, raut wajah mereka terlihat bingung, karena melihat bahwa Lisa tidak terlihat takut sama sekali, dan berjalan dengan santai, menuju ke arah Viky atau pemimpin dari orang-orang yang menyerang kediaman Keluarga Latimore.


"Lisa kamu baik-baik saja kan… apa kamu terluka…" Ucap Viky dengan ekspresi dan juga sikap yang terlihat sangat berbeda dari sebelumnya, sambil memegang pundak Lisa dan juga memutarkan tubuh Lisa untuk mengecek anggota tubuh Lisa, apa Lisa baik-baik saja.


"Aku baik-baik saja kak… aku di sini di perlakukan sangat baik sekali…" Jawab Lisa dengan tersenyum manis kepada Viky.


"Di perlakukan sangat baik…?" Ucap Viky bertanya dengan raut wajah yang bingung.


"Iya sangat baik, coba kakak Lihat saja aku terlihat baik-baik saja kan… dan aku juga tidak pernah merasa lebih baik seperti ini… di kelilingi oleh orang-orang baik, dan juga aku di sini mempunyai saudara perempuan dan juga saudara laki-laki selain kakak…" Jawab Lisa sambil memperlihatkan bahwa kondisi tubuhnya baik-baik saja.


Viky memperhatikan Lisa dari atas hingga bawah, untuk lebih memastikan bahwa tidak ada luka sedikit pun di tubuh Lisa, namun yang Viky temui hanya pakaian Lisa yang terlihat sangat rapih tidak seperti orang yang sedang di tahan.


"Maksud kamu saudara selain kakak…? bukannya kamu di culik yah…?" Ucap Viky dengan raut wajah yang bingung, dan terus bertanya kepada Lisa.


"He… he… he… di culik…? yang ada aku itu di selamatkan bukan di culik… dari kemarin aku mencoba menghubungi kakak, tapi kakak tidak menjawab telpon dari aku…" Jawab Lisa.


"Maksud kamu apa…? kakak tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan… orang baik, saudara selain kakak, dan juga kamu yang di selamatkan…" Jawab Viky yang masih belum mengerti akan perkataan dari Lisa.


"Ceritanya panjang kak, lebih baik kakak masuk dulu, nanti aku ceritakan semuanya di dalam…" Jawab Lisa dengan nada yang sedikit manja kepada Viky, sambil sedikit melompat ke samping Viky dan memeluk lengan Viky.


"Kamu berbicara seperti itu bukan sedang dalam kedaan di ancam oleh mereka kan…?" Ucap Viky kembali bertanya untuk lebih memastikan lagi, sambil menunjuk ke arah Jibsen dan juga menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Tidak kak… Paman Jinsen dan juga bibi Marie sangat baik kepada aku, bahkan mereka menganggap aku seperti anak mereka sendiri, walau pun aku baru bertemu mereka kemarin…" Jawab Lisa.


"Kak… apa mereka semua adalah orang-orang dari Divisi perang yang kakak bawa ke sini…" Lanjut Lisa berkata sambil menunjuk ke arah orang-orang yang memakai seragam militer, namun bukan seragam militer Montana, tapi seragam militer yang di buat khusus oleh Viky.


"Yah mereka semua adalah orang-orang dari Divisi perang yang kakak bawa untuk menyelamatkan kamu…" Jawab Viky dengan membenarkan kata-kata dari Lisa, karena Viky tidak mau memperpanjang masalah baju yang di kenakan, karena jika di jelaskan maka akan ada banyak pertanyaan lain dari Lisa.


"Bisakah kakak suruh mereka berhenti…?" Ucap Lisa bertanya, dengan nada manja dan sedikit meminta kepada Viky.


"Baiklah… jika itu yang kamu mau, karena tujuan kakak datang ke sini pun adalah demi menyelamatkan kamu… jadi apa pun yang kamu mau akan kakak turuti… tapi bisakah kamu lepaskan dulu tangan kakak ini, karena akan sedikit kesulitan jika untuk menghentikan mereka jika kamu masih seperti ini" Jawab Viky sambil mengusap kepala Lisa dengan lembut, dan meminta Lisa melepaskan pelukannya dari tangannya, karena untuk menghentikan semua orang-orangnya agar berhenti bertarung, Viky harus menggunakan energinya, jika Lisa masih memeluk lengan Viky Lisa bisa saja terluka karena tekanan energi yang keluar dari tubuh Viky.


"Baiklah kalau begitu…" Jawab Lisa sambil melepaskan pelukannya dari tangan Viky, dan melangkah mundur 1 langkah.


Kemudian Viky berbalik dan melihat ke arah semua orang-orangnya yang sedang bertarung melawan orang-orang dari Keluarga Latimore, sambil mengeluarkan energi dari dalam tubuhnya.


"Mundur…" Ucap Viky dengan sedikit berteriak, dan seketika itu juga suara Viky menggema di seluruh kediaman Keluarga Latimore.


Orang-orang dari Viky setelah mendengar perintah tersebut, mereka menghentikan pertarungan mereka dan mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan dari lawan, namun tidak jauh berbeda dengan orang-orang dari Keluarga Latimore, mereka juga menghentikan serangan mereka, namun mereka tidak mundur melainkan melihat ke berbagai arah untuk mengetahui siapa yang memberikan perintah tersebut.


Aldo, Eagle, Jaguar dan juga Vanteko Ma, mereka ber 4 pergi ke arah Viky setelah mereka menghentikan pertarungan mereka dengan para tetua dan juga para Master dari Keluarga Latimore, ketika Aldo akan bertanya kenapa di hentikan di tengah-tengah pertarungan, kata-katanya di potong oleh Jibsen.


"Aku tidak tahu Viky mana yang di ceritakan oleh Lisa kepada kamu… tapi jika yang di ceritakan oleh Lisa adalah Viky kakaknya Lisa, benar itu adalah aku…" Jawab Viky, dengan nada dingin dan masih menganggap Jibsen adalah musuhnya karena dia belum mengetahui semua kebenaran yang terjadi.


"Kak… kenapa di hentikan…? aku masih ingin menghajar orang-orang yang menculik adik…" Ucap Vanteko Ma memotong pembicaraan antara Viky dan juga Jibsen.


"Aku menyuruh kalian untuk mundur karena permintaan dari Lisa, dan Lisa juga akan menjelaskan semua yang terjadi kepada aku…" Jawab Viky dengan berbalik melihat ke arah Vanteko Ma.


"Oh… seperti itu… jika hal itu memang kemauan adik, maka aku juga tidak bisa berbuat banyak… memangnya apa yang ingin adik jelaskan…?" Jawab Vanteko Ma dengan santai dan balik bertanya kepada Viky.


"Jika aku tahu apa yang ingin Lisa jelaskan, aku pun tidak perlu menunggu Lisa menceritakannya… cukup untuk aku mengetahui garis besarnya saja, aku pun pasti akan mengerti semuanya…"Jawab Viky, dengan nada yang sedikit kesal, karena Vanteko Ma bertanya sesuatu yang Viky juga tidak tahu, atau bisa di bilang bahwa Viky juga memiliki pertanyaan yang sama seperti yang di tanyakan oleh Vanteko Ma kepadanya.


"Aku kira kakak sudah tahu, makanya kakak menyuruh kami semua untuk mundur…" Jawab Vanteko Ma dengan raut wajah yang polos dan tidak merasa bersalah akan pertanyaannya tadi, namun Vanteki Ma sedikit memasang wajah yang sedikit kesal kepada Viky.

__ADS_1


"Jadi kamu menyalahkan aku, karena aku menghentikan pertarungan kamu…? baiklah, nanti aku akan menyiapkan sebuah pertarungan yang akan membuat kamu puas dalam bertarung…" Jawab Viky dengan sedikit tersenyum ke arah Vanteko Ma yang memiliki sejuta arti.


"Bukan itu juga maksud aku kak… berbeda tempat, berbeda pertarungan, serta berbeda lawan maka akan berbeda juga sensasi dari pertarungan tersebut…" Jawab Vanteko Ma yang mana dia mengerti sedikit maksud dari kata-kata Viky, dan dia juga mengerti arah dari pembicaraan mereka.


"Aku rasa semuanya sama saja, yang membedakannya adalah, apa yang menjadi tujuan kamu dari sebuah pertarungan, dan apa yang bisa kamu dapatkan dari pertarungan tersebut… selebihnya sama yaitu saling menyerang dan berusaha untuk mengalahkan satu sama lain…" Jawab Viky, memberikan sedikit nasehat kepada Vanteko Ma, namun kata-kata Viky tersebut bukan bertujuan hanya kepada Vanteko Ma saja, melainkan untuk semua orang yang berada di dekat Viky saat ini.


#Mohon doa nya dari temen-temen semua, untuk kesembuhan istri author yang saat ini sedang sakit.


Untuk beberapa bulan kemarin author tidak terlalu fokus menulis, hanya bisa up 1 bab 2 hari karena keluarga kecil author sedang di uji dengan berbagai macam masalah, yang mungkin akan membuat author bisa lebih dewasa lagi… berkat doa dari temen-temen semua, satu persatu ujian tersebut bisa author lewati.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2