
Perpisahan
Antika berbalik melihat ke arah Viky yang berada di sampingnya, air mata sudah membasahi pipi Antika yang mulus.
"Terima kasih kamu sudah memberikan bahan obat untuk kesembuhan Rere… aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain berterima kasih kepada kamu… aku berharap kamu bisa ikhlas menerima semuanya dan mencari laki-laki lain yang lebih pantas dari aku, untuk menjadi pendamping hidup kamu…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Kota Taraka, tapi dia juga tahu bahwa Antika saat ini mengeluarkan air matanya.
Antika berbalik badan dan dengan cepat dia memeluk Viky dengan sangat erat, dan air matanya membahasi dada Viky.
"Bahan obat tersebut adalah hadiah pernikahan kamu dan juga hadiah perpisahan kita… aku akan kembali ke perbatasan besok… dan tidak bisa menghadiri acara pernikahan kamu… aku berdoa agar kalian bahagia selamanya…" Ucap Antika ketika berada di dalam pelukan Viky.
"Maaf… ketika aku kembali ke sini, aku tidak langsung mencari kamu… alasan aku tidak mencari kamu karena aku menyelidiki kamu ketika kamu sedang koma, dan hasilnya kamu adalah cucu pimpinan 1 dan kamu sudah memiliki tunangan… jika kamu tidak memiliki tunangan, mungkin saat kamu pergi dulu, aku akan melarang kamu dan meminta kamu untuk tinggal bersama aku… aku titipkan bunga obat tersebut kepada kamu, karena aku ingin semua lebih jelas, jika memang kamu masih sendiri aku berharap kamu kembali dan membawa bunga obat tersebut tapi kamu tidak kembali sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk mencari wanita lain… dan aku berpikir bahwa kamu sudah menikah dengan laki-laki tunangan kamu…" Ucap Viky menjelaskan niatnya dulu kepada Antika dengan membalas pelukan dari Antika.
"Sebenarnya ide tersebut adalah ide aku, aku tidak mau ada laki-laki lain yang melamar aku dan hanya ingin menunggu kamu, waktu itu kakek sempat melarang aku untuk menyebarkan isu tersebut, tapi aku tetap pada pendirian aku, aku kira kamu akan mengerti kenapa aku menyebarkan isu tersebut… tapi kenyataannya sangat berbeda dari apa yang aku inginkan…" Jawab Antika.
"Ambil pelajaran yang baik dari kejadian ini… kamu harus bisa mendengarkan pendapat orang lain… jika kamu ingin menjadi seorang pemimpin maka kamu harus bisa mendengarkan pendapat dari bawahan kamu dan tidak keras kepala dengan pendirian kamu… bisa jadi pendirian kamu itu salah dan merugikan kamu serta orang lain…" Ucap Viky memberikan nasihat kepada Antika.
Antika melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Viky, dia melihat wajah Viky dengan seksama.
"Aku akan mengingat apa yang kamu katakan sekarang… tapi sebelum kita berpisah, aku ingin kamu menyuapi aku makan, sama halnya seperti dulu di saat aku sedang terluka di medan perang…" Ucap Antika meminta kepada Viky, dengan mata yang masih mengeluarkan air mata.
"Baiklah jika itu keinginan kamu… akan aku laksanakan… tapi kamu harus tersenyum dan jangan menangis lagi, jika kamu seperti ini Antika yang aku kenal sangat tegar dan berani, seperti hilang di telan bumi dan di gantikan dengan Antika yang cengeng… masa depan masih panjang, perjalanan kita tidak akan berakhir sampai di sini… kamu masih bisa meraih pencapaian yang lebih tinggi dari sekarang ini…" Jawab Viky, dengan mengelap air mata yang membasahi pipi Antik, dan memberikan semangat kepada Antika.
__ADS_1
"Baiklah aku tidak akan menangis lagi… tapi kamu harus menyuapi aku yah…" Jawab Antika yang raut wajahnya secara perlahan kembali seperti semua dan ada sedikit keceriaan serta manja kepada Viky, dan hal itu pun baru dia perlihatkan kepada Viky.
Viky dan Antika kembali duduk di kursi, dan Viky mengambil sendok dan piring untuk menyuapi Antika… suasana di sana berubah sangat romantis, terlihat berbeda dari sebelumnya, baik Viky atau Antika ke 2 nya sangat tegang dan tetap teguh pada pendiriannya masing-masing, namun setelah Antika menyadari bahwa dia sudah tidak ada harapan untuk bersama Viky, suasana di sana sudah berubah menjadi sangat romantis, sekarang bukan hanya Viky yang menyuapi Antika tapi Antika juga balik menyuapi Viky dan mereka mengobrol santai sambil menikmati minum anggur, dan tidak terasa waktu pun sudah menunjukkan tengah malam, karena jam besar yang di ada di Kota Taraka sudah berdentang.
"Viky… waktu sudah menunjukan tengah malam… kita akhiri saja pertemuan kita ini… kita jalani kehidupan kita masing-masing setelah ini…" Ucap Antika setelah jam besar berhenti berdentang.
"Baiklah… kamu akan tidur di sini untuk sekarang atau kamu akan langsung kembali ke Divisi perang Montana…?" Ucap Viky bertanya.
"Aku sepertinya akan langsung kembali ke Divisi perang Montana untuk melapor dan memberikan surat permintaan tugas untuk aku, jadi besok pagi aku bisa langsung bersiap pergi ke perbatasan…" Jawab Antika.
"Yah sudah kalau begitu… kamu hati-hati dan selalu jaga diri serta kesehatan kamu… dan jangan sampai masa lalu terulang kembali, karena jika itu terjadi, maka akan sulit menemukan tenaga medis yang mampu menanganinya…" Ucap Viky, sedikit menasehati Antika.
Antika hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian mereka ber 2 pergi dari kamar tersebut dan menuju ke loby hotel, dan mereka ber 2 pergi meninggalkan hotel tersebut dan berdiri di pinggir jalan untuk menunggu taksi.
"Viky kamu lah lebih dulu… aku bisa menunggu taksi yang lain…" Ucap Antika menyuruh Viky untuk lebih dulu.
"Tidak… Tidak… kamu saja dulu… perjalanan kamu masih jauh, aku bisa menelpon seseorang untuk menjemput aku, lagian aku juga tidak tega meninggalkan seorang wanita sendirian di pinggir jalan menunggu taksi yang entah kapan datangnya…" Jawab Viky.
"Baiklah kalau begitu…" Jawab Antika kemudian masuk ke dalam taksi, dan membuka kaca jendela pintu mobil.
"Kamu jaga diri baik-baik dan jangan kamu sia-siakan dia, karena dia adalah wanita yang sangat baik, bilang padanya maaf aku tidak bisa berpamitan secara langsung kepada dia… dan… jika kamu berubah pikiran kamu bisa pergi temui aku di perbatasan atau di Divisi perang Montana, aku akan selalu menunggu kamu…" Ucap Antika dengan melihat ke arah Viky dari dalam mobil, namun di kalimat terakhir dia aga sedikit ragu-ragu untuk mengucapkannya, Setelah dia selesai berkata dia menutup kembali kaca mobilnya dan taksi pun berjalan pergi meninggalkan Viky yang berdiri di pinggir jalan.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...