Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 41 Pengorbanan Seorang Ayah


__ADS_3

Pengorbanan Seorang Ayah


 Di ikuti dengan perkataan Viky yang baru saja keluar ini, seketika suasana di seluruh tempat itu menjadi begitu dingin dan sangat mencekam! Sedangkan Luky, Krist, para Tetua dan orang-orang yang lain, kembali terkejut hingga tercengang, mereka benar-benar tidak menyangka, hari ini ternyata komandan tertinggi dari Divisi Perang Montana juga adalah Pimpinan ke Empat dari Montana, juga datang kemari.... Dan yang membuat mereka lebih tidak percaya lagi adalah, Viky ternyata benar-benar berani, benar-benar memanggil Sudon secara langsung!!!


Boom.... Sebuah suara keras yang begitu nyaring terdengar keluar, energi dari tubuh Sudon tiba- tiba meluapkan keluar menuju langit. Ia menatap erat Viky dan berkata: " Krist, kepala angkatan darat ke- Sembilan dari Montana Divisi Perang Emas Putih, tidak berpartisipasi dalam masalah Keluarga Handoko! Sejak masuk ke dalam Divisi Perang, bermandikan darah di dalam medan peperangan, sama sekali berbeda dengan orang-orang Keluarga Handoko! Tuan, Lord Jendral dari Pasukan Ksatria Magnium, Lord Jendral Viky, jika aku sendiri yang memohon untuknya, apakah bisa membiarkan nya pergi?"


Setelah Sudon membuka mulutnya, semua orang yang berada di Kota Taraka itu tidak berani memberikan sedikit pun pergerakan lagi, bahkan nafas pun juga di saat ini juga di tahankan oleh mereka. Ini adalah pertempuran antara Dua orang besar, master yang benar-benar memiliki kekuatan tinggi. Sekarang sedang berselisih.


Viky yang di saat ini berhadapan dengan Sudon Warior, Sudon yang memiliki kekuatan tempur yang tidak terduga itu, juga kembali bangkit berdiri. Tetapi di saat bersamaan ia juga menarik kembali senyuman di wajahnya dengan dingin berkata: " jika... Aku berkata tidak bisa?"


Sudon menyipitkan matanya, aura kekuatan di tubuh nya kembali bergejolak menggila, meski pun ia dari awal sudah mengetahui identitas sebenernya dari Viky. Tetapi di saat ini di depan orang-orang luar, terutama di saat Viky masih belum kembali secara formal ke Montana. Mereka berdua masih tetap adalah raja bersaing dengan raja. Ada beberapa kata dan ada beberapa hal, harus di katakan apa adanya dan di lakukan apa adanya!


 Disaat ini, Felix yang melihat energi Sudon mulai bertabrakan dengan Viky, jika suasana ini tidak di kendalikan dengan baik maka akan terjadi peperangan. Ia dengan segera berteriak ke arah kerumunan Keluarga Handoko: "Apakah kalian Keluarga Handoko ingin benar-benar habis musnah? Siapa ayah dari Krist? Segera putuskan hubungan kalian dengan Krist! Usir dia keluar dari rumah!"


 Di ikuti dengan suara teriakan keras dari Felix, Samsu Handoko yang adalah tetua kelima dari Keluarga Handoko yang berada di belakang Luky, dengan segera berteriak sambil mengalirkan air mata dari mata tuanya: " Pemberontak! Kamu dari awal sudah di keluarkan dari Keluarga Handoko! Kami Keluarga Handoko tidak memiliki hubungan lagi dengan kamu, tidak perlu rasa pura-pura dari kamu! Segera pergi dari sini! Pergi... Pergi! "


 Selesai Samsu berteriak, ia kembali melanjutkan: " Pemberontak! Keluarga Handoko kami selama bertahun-tahun ini telah melakukan terlalu banyak hal yang telah menyakiti dan tidak masuk akal, tetapi ini semua tidak ada hubungan nya dengan kamu! Hari ini semua ini adalah akibat dari perilaku kami! Meski pun harus di musnahkan, kami pun bersedia menerima! Kamu segera pergi dari sini! Pergi!.. Pergi! "


Samsu mengerti dirinya sudah habis, Keluarga Handoko juga sudah habis. Tetapi Krist adalah anaknya, juga adalah satu-satunya kebanggaan seumur hidupnya. Tepat sesuai seperti perkataan Sudon, Krist benar-benar adalah seseorang yang keluar dari lumpur tanpa ternodai, ia dari kecil sudah merasa jijik dengan perbuatan Keluarga Handoko, sedangkan seluruh keberhasilan dan prestasi yang ia dapat beberapa tahun ini setelah ia pergi menuju Divisi Perang Emas Putih, seluruhnya adalah perjuangan mati-matian nya seorang diri. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Keluarga Handoko!


Samsu meski pun di mulut mengencam Krist, tetapi sorot matanya tetap penuh dengan ucapan berkat. Setelah ia berteriak kepada Krist, ia langsung menyayat lehernya, bunuh diri. Ia tidak ingin keberadaan dirinya membuat putranya jatuh ke dalam Dua pilihan yang menyusahkan, asalkan ia mati, Krist sudah tidak memiliki hubungan apa pun dengan Keluarga Handoko

__ADS_1


"Ahhhhhh.... " Krist dengan begitu sedih berterik, ia tentu saja mengerti ayah nya selama bertahun-tahun ini sebenarnya telah melakukan seberapa banyak nya hal yang begitu menyakitkan. Jika tidak hari ini, ia dalam keadaan yang telah tiba dari awal, akan tetapi tetap tidak naik, tepatnya karena alasan ini.


Hanya saja di saat terakhir melihat dengan sendirinya kehancuran Keluarga Handoko, di saat melihat ayah nya yang juga menghadapi kematian, ia baru dengan segera naik untuk menolong.


Tetapi di saat ini ayahnya malah mati. Sedangkan tidak jauh dari situ, Sudon komandan tertinggi dari Divisi Perang Montana sekarang malah demi dirinya berhadapan dengan Lord Jendral dari Pasukan Magnium, sedangkan di sini selain Lord Jendral dari Pasukan Magnium juga ada Letnan Jendral Eagle dan Empat Pilar Langit dari Pasukan Magnium, beberapa belas master tingkat Kesatria. Sudom benar-benar dalam bahaya.....


Terpikirkan akan hal ini, suara ...Bruk... dari Krist yang berlutut satu kaki menghadap ke Sudon dan berteriak: "Master! Ayo! Jangan karena aku membahayakan diri sendiri ke dalam jurang!"


Selesai Krist berkata, seketika ia mengeluarkan tombak untuk menusuk leher nya. Tetapi tepat di saat ia baru saja menusuk bagian leher nya, saat darah mengalir, tombak yang ada di tangannya malah terbang keluar....


Krist dengan tercengang menatap tombak yang terbang keluar itu, kemudian kembali menatap ke arah Viky.


Viky juga melihat ke arahnya dan tersenyum datar: "Apakah aku pernah berkata aku ingin membunuh kamu? Hmmm?"


Di saat ini Sudon dengan tatapan membawa senyum menatap ke arah Viky, dengan begitu puas mengangguk-anggukan kepala nya dan berkata: "Bocah, kamu sangat baik dan begitu dermawan, terima kasih..."


 "Cih..." Viky tidak dapat menahan diri dan melemparkan sebuah tatapan bosan ke arahnya, dengan meremehkan berkata: "Jangan terlalu memandang tinggi kepada aku, Krist ini tidak berada di jalan yang sama dengan Keluarga Handoko, aku juga bukan lah pembunuh maniak, kenapa harus membunuh nya? Kamu kira aku sembarangan membunuh orang kah?"


Sedangkan sesaat kemudian, kalimat Sudon membuat seluruh orang yang ada di sana seluruh nya terkejut, kali ini bukan hanya orang-orang Kota Taraka, juga termasuk orang-orang kuat dari Pasukan Magnium dan tentu saja masih ada Krist. Terlihat Sudom menatap Viky dengan pandangan yang begitu rumit dan berkata: "Nak, maaf beberapa tahun ini telah membuat kamu teraniaya, kali ini sudah datang jadi jangan pergi lagi, Divisi Perang Montana mulai hari ini akan aku serahkan kepada kamu. Masalah di saat itu, kami tahu, hanya saja di saat aku datang sudah selangkah lebih terlambat, Nak, maafkan aku, kembalilah Montana membutuhkan kamu..."


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2