
Tingkat Jendral Perang
Setelah berpikir beberapa saat, dan memantapkan hati serta tekadnya, Dewi berjalan mengambil gelas yang ada di meja.
"Baiklah… aku akan melangkah maju, demi terus bisa bersama kakak, apa pun akan aku lakukan…" Ucap Dewi, sambil melihat ke arah Viky dan mengambil gelas yang ada di atas meja.
"Baguslah jika kamu memilih jalan ini… dan ini sebagai tambahan, sebelum kamu meminum cairan obatnya, kamu campurkan dulu bubuk obat ini ke dalamnya…"Jawab Viky dengan mengeluarkan botol kecil dari dalam sakunya dan menyerahkannya kepada Dewi.
"Apa ini kak…?" Ucap Dewi bertanya sambil mengambil botol kecil yang di berikan oleh Viky.
"Itu adalah obat untuk sedikit menghilangkan rasa sakit yang akan terjadi dari efek obat yang akan kamu minum…" Jawab Viky menjelaskan kepada Dewi tentang sebotol serbuk berwarna putih yang dia berikan kepada Dewi barusan.
"Baiklah… kalau begitu aku akan pergi sekarang…" Jawab Dewi kemudian dia melangkah ke arah kamar yang tidak jauh dari dirinya berdiri.
"Eagle… kamu ikuti dia, dan awasi semua prosesnya karena efek dari obat ini akan sedikit berbeda jika di minum oleh seorang wanita… kamu tunggu dia di depan pintu sampai semuanya selesai…" Ucap Viky memerintahkan Eagle untuk mengawasi Dewi.
"Baik Lord…" Jawab Eagle, kemudian dia berjalan mengikuti arah Dewi pergi.
Setelah semua orang masuk ke dalam kamar, Viky mengeluarkan rokok dari dalam sakunya.
"kalian ber 3 duduk lah…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Lion, Jaguar dan Cheetah.
"Baik Lord… terima kasih…" Jawab mereka ber 3 dengan serempak, kemudian mereka duduk di kursi yang kosong.
"Bagaimana proses latihannya… apa semua berjalan dengan lancar…?" Ucap Viky bertanya kepada Lion Jaguar dan juga Cheetah.
"Semua berjalan sesuai rencana Lord… mereka semua berlatih dengan sungguh-sungguh, dan tidak ada satu pun di antara mereka yang menyerah…" Jawab Lion.
"Benar Lord… tapi mereka semua tampak sangat kelelahan setelah beberapa hari berlatih, dan juga stamina mereka sudah sangat berkurang banyak…" Timpal Jaguar.
"Aku rasa mereka semua akan siap dalam 1 minggu, jika di topang dengan ramuan obat yang selalu kita berikan kepada pasukan Magnium…" Jawab Cheetah.
__ADS_1
"Baguslah, kalian semua tidak salah memilih orang-orang dari Divisi perang… aku akan sedikit menambahkan ramuan obat ke dalam makanan mereka, agar mereka siap sebelum hari pernikahan aku dengan dengan Rere…" Ucap Viky dengan memuji mereka ber 3 dan juga memberitahukan kepada mereka ber 3 tentang sedikit perubahan rencana.
"Apa hal itu tidak terlalu berlebihan Lord… aku takut mereka semua tidak bisa menahan efek dari ramuan obatnya nanti…" Jawab Lion yang sedikit merasa penasaran kenapa Viky ingin menambahkan dosis yang sudah mereka pakai untuk orang-orang dari pasukan Magnium.
"Efek dari obat ini akan sangat terasa jika seseorang meminumnya sebelum berlatih, tapi jika orang yang meminum obat ini di saat mereka semua sedang berlatih maka tidak akan terlalu berefek lebih, bahkan efek yang di hasilkan nya akan menjadi sebuah tenaga tambahan untuk mereka berlatih…" Jawab Viky memberitahukan sebuah rahasia lagi kepada mereka.
Mereka semua pun tidak berani bertanya lagi, atau meragukan atas apa yang Viky katakan, walau pun yang Viky katakan adalah sesuatu yang merubah yang sudah lama mereka pakai.
"Apa kalian ingin menaikan tingkat kekuatan kalian…? aku tahu kalian sudah lama berada di tahap ini… hanya Eagle saja yang mampu melewati tahap selanjutnya…" Ucap Viky bertanya dengan melihat ke arah mereka ber 3 satu persatu.
"Sebenarnya aku juga sudah lama berusaha untuk menaikan tingkat kekuatan aku Lord… tapi apa daya, semua yang aku lakukan tidak membuahkan hasil dan semua berujung kepada kegagalan…" Jawab Lion.
"Benar Lord… kami semua sudah saling bertukar pikiran untuk menaikan kekuatan kami, tapi hasilnya tetap saja sama…" Timpal Jaguar.
"Aku Juga sempat bertanya kepada Eagle bagaimana caranya, hanya saja dia menjawab, semua butuh proses dan kerja keras, tapi kami semua sudah bekerja sangat keras dan berusaha melewati proses latihan…" Timpal Cheetah.
"Sebenarnya semua proses yang kalian lakukan tidaklah gagal, hanya saja kalian tidak sadar bahwa kekuatan kalian sudah meningkat sedikit demi sedikit, jadi kalian merasa bahwa semua usaha kalian gagal…" Jawab Viky atas pernyataan ke 3 orang kepercayaannya tersebut, dan Viky juga selalu memperhatikan setiap gerak-gerik orang-orang kepercayaannya dan apa yang mereka lakukan walau pun mereka semua memiliki jarak yang jauh atau tidak di dalam satu tempat.
"Dan sekarang sudah saatnya kalian meningkatkan kekuatan kalian menjadi seorang Jendral perang sama seperti Eagle…" Lanjut Viky berkata.
"Baiklah… nanti akan aku beri tahu kepada kalian bagaimana caranya, setelah ke 6 orang tadi sudah keluar dari dalam kamar mereka masing-masing… tapi sebelum itu, kalian carilah tanaman bunga kristal merah dan juga bunga kristal ungu… ke 2 bunga ini sangat mudah di dapat, karena ke 2 bunga ini adalah bunga tanaman hias, tapi hanya sedikit orang yang tahu dengan khasiat dan cara penggunaan dari tanaman bunga ini…" Ucap Viky menjelaskan apa yang akan mereka lakukan, tapi sebelum proses kenaikan kekuatan mereka, mereka harus mencari 2 buat tanaman terlebih dulu.
"Dan kalian juga beri tahu kepada Tiger dan juga Aldo tentang hal ini… jika kalian menemukan bunga ini ada banyak kalian ambil semua ke 2 bunga ini…" Lanjut Viky berkata, dan memberikan perintah untuk mengambil sebanyak-banyaknya ke 2 tamanan bunga tersebut, karena Viky memiliki rencana lain untuk mempergunakan tanaman bunga tersebut.
"Baik Lord… kalau begitu kami pergi dulu untuk mencari ke 2 tanama obat yang Lord katakan tadi…" Ucap Lion yang meminta ijin untuk pergi dari sana.
"Heeemmm…" Viky hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian Lion, Jaguar dan Cheetah berdiri dari kursi dan pergi dari sana meninggalkan Viky sendirian duduk di sofa untuk mencari tanaman bunga yang Viky minta.
Setelah mereka pergi, Viky mengeluarkan ponselnya dan menekan sebuah No untuk dia hubungi.
"Rere dimana kamu sekarang…? dan sedang apa…?" Ucap Viky bertanya setelah panggilan tersebut tersambung.
__ADS_1
"Aku masih di sekolah… dan sedang bermain dengan anak-anak di sini… kenapa memangnya…?" Jawab Rere dengan suara yang lembut, dan juga terdengar nada yang sangat gembira, serta balik bertanya kepada Viky.
"Apa tidak boleh menanyakan sedang ada dimana dan sedang apa, kepada calon istri aku…?" Ucap Viky dengan balik bertanya dan dengan niat untuk menggoda Rere.
"Iya sih tidak salah dan tidak ada yang melarang juga… tapi aga aneh saja, sebab tidak biasanya kamu seperti ini…" Jawab Rere karena dia merasa sikap Viky sedikit aneh.
"Iya… iya… untuk ke depannya aku akan selalu bersikap perhatian seperti ini kepada kamu, agar kamu tidak merasa aneh…" Jawab Viky dengan nada seperti orang yang menyembunyikan sesuatu.
"Baguslah kalau kamu bisa perhatian kepada aku… aku itu bukan hanya ingin di perhatikan dalam hal materi saja, tapi aku juga ingin di berikan kasih sayang, dan juga perhatian kepada diri aku sendiri…" Jawab Rere yang mengungkapkan keinginannya kepada Viky. memang apa yang Rere katakan adalah benar, dan maksud dari Rere juga adalah, bahwa Viky akan sanggup memberikan apa pun yang Rere minta, selama hal itu bisa di beli dengan uang, tapi untuk kasih sayang, tidak bisa di beli dengan uang, melainkan hal itu hanya bisa di dapat dengan kesadaran dari orang yang akan memberikannya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...