
Kesepakatan
Di dalam gedung, ketika Viky dan ketua komite masuk, suasana di sana langsung berubah hening, dan semua orang melihat ke arah ketua komite yang berjalan memasuki gedung bersama seorang pria yang berada di sampingnya yang menggandeng seorang wanita yang sangat cantik, namun mereka semua sudah tahu akan siapa pria yang berjalan bersama ketua komite.
"Tuan Besar… maaf, jika acara ini di hadiri oleh begitu banyak orang… sebenarnya aku sudah melarang mereka semua, tapi karena keinginan mereka sendiri aku tidak bisa berbuat apa-apa…" Ucap Tedi, karena dia melihat raut wajah Viky yang terlihat bingung.
"Tidak apa-apa tuan Tedi… aku hanya sedikit kaget saja, aku pikir, kita akan bertemu secara internal saja dan tidak mengundang orang luar, karena ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan…" Jawab Viky.
"Sebenarnya mereka semua bukan orang luar… mereka semua adalah orang tua murid yang bersekolah di sini… dan semua ini juga, mereka semua yang mempersiapkannya…" Jawab Tedi, menjelaskan tentang siapa semua orang yang hadir di sana.
"Oh seperti itu… apa tidak apa-apa jika kita membicarakan masalah internal sekolah di sini…?" Ucap Viky bertanya kepada Tedi.
"Aku rasa tidak apa-apa tuan… karena kami menerapkan sistem tranparansi… jadi aku rasa mereka semua harus tahu, jika ada kabar baik atau kabar buruk tentang sekolah ini…" Jawab Tedi.
Viky hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan terus berjalan mengikuti Tedi menuju ke arah depan panggung, dan di sana juga terdapat meja yang cukup besar dengan banyak jenis makanan, dari makanan berat hingga makanan ringan, serta berbagai macam minuman tapi hanya minuman biasa tidak ada minuman sejenis bir atau yang lainnya.
"Silahkan Tuan…" Ucap Tedi mempersilahkan Viky untuk duduk di meja yang sudah di siapkan untuk Viky beserta yang lainnya.
"Terima kasih…" Jawab Viky sambil duduk, kemudian di ikuti oleh Rere yang duduk di sebelah Viky… Deky, Nayla dan ketua komite beserta orang-orang yang cukup berpengaruh di sekolah ikut bergabung dan duduk bersama satu meja dengan Viky.
karena tamu utama sudah ada, maka acara di atas panggung pun di mulai, acara tersebut adalah acara yang di isi oleh anak-anak yang bersekolah di sana, dan anak-anak tersebut, ada yang menari, bernyanyi, membaca puisi dan masih banyak lagi jenis penampilan lainnya yang di tampilkan oleh anak-anak yang bersekolah di sana.
"Tuan Tedi… tuan pasti sudah tahukan bahwa Rere ini yang akan menjadi penanggung jawab atas pembangunan gedung sekolah di sini…" Ucap Viky memulai pembicaraan di antara mereka.
"Iya tuan besar… saya sudah tahu bahwa Nona Rere adalah orang yang bertanggung jawab atas pembangunan yang akan di lakukan di sekolah ini, dan saya juga meminta maaf, karena saya tidak menyambut Nona besar dengan baik…" Jawan Tedi dengan nada yang sedikit lemas, karena dia merasa bersalah karena dia memperlakukan Rere sama seperti yang lain, dan hal itu pun dia lakukan karena dia tahu bahwa Rere adalah teman dari Nayla.
"Tidak apa-apa tuan Tedi… di terimanya Rere berada di dalam lingkungan kalian saja sudah cukup… oh iya tuan Tedi, maksud ke datangan aku ke sini adalah ingin bertanya sesuatu kepada tuan Tedi selaku ketua komite sekolah…" Jawab Viky, dan Viky mulai membahas tentang tujuan dia datang ke sini.
"Bertanya soal apa tuan…? jika saya bisa menjawabnya pasti akan saya jawab…" Ucap Tedi yang tidak terlalu memberikan jawaban yang pasti kepada Viky.
__ADS_1
"Tapi apa tuan Tedi bisa memutuskan sesuatu dengan cepat jika menyangkut masalah sekolah dan tidak perlu berunding terlebih dulu dengan yang lain…?" Ucap Viky bertanya.
"Jika hal itu menyangkut perkembangan dan juga kebaikan sekolah ini, jangankan aku, guru biasa yang ada di sini saja bisa memutuskan hal itu…" Jawab Tedi menjelaskan, bahwa siapa saja bisa memutuskan jika hal itu baik bagi perkembangan sekolah.
"Baguslah kalau seperti itu, jadi tidak akan memakan waktu banyak, karena harus d berunding terlebih dulu… yang pertama adalah bahwa pembangunan yang Nayla ajukan kepada aku atau Octa Grup, sudah aku setujui, tapi semua anggaran dan rencana pembangunannya saya tolak…" Ucap Viky.
"Kenapa di tolak tuan besar…?" Ucap Tedi bertanya dengan raut wajah yang bingung karena dia tidak mengerti maksud dari kata-kata Viky atas, pengajuannya di setujui tapi rencana anggaran dan pembangunannya di tolak.
"Saya tolak, karena saya punya rencana pembangunan tersendiri… jika di ijinkan saya akan merombak total sekolah ini, dan saya juga akan menambahkan beberapa gedung yang baru untuk di pergunakan di sekolah ini… tapi ada syarat yang harus di penuhi oleh pihak sekolah…?" Ucap Viky menjelaskan kepada Tedi tentang maksud dari kata-katanya sebelumnya.
"Syarat apa itu tuan besar…?" Ucap Tedi bertanya, dengan raut wajah yang sedikit bahagia mendengar kata-kata dari Viky barusan.
"Syaratnya sangat gampang sekali tuan Tedi… yang pertama, siapa pun yang bersekolah di sini, tidak boleh di pungut biaya apa pun… yang ke 2 siapa pun boleh masuk dan bersekolah di sini tanpa ada syarat untuk siswa atau wali siswa… dan yang terakhir adalah, akan ada banyak siswa yang pindah untuk bersekolah di sini yang mana orang tuanya bekerja di Octa Grup atau Siren Country…" Jawab Viky menjelaskan kepada Tedi tentang syarat yang dia inginkan.
"Tapi maaf tuan besar… jika tidak di pungut biaya dari siswa yang bersekolah di sini, bagaimana dengan kebutuhan sekolah di sini, dan bagaimana memberikan gaji untuk para guru yang ada di sini… karena dari sekian banyak guru yang ada di sini, hampir 80% guru yang ada di sini bukan PNS atau bisa di bilang mereka semua adalah guru honor…" Ucap Tedi bertanya, dan menjelaskan kenapa dia bertanya seperti itu.
"Aku sudah tahu bahwa tuan Tedi pasti akan bertanya tentang hal itu… tapi tuan Tedi tenang saja, untuk masalah itu aku sudah memikirkannya… aku atau Octa Grup yang akan menanggung semua kebutuhan yang di perlukan di sekolah ini… dan sebagai penanggung jawab masalah keuangan, aku ingin Nayla yang menjadi penanggung jawabnya dan bertugas mengurus semua kebutuhan yang di butuhkan oleh sekolah ini…" Jawab Viky atas pertanyaan yang di ajukan oleh Tedi.
"Viky… bukan maksud aku menolak tugas yang kamu berikan kepada aku… tapi aku kurang percaya diri bisa menjalankan tugas yang kamu berikan kepada aku dengan baik dan benar… karena aku sendiri tidak terlalu berpengalaman dalam hal mengurus keuangan, dan juga masih banyak orang lain yang lebih mampu dan memenuhi syarat untuk memegang tanggung jawab ini… " Ucap Nayla yang sedikit menolak tugas yang di berikan oleh Viky, dan dia juga mengeluarkan pendapatnya.
Setelah kata-kata dari Nayla keluar raut wajah Tedi, berubah rumit, karena apa yang di ucapkan oleh Nayla bisa di bilang sangat tidak wajar dan bisa saja menyinggung tuan besar, namun ketika dia akan berkata, kata-katanya di hentikan oleh jawaban dari Viky.
"Nayla… aku yakin kamu pasti bisa memegang tanggung jawab ini, jika kamu mengalami kesulitan kamu bisa bertanya kepada tuan Tedi, atau kepada yang lain yang menurut kamu orang tersebut mampu memegang tanggung jawab ini, atau kamu juga bisa meminta orang tersebut untuk dapat membantu kamu…" Jawab Viky dengan memberikan solusi kepada Nayla.
Bukan Viky tidak percaya kepada orang-orang yang ada di sana selain Nayla, tapi namanya manusia, jika sudah di hadapkan dengan uang, maka akan ada kesempatan untuk melakukan kecurangan dan memperkaya diri, tapi untuk Nayla Viky sangat percaya bahwa Nayla tidak akan melakukan kecurangan tersebut, karena Nayla adalah teman baik dari Rere.
"Jika kamu butuh kendaraan untuk mempermudah kamu dalam melakukan tugas ini, nanti akan aku kirim mobil untuk kamu…" Lanjut Viky berkata.
"Tapi aku tidak bisa memakai mobil…" Jawab Nayla dengan polosnya.
__ADS_1
"Kamu bisa belajar terlebih dulu… bukan hal yang sulit jika kamu mempunyai sebuah keinginan… dan untuk sementara ini, kamu bisa meminta bantuan kepada Rere… karena kalian sebelumnya adalah teman baik, maka aku pikir kamu tidak akan terlalu sungkan meminta bantuan kepada Rere…" Jawab Viky, namun kata-kata dari Viky tersebut mempunyai arti lain, dan hanya beberapa orang saja yang mengerti maksud dari kata-kata Viky barusan.
Viky melakukan ini… dia memiliki niat tersembunyi, namun bukan niat jahat tapi niat untuk Rere agar secara perlahan bisa masuk ke dalam dunia Viky, dan juga agar Rere bisa terbiasa mengurus orang banyak.
# 1 Bab lagi di tunggu yah.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...