Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 47 Rencana Citra


__ADS_3

Rencana Citra


Suasana di dalam kamar tersebut sangat lah canggung, tidak ada yang memulai untuk berbicara.


"Maaf… Maaf Nona maafkan aku, sepertinya aku salah masuk kamar…" Ucap Viky dengan menyesal


Viky yang merasa bersalah, mau tidak mau, dia harus memulai pembicaraan dan meminta maaf kepada Citra.


Tapi permintaan maaf Viky, mendapat jawaban dengan tatapan sengit dari Citra.


"Kamu kira hanya dengan minta maaf, lantas masalah ini bisa selesai begitu saja…?" Teriak Citra dengan kesal, dan menatap ke arah Viky penuh amarah.


"Jadi… aku harus bagaimana…?" Ucap Viky Pasrah.


"Kamu harus bertanggung jawab atas semuanya…" Jawab Citra yang masih kesal.


"Baiklah… baiklah… aku akan bertanggung jawab semuanya…" Ucap Viky dengan lemas.


"Kenapa kamu terlihat lemas sekali… apa kamu tidak mau bertanggung jawab dan pergi begitu saja setelah melihat semuanya…" Teriak Citra semakin marah.


"Aku harus bertanggung jawab seperti apa… aku akan ikuti apa yang kamu mau asal masalah ini bisa cepat selesai…" Ucap Viky yang dengan bingung harus bagaimana lagi.


"Kamu… bukannya kamu orang yang kemarin berada di parkiran… kenapa kamu bisa berada di sini…" Ucap Citra setelah mengingat dan memperhatikan Viky dengan seksama.


"Iya… aku yang kemarin kamu temui di parkiran… sudah aku bilang tadi aku salah masuk kamar…" Jawab Viky, dan kemudian terpikirkan sebuah rencana di pikiran Viky untuk bisa terlepas dari masalah ini.


"Bagaimana kamu bisa terlepas dengan mudah dari masalah itu tanpa ada sesuatu yang terjadi kepada kamu…" Ucap Citra yang penasaran.


"Sebenarnya masalah itu belum selesai… aku ke sini dengan terburu-buru karena di panggil oleh orang yang mempunyai mobil yang kamu tabrak tempo hari… dan aku sudah terlambat 1 jam, jadi tanpa pikir panjang aku langsung masuk, taunya aku salah masuk kamar…" Penjelasan Viky, walau semua itu sebuah kebohongan tapi ini untuk memberi pelajaran kepada Citra yang telah merusak mobilnya dan melemparkan masalah itu kepada orang lain.


Karena Viky adalah orang yang mempunyai mobil tersebut, jadi sangat mudah untuk menyelesaikannya, tapi jika orang lain mungkin akan berbeda cerita.


Viky menatap ke arah Citra dan kembali berkata: "Jika aku tidak segera menemui orang tersebut, entah apa yang akan terjadi kepadaku… atau mungkin aku akan menceritakan kebenaran yang terjadi kepada orang itu dan membawa orang tersebut kesini…" Viky mencoba menakuti Citra.


"Baiklah… aku akan menganggap masalah ini selesai… kamu bisa cepat pergi dari sini dan temui orang tersebut, dan jangan sekali-kali kamu menceritakan yang sebenarnya…" Jawab Citra yang sedikit ketakutan.

__ADS_1


Dia sadar jika orang yang mempunyai mobil tersebut datang ke sini dan melihat dia yang hanya memakai handuk, akan terjadi masalah besar dan dia tidak bisa menolak jika orang itu meminta sesuatu yang aneh, bahkan bukan tidak mungkin jika orang tersebut meminta tubuhnya sebagai ganti rugi.


Citra yang mempunyai wajah yang cantik, serta kulit yang putih dan bentuk tubuh yang proposional, dengan hiasan yang tidak terlalu berlebihan, pasti lah setiap laki-laki tidak bisa menolak dan menginginkan untuk bisa di temani Citra walau hanya 1 malam saja, apa lagi sekarang ketika Citra hanya memakai sebuah Handuk, semua yang Citra miliki bisa terlihat dengan jelas.


"Ok… aku akan cepat pergi dari sini dan menemui orang itu…" Jawab Viky melangkah pergi.


Baru 3 langkah Viky berbalik dan menatap kembali ke arah Citra dan berkata: "Nona… apa kamu masih ingat dengan janji kamu, tetang makan malam di sabtu malam nanti…?" Ucap Viky menolah ke arah Citra, dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


"Kamu… Kamu masih mau menagih tetang makan malam setelah apa yang terjadi sekarang…" Ucap Citra dengan kesal.


"Kejadian ini juga berasal dari kerusakan mobil yang Nona lakukan… jika tidak, mungkin sekarang aku tidak akan berada di sini…dan tidak akan menemukan kesulitan seperti sekarang ini…" Ucap Viky dengan berbohong dan kembali menakuti Citra.


"Baiklah… baiklah… kamu atur tempatnya nanti aku akan pergi ke sana setelah kamu berada di sana…" Jawab Citra dengan lemas, mau tidak mau dia harus mengikuti kemauan dari Viky.


"Bagaimana kalau makan malam di Siren Country…?" Tanya Viky


"Uhuk…"


"Uhuk…"


Viky yang tidak tahu apa-apa bertanya dengan polosnya.


"Kenapa apa ada yang salah…? kamu baik-baik saja kan…" Ucap Viky.


"Tidak… tidak ada masalah… tapi apa kamu tahu berapa harga yang harus di bayar hanya untuk bisa masuk, untuk bisa makan di Siren Country, setidaknya harus melakukan deposit tidak kurang dari 10 juta untuk membuat kartu anggota, itu pun hanya untuk sebuah tiket masuk saja, belum lagi dengan memesan sebuah ruangan setidaknya harus membayar 50 juta dan makanan di sana paling murah saja harganya tidak kurang dari 2 juta…" Ucap Citra dengan sedikit kesal.


"Tadi kamu bilang terserah atur aja tempatnya… sekarang setelah aku katakan dimana tempatnya kamu tidak mau…" Ucap Viky menggoda Citra.


Kenapa Viky memilih di Siren Country, bukan karena Siren Country adalah restoran yang berada di bawah Octa Grup tapi hanya itu restoran yang dia tau di Kota Taraka.


"Iya… terserah tapi jangan di situ juga… dengan uang jajanku selama 1 tahun saja tidak akan cukup untuk membuat kartu anggota serta membayar sebuah ruangan di sana…" Ucap Citra menjelaskan dengan lemas.


"Aku tidak mau yang lain… harus di sana… dan 1 lagi… sebaiknya nanti sabtu malam kamu berpenampilan yang bagus yang bisa membuat kamu akan terlihat lebih cantik lagi… tapi akan lebih bagus lagi jika kamu berpenampilan seperti sekarang…" Ucap Viky menggoda Citra, dan setelah dia selesai dengan kalimat terakhir dia berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Kamu…" Teriak Citra dengan wajah memerah karena malu dan kesal kepada Viky, tapi melihat Viky yang sudah pergi dari sana, di hanya bisa menahan kekesalannya dan menghentikan kata-kata yang akan keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Citra hanya bisa terdiam, setelah Viky pergi dari sana, dia di hadapkan dengan dua pilihan yang sangat sulit dan membuatnya galau. pergi makan malam dengan nominal uang yang sangat besar atau pergi bertemu dengan orang yang mempunyai mobil yang dia rusak dan tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya.


"Ayah juga bagian dari Octa Grup, mungkin akan ada pengecualian atau potongan harga untuk ayah…" Gumam Citra sambil mengenakan bajunya.


Citra akhirnya memutuskan untuk pergi makan malam dengan Viky, untuk masalah di Siren Country, nanti dia akan mencoba berbicara kepada ayahnya untuk meminta pertolongan, dan menjelaskan semua masalahnya, Citra yakin ayahnya pasti akan menolongnya.


Setelah mengenakan baju dan mengemas barang-barangnya Citra pergi meninggalkan hotel, tapi ketika dia menuju ke tempat dimana dia memarkirkan mobilnya ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, dia mencoba mengingat-ingat kembali dan akhirnya terpikir akan ucapan dari Viky yang terakhir.


"Tadi dia bilang lebih bagus aku pergi ke sana hanya mengenakan handuk saja… aku akan menghubunginya nanti dan memberitahu dia, jika dia bisa membayar semuanya… aku akan memakai handuk ketika makan malam nanti…" Gumam Citra, dengan terus melangkah ke arah mobil yang dia parkir, setelah berada di dalam mobil kemudian dia mengendarai mobilnya dan pergi meninggalkan hotel.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2