Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 205 Racikan Yang Pas


__ADS_3

Racikan Yang Pas


Viky mengambil botol anggur dan menuangkan anggur tersebut ke dalam gelasnya, kemudian dia meminum anggur yang berada di dalam gelas tersebut.


"Aku malam ini akan makan malam di rumah Rere… apa kalian semua bisa ikut pergi bersama aku makan malam di sana… aku akan memperkenalkan kalian kepada ibu serta adikku dan perlu kalian tahu masakan dari Mamahnya Rere ini sangat enak… kalian bisa tanyakan kepada Aldo yang sudah mencicipi masakan dari Mamahnya Rere…" Lanjut Viky berkata dengan tangan yang masih memegang gelas yang berisi anggur.


"Jika di ijinkan oleh Lord dan tidak mengganggu acara keluarga Lord… aku ingin ikut pergi dan aku sangat bahagia bisa berkenalan dengan keluarga Lord" Jawab Eagle yang pertama meminta ijin untuk ikut.


"Yah… aku juga ingin ikut makan enak dan juga bisa mengenal keluarga Lord…" Timpal Tiger


"Aku juga ingin ikut… masa Aldo saja yang mencicipi makanan enak… aku juga ingin… walau masalah makan adalah hal ke 2, karena yang paling penting adalah bisa mengenal keluarga Lord…" Sahut Lion.


"Kamu kira kamu saja yang ingin mengenal keluarga Lord… aku juga ingin mengenalnya… sambil berkenalan dengan keluarga Lord dan juga bisa makan enak…" Ucap Jaguar, yang menimpali kata-kata dari Lion.


Semua orang yang berada di situ pun saling menimpali kata-kata satu sama lain, yang mana mereka semua sangat bersemangat dan ingin pergi berkenalan dengan keluarga Viky, dan untuk masalah makanan yang enak yang di masak oleh Mamahnya Rere, bukan hal yang penting bagi Eagle dan yang lainnya, Cheetah, Ritz dan juga Deky mereka ber 3 pun berkata ingin ikut pergi.


"Baiklah kalau kalian semua mau ikut pergi, aku akan menelpon Rere dan memberitahukannya untuk masak makanan yang banyak…" Ucap Viky memberhentikan ocehan dari setiap orang yang sedang berdebat tentang siapa yang paling senang ingin bertemu dengan keluarga Viky.


Letnan Jendral Eagle, dan 4 pilar pasukan Magnium jika sudah seperti ini mereka semua seperti anak kecil yang sedang berebut perhatian demi mendapatkan permen, dan hal itu sering terjadi di saat mereka semua berkumpul.


AS.35 hanya terdiam tidak mengeluarkan kata-kata, karena dia sangat tercengang atas sikap dari para petinggi pasukan Magnium, dia baru pertama kali melihat para petinggi dari pasukan Magnium yang seperti ini, yang dia lihat sekarang, seolah-oleh para petinggi pasukan Magnium yang terkenal sangat tegas, dingin dan kejam itu hanya omong kosong belaka karena saat ini para petinggi dari pasukan Magnium seperti anak kecil yang berebut ingin di berikan permen.


Viky mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Rere.


"Ada apa…? aku lagi sibuk masak…" Ucap Rere di lain telpon setelah telpon dengan Rere tersambung.

__ADS_1


"Maaf… aku hanya ingin memberitahu kamu, untuk masak makanan yang banyak, karena semua orang yang berada di sini ingin ikut pergi makan di rumah kamu…" Ucap Viky meminta maaf, dan memberitahukan niatnya kenapa dia menelpon Viky.


"Memangnya berapa orang yang mau ikut pergi ke sini…? yah agar aku bisa menyiapkan semuanya termasuk kursi yang pas untuk semua orang yang ikut pergi ke sini…" Ucap Rere bertanya.


"Semuanya berjumlah 9 orang termasuk aku…" Jawab Viky.


"Baiklah kalau begitu aku memberitahukannya kepada Mamah untuk membuat masakan yang banyak dan aku akan menyiapkan tempatnya sekarang…" Jawab Rere, kemudian Rere mematikan telponnya setelah dia selesai berkata.


"Kalian semua jaga sikap kalian saat bertemu dengan ibu dan juga adikku… mereka ber 2 belum tahu tentang semua ini… yang mereka tahu aku adalah salah satu orang dari Divisi perang dan akan membangun sebuah bisnis di Kota Taraka…" Ucap Viky memberikan peringatan kepada semua orang agar jangan dulu memberitahukan siapa dirinya kepada ibu dan juga adiknya.


"Baik Lord…"


"Baik Lord…"


"Baik Lord…"


"Baiklah… aku mengerti apa yang ada di dalam pikiran kalian… kenapa Deky berbeda panggilan dari kalian, aku akan sedikit menjelaskannya kepada kalian, dunia bisnis itu berbeda dengan dunia perang, di dalam dunia bisnis panggilan tuan itu mempunyai banyak arti, bisa di artikan untuk menghormati lawan bicara, bisa juga untuk menghormati orang yang lebih tua dari kita dan juga bisa di jadikan arti panggilan untuk orang yang mempunyai jabatan yang lebih tinggi dari kita…" Ucap Viky menjelaskan kepada Eagle dan yang lainnya, karena Viky tahu bahwa dari awal Eagle dan yang lainnya merasa aneh atas panggilan Deky kepada Viky.


Semua orang menganggukkan kepalanya tanda bahwa mereka sedikit mengerti atas penjelasan dari Viky. walau sebenarnya Viky pun tidak terlalu memahami arti yang sebenarnya dari kata Tuan tapi dia menilai dan menyimpulkan dari sikap setiap orang yang bertemu dengannya.


"Baiklah… karena semuanya sudah selesai, dan waktu juga masih sore, kalian bisa bersantai dan menunggu di sini sampai nanti malam… dan untuk Deky, jika kamu mempunyai pekerjaan yang harus kamu selesaikan, kamu bisa pergi… tidak perlu merasa tidak enak dan harus menemani kita semua di sini…" Ucap Viky menutup pertemuan, dan dia tahu jika Deky tidak di perintahkan seperti itu maka Deky akan diam saja di sana, tapi pekerjaan yang lain terabaikan.


"Baik Tuan… jika seperti itu, maka saya ijin pamit untuk pergi dan membantu tuan Herman dalam pekerjaannya, agar bisa cepat selesai sebelum malam tiba…" Jawab Deky.


Kemudian Deky pergi dari ruangan tersebut setelah mendapatkan ijin dari Viky, dan semua orang yang berada di sana pun mengobrol santai satu sama lain, dengan meminum anggur untuk menunggu malam tiba.

__ADS_1


Viky memeriksa bungkusan yang di berikan oleh Loin, dan di dalam bungkusan tersebut terdapat tungku tanah liat yang berukuran sekitar sebesar kepala bayi dan juga ada beberapa bungkusan kecil yang mana isinya adalah bahan obat yang Viky butuhkan, bahan obat tersebut tidaklah langka dan banyak di jual di pasaran tapi bahan obat tersebut sangat penting untuk meracik obat yang di butuhkan oleh Rere, setelah Viky memeriksa bahan-bahan obat tersebut dan ukuran dari bahan obat tersebut sudah pas serta semua bahan yang di butuhkan sudah lengkap, dia kembali memasukan semuanya ke dalam bungkusan yang besar.


"Semua bahan sudah terkumpul dengan lengkap… tinggal meracik dengan takaran yang pas dan proses peracikan yang sesuai maka obat yang Rere butuhkan akan siap… aku berharap Rere bisa sembuh… jika tidak… aku akan mencari cara lain untuk dapat menyembuhkan kerusakan pada tubuh Rere…" Gumam Viky.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2