
Seli Pandai Memasak
"Tuan Viky… Seli ini bukan hanya cantik tapi dia juga baik dan dia juga pandai memasak, dia juga sangat jarang sekali pergi keluar… seperti wanita kebanyakan…" Ucap Lega Ma memulai pembicaraan.
"Sangat jarang sekali wanita secantik Nona Seli pandai memasak dan jarang pergi bergaul tidak jelas di keluar…" Jawab Viky memuji Seli, dan melihat ke arah Seli.
Memang kesan pertama Viky kepada Seli cukup baik, bukan hanya cantik tapi juga ramah dan sopan, tapi tidak tahu jika yang berhadapan dengan Seli adalah orang lain, apa masih akan sama seperti itu atau tidak.
Seli yang berada di samping Viky, saat ini hanya tersenyum menanggapi kata-kata dari Viky.
"Dengan kecantikan dan kelebihan Nona Seli… aku yakin banyak laki-laki yang menginginkan Nona Seli…" Lanjut Viky berkata.
"Mungkin banyak… tapi karena Seli ini sangat jarang keluar jadi hanya sedikit orang yang mengetahui tentang Seli ini… dan kebanyakan laki-laki di luar sana tidak terlalu menginginkan wanita yang seperti Seli ini…" Jawab Lega Ma.
"Tuan Viky… apa tuan mau menambah anggurnya…" Ucap Seli mengalihkan pembicaraan dan menawarkan anggur kepada Viky, karena dia melihat gelas anggur Viky sudah kosong.
"Boleh…" Jawab Viky kemudian dia mengambil gelas yang kosong, dan mendekatkan gelas tersebut ke arah Seli, dan Seli pun mengambil botol anggur yang tadi dia simpan di meja.
Seli menuangkan anggur ke gelas Viky lebih banyak dari tadi, karena dia di perintahkan ayah dan ibunya sebelum Viky ke sini untuk membuat Viky mabuk.
"Terima kasih Nona Seli…" Ucap Viky setelah Seli selesai menuangkan anggurnya ke gelas Viky.
"Sama-sama tuan Viky…" Jawab Seli dengan tersenyum manja dan menggoda ke arah Viky, namun Viky tidak tergoda sama sekali dengan sikap Seli yang seperti itu…
"Tuan Lega… Nona Seli adalah putri kedua anda… lantas dimana saudara-saudara dari Nona Seli…?" Tanya Viky melihat ke arah Lega Ma, dengan tersenyum, dan di tangannya memegang gelas anggur, Namun Senyum yang Viky berikan kepada Lega Ma memiliki arti lain.
"Kak dari Seli, saat ini sedang menjemput calon istri dan keluarganya… kalau untuk adik Seli, saat ini di masih kuliah, dan dia kuliah di luar negri…" Jawab Lega Ma melihat ke arah Viky dengan sopan.
"Oh seperti itu… banyak fakultas kuliahan yang bagus dan berkualitas di dalam negri … kenapa adik dari Seli tidak berkuliah di dalam negri…?" Tanya kembali Viky, dengan niat mengulur waktu dan mencari informasi tetang keluarga Ma, lebih tepatnya Cipto Ma.
"Saya sudah menyarankan kepada dia untuk berkuliah di dalam negri tapi tidak tahu kenapa dia tetap ingin pergi berkuliah di luar Negri… saya hanya bisa mengikuti keinginannya, dan memberikan yang terbaik untuk dia…" Jawab Lega Ma menjelaskan tetang adik dari Seli.
Setelah selesai Lega Ma berkata, dari arah luar aula terlihat ada seorang penjaga keamanan berlari ke arah meja Lega.
__ADS_1
"Tuan… di luar ada beberapa orang yang menunggu dan meminta ijin masuk salah satu di antar mereka ada yang bernama Aldo…" Ucap si penjaga keamanan dengan sopan setelah dia berada di dekat meja Lega.
"Siapa Aldo… aku tidak mengenal dia dan aku juga tidak pernah mengundang orang yang bernama Aldo…" Jawab Lega dengan sedikit bingung menatap ke arah si penjaga.
"Tuan Lega… Aldo ini adalah orang kepercayaan saya… sebelumnya saya minta maaf tidak memberitahukan ini kepada anda…" Ucap Viky menanggapi perkataan Lega, sekaligus menjawab kebingungan Lega.
"Tidak apa-apa tuan Viky…" Jawab Lega dengan melihat ke arah Viky.
"Kamu cepat pergi dan ajak Tuan Aldo untuk masuk dan bergabung di sini…" Perintah Lega kepada si penjaga.
"Baik Tuan…" Ucap penjaga tersebut dengan sopan, dan kemudian dia pergi kembali ke arah depan untuk memanggil orang yang bernama Aldo dan membawanya masuk ke dalam.
Tidak Lama Setelah si penjaga keamanan pergi, dari arah luar terlihat 3 orang berjalan memasuki aula, dengan posisi seorang pria muda berjalan di depan serta satu pria paruh baya dengan menggandeng seorang wanita muda yang sangat cantik, mengikutinya di belakang.
Yang Paling depan adalah Aldo, dan pria paruh baya tersebut adalah Herman yang sedang menggandeng Rere.
"Tuan Lega… ini adalah Aldo orang kepercayaan saya, dan ini adalah Herman calon mertua saya, dan wanita cantik ini adalah Rere calon istri saya…" Ucap Viky memperkenalkan Aldo, Herman dan juga Rere kepada Lega, setelah mereka bertiga berada di dekat meja Viky.
Kalau wanita Calon istri dari Viky salah satu wanita dari keluarga Besar, mereka tidak akan kaget, tapi ini, siapa Rere dan berasal dari keluarga mana Rere ini.
Kalau dari kecantikan sih memang lebih cantik dari Seli, tapi dari fashion Seli lebih unggul dari Rere, semua orang tidak ada yang berani bertanya lebih tentang hal lain, begitu juga Lega.
"Saya Adalah Lega Ma… mari silahkan duduk…" Ucap Lega setelah menyadarkan diri dari keterkejutannya, dan mempersilahkan untuk duduk… karena dia juga tahu tetang isu yang beredar Tuan Besar yang akan menikah di Kota Taraka, namun tatapan Lega Ma terlihat berbeda menatap ke arah Herman dan juga Rere.
"Terima kasih… Tuan Lega…" Jawab Aldo, Herman dan Juga Rere secara bersamaan.
Kemudian mereka duduk di kursi yang kosong, dan Deky berpindah tempat, yang mana awal dia duduk di dekat Viky sekarang berpindah dan memberikan tempat duduknya kepada Rere.
Posisi duduk yang sekarang adalah Lega Ma, Julia, Seli, Viky, Rere, Herman, Aldo dan Deky serta satu kursi yang kosong di antara Lega dan Deky duduk.
Di meja sekarang pun suasananya menjadi canggung, setelah kedatangan Herman dan Rere, karena dari awal Lega berniat mendekatkan Seli dengan Viky.
Raut wajah Seli pun berubah rumit, dia menatap ke arah Rere dengan tatapan penuh kebencian, dan kekesalan, sebab karena Rere datang, kesempatan dia untuk bisa dekat dengan Viky menjadi terhalang.
__ADS_1
"Apa Bagusnya wanita ini… cara berpakaian yang benar dan bagus saja dia tidak becus, apa lagi harus bersanding dengan Tuan Viky, jika seperti ini kamu akan membuat malu Tuan Viky di masa depan…" Gumam Seli menatap ke arah Rere.
"Tuan Viky… jika tuan tidak keberatan, bolehkah kita menunggu seseorang kembali sebentar sebelum kita menikmati hidangan utama…" Ucap Lega Ma memecah kecanggungan di meja tersebut.
"Silahkan Tuan Lega… tapi siapa orang yang akan kita tunggu…?" Jawab Viky sekaligus bertanya kepada Lega
"Dia adalah anak pertama saya Namanya Cipto Ma, sekaligus penerus keluarga Ma, dia tadi pergi untuk menjemput calon istri serta keluarganya…" Jawab Lega Ma.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk...
__ADS_1