Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 206 Makan Malam Dadakan


__ADS_3

Makan Malam Dadakan


Di saat semua orang tengah asik mengobrol… waktu tidak terasa sudah malam… suasana langit yang berwarna kuning sekarang sudah berubah menjadi hitam.


"Krek…" Pintu ruangan terbuka dan yang masuk tersebut adalah Herman, dia sedikit kaget melihat bahwa di ruangan Viky terdapat banyak orang.


"Oh banyak orang yah… aku tunggu di bawah saja…" Ucap Herman yang merasa tidak enak karena takut mengganggu. dia hendak pergi kembali dan menutup pintunya.


"Ayah… tunggu dulu…" Ucap Viky, menghentikan Herman yang hendak pergi dan menutup pintu.


"Kenapa…?" Jawab Herman dengan hanya mengeluarkan kepalanya dan melihat ke arah Viky yang sedang duduk dengan memegang gelas di tangannya.


"Kenapa ayah pergi lagi… orang kita semua sedang menunggu ayah dari tadi…" Jawab Viky, dengan melihat ke arah pintu yang mana di pintu hanya terlihat kepala Herman saja.


"Memangnya kenapa harus menunggu aku… jika kamu perlu aku, kamu bisa memanggil aku ke sini…" Jawab Herman yang berjalan ke arah Viky.


"Kita semua menunggu ayah untuk pulang bersama… karena kita akan makan malam di rumah ayah…" Jawab Viky.


"Makan malam…? kenapa aku tidak tahu…?" Jawab Herman bertanya dengan sedikit bingung dan penasaran.


"Sebenarnya aku hanya ingin pergi sendiri untuk meracik obat untuk Rere… tapi karena semuanya sedang berkumpul jadi sekalian saja makan malam dan saling mengenal satu sama lain…bisa di bilang acara makan malam dadakan…" Jawab Viky sedikit menjelaskan situasinya.


"Oh iya ayah, ini adalah saudara-saudara seperjuangan aku, ini Eagle, Lion, Tiger, Jaguar, Cheetah dan ini AS.35… dan semuanya ini adalah Herman, ayah dari Rere atau calon mertua aku…" Lanjut Viky dengan menunjuk satu-satu… mengenalkan semua orang kepada Herman, begitu pun sebaliknya.


"Tuan Herman…"


"Taun Herman…"


"Tuan Herman…" Ucap semua orang menyapa Herman, dan mereka juga sudah mengerti atas penjelasan dari Viky tadi.


"Halo juga semuanya, saya Herman, tapi jika kalian adalah saudara seperjuangan Viky, kalian bisa memanggil aku ayah…" Jawab Herman atas sapaan dari semua orang, dan semua orang menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


"Viky… obat apa yang akan kamu berikan kepada anakku… bukannya kamu bilang bahan utama obatnya sangat langka dan sulit untuk di cari…" Lanjut Herman bertanya kepada Viky, dengan penasaran.


"Memang bahan obatnya sangat langka dan sulit di cari tapi ada orang baik yang memberikan bahan obat tersebut kepada Rere dan orang tersebut memberikan bahan obat tersebut secara cuma-cuma…" Jawab Viky, dengan santai.


"Jika bahan obat tersebut sangat langka dan sulit di cari, aku tidak yakin jika orang tersebut memberikan bahan obat tersebut secara cuma-cuma… aku yakin pasti ada sesuatu yang di tukar…" Jawab Herman dengan sangat penasaran dan mencoba mencari informasi kepada Viky.


"Ayah bisa tanyakan secara langsung kepada Rere, karena yang menerima bahan obat tersebut adalah Rere bukan aku, jadi aku tidak tahu menahu akan hal lain, yang aku tahu hanya seperti itu…" Jawab Viky sedikit menjelaskan untuk menghilangkan rasa ingin tahu dari Herman.


"Krek…" Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan yang membuka pintu tersebut adalah Deky.


"Baiklah karena sekarang semuanya sudah lengkap, jadi kita bisa pergi sekarang…" Lanjut Viky berkata mengajak semuanya untuk pergi ke rumah Herman, karena Deky orang terakhir yang di tunggu sudah datang.


Mereka semua, kemudian berjalan pergi dari ruangan Viky, di pimpin oleh Viky yang berjalan paling depan dan menuju ke parkiran mobil, setelah semua orang berada di mobil, kemudian Viky dan yang lainnya pergi meninggalkan Octa Grup, dengan 8 mobil yang saling beriringan, dengan posisi mobil Viky berada di paling depan, dan ikuti oleh mobil Aldo yang bersama Herman, serta di ikuti oleh Deky dan mobil yang lainnya, dan yang paling belakang adalah mobil Ritz…


Mereka semua memakai mobil masing-masing terkecuali Aldo, karena Aldo belum membeli mobil dan baru rencana untuk membelinya, dan itu pun sedikit di paksa oleh Viky.


Iringan 8 mobil mewah yang meninggalkan Octa Grup tidak menjadi perhatian semua orang, karena saat ini di Kota Taraka, semua orang sedang kembali pulang ke rumahnya dari tempat kerja mereka masing-masing.


Cukup lama mereka semua berkendara karena suasana jalan utama Kota Taraka sedang dalam ke adaan padat kendaraan, akhirnya Viky dan yang lainnya sudah sampai di depan rumah Viky… mereka semua memarkirkan mobilnya masing-masing dengan sangat rapih.


"Terserah, aku juga akan pulang dulu… bilang pada Rere mungkin aga sedikit lama…" Jawab Viky.


Kemudian Herman berjalan meninggalkan yang lain pergi ke rumahnya, yang berada di depan rumah Viky.


"Baiklah ayo masuk, aku kenalkan kalian kepada ibu dan juga adikku…" Ucap Viky mengajak semua orang untuk masuk ke dalam rumahnya. semua orang hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan berjalan mengikuti Viky masuk ke dalam rumahnya.


Di dalam rumah, Ibu dan juga adik Viky sudah bersiap dan sedang menunggu kedatangan Viky di ruang tengah, mereka ber 2 sudah di beritahu oleh Rere bahwa akan ada acara makan malam, di rumah Rere malam ini.


"Kak… kenapa kakak lama… sekali…?" Ucap Lisa dengan wajah gembira dan berlari menuju ke arah Viky, karena dia melihat ke datangan Viky, namun di kata-kata terakhir, dia memelankan suaranya karena melihat beberapa orang dengan tubuh yang cukup besar berjalan mengikuti Viky di belakangnya, serta dia pun menghentikan langkahnya.


"Tadi kakak menunggu seseorang mengantarkan sebuah hadiah untuk kamu dan juga untuk ibu terlebih dahulu… jadi kakak aga lama…" Jawab Viky, dengan mengusap rambut Lisa dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

__ADS_1


"Benarkah itu kak…? Hadiah apa yang akan kakak berikan untuk aku dan juga ibu…?" Jawab Lisa dengan ekspresi wajah yang penasaran, namun dari nadanya terdengar Lisa sangat bahagia karena akan mendapatkan hadiah dari Viky, serta dia memasang wajah yang sangat imut seperti anak kecil, dan menggandeng lengan Viky.


"Ada di sini hadiahnya… coba kamu tebak hadiah apa yang akan kakak berikan untuk kamu…?" Ucap Viky dengan mengangkat sebuah bungkusan ke atas dan bertanya kepada Lisa untuk mencoba menebak apa hadiah yang akan Viky berikan untuknya, sambil berjalan ke dekat ibunya yang berdiri di dekat kursi.


"Tidak tahu… kakak kasih tahu saja kepada aku hadiah apa yang akan kakak berikan kepada aku… jangan buat aku penasaran…" Jawab Lisa, dengan sedikit cemberut tapi tetap imut.


"Nanti kamu lihat sendiri saja hadiahnya… aku harap kamu menyukai hadiah yang kakak berikan kepada kamu… tapi bisakah kamu lepaskan dulu pelukan kamu dari tangan kakak… jika seperti ini, bagaimana kakak bisa mengeluarkan hadiahnya untuk kamu… dan kakak juga harus memilihnya terlebih dahulu karena di dalam bungkusan ini terdapat bahan obat yang kakak ipar kamu butuhkan…" Jawab Viky, dan dia menyuruh Lisa untuk melepaskan pelukannya dari tangan Viky, dan meletakan bungkusan yang Viky bawa ke atas meja.


Lisa pun melepaskan pelukannya dan dia melihat ke arah bungkusan yang Viky letakan di atas meja, Lisa menunggu hadian yang akan Viky berikan dengan sangat antusias.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2