Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 190 Hasil Penyelidikan


__ADS_3

Hasil Penyelidikan


"Aldo… Sebelum kita pergi ke Octa Grup, aku akan pergi menemui seseorang terlebih dahulu… apa kamu mau ikut pergi bersama aku atau pergi ke Octa Grup bersama Ayah dan juga Rere…" Ucap Viky bertanya dan mengalihkan pembicaraan kembali.


"Jika di ijinkan aku ingin pergi dengan Lord… karena di Octa Grup juga aku tidak mempunyai pekerjaan yang mendesak…" Jawab Aldo.


"Baiklah kalau begitu kita pergi sekarang…" Jawab Viky dengan berdiri dan melangkah pergi meninggalkan rumahnya, namun baru 2 langkah dia berjalan dia berbalik kembali dan melihat ke ibunya.


"Oh iya Bu… aku hampir lupa, ibu besok bisa pergi bersama aku kan ke Divisi perang Kota Taraka untuk menghadiri sebuah acara di sana…" Ucap Viky bertanya kepada ibunya.


"Baiklah… ibu akan pergi menemani kamu ke acara besok, tapi ibu tidak janji karena takut besok ibu harus hadir di acara penerimaan mahasiswa baru di kampus Lisa…" Jawab Ratna dengan tersenyum lembut kepada Viky.


"Baiklah kalau begitu… tidak apa-apa jika ibu tidak bisa pergi bersama aku… lagian yang lebih penting adalah kuliah Lisa… untuk masalah aku, aku bisa pergi bersama Rere…" Jawab Viky, walau ada sedikit rasa kecewa tapi apa boleh buat mengalah demi adiknya sendiri, dan kuliah adiknya, dia yang menyuruhnya.


Kemudian Viky dan Aldo berjalan pergi menuju depan rumahnya dan di sana sudah menunggu Rere dan juga Herman yang sudah siap pergi ke Octa Grup.


"Ayah… aku ada hal yang perlu aku urus terlebih dahulu bersama Aldo, ayah bisa kan pergi bersama Rere terlebih dahulu ke Octa Grup…?" Ucap Viky bertanya kepada Herman, yang tengah menunggunya di depan rumah.


"Huh… jika tahu seperti itu, aku sudah pergi dari tadi dan tidak menunggu kamu di sini…" Jawab Herman dengan sedikit kesal kepada Viky.


"Rere… kamu tidak apa-apa kan pergi bersama ayah dulu… setelah urusan aku selesai, aku akan cepat-cepat kembali ke Octa Grup dan ada hal yang perlu aku bicarakan dengan kamu secara pribadi…" Ucap Viky dengan lembut dan melihat ke arah Rere.


"Tidak apa-apa sayang… kamu selesaikan lah urusan kamu dulu… nanti kita bicara setelah kamu selesai…" Jawab Rere, namun di kalimat pertama nada suara Rere terdengar aga pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Viky yang indra pendengarannya lebih tajam dari orang biasa.


"Bisa kamu ulangi perkataan pertama kamu tadi…" Ucap Viky meminta Rere mengulang kembali kata-katanya.


"Tidak ada kata ulang… kamu cepatlah pergi, katanya kamu ada urusan yang harus kamu selesaikan…" Jawab Rere menyuruh Viky untuk cepat pergi dari sana, karena dia merasa sedikit malu, dan wajahnya sedikit memerah.


"Baiklah… baiklah… jika kamu tidak mau mengulang kata-kata kamu tadi, tapi bisakah kata itu kamu pakai setiap hari…" Ucap Viky menggoda Rere.

__ADS_1


Rere tidak menjawab perkataan dari Viky, dan dia dengan terburu-buru masuk ke dalam mobil. Setelah Rere masuk ke dalam mobil, semua orang pun masuk ke dalam mobil masing-masing.


Dua mobil mewah meninggalkan perumahan yang berada di bukit selatan Kota Taraka, setelah melewati 2 persimpangan jalan 2 mobil mewah tersebut berpisah, yang satu pergi ke pusat kota dan yang sati lagi pergi ke darah pinggiran kota.


"Lord… jika boleh tau siapa orang yang akan Lord temui…?" Ucap Aldo bertanya sambil mengendarai mobil.


"Orang yang akan kita temui adalah orang yang aku sengaja selundupkan ke dalam Octa Grup, untuk menyelidiki siapa yang tidak bersikap jujur dan menggunakan jabatannya dengan semena-mena…" Jawab Viky.


Aldo tidak menjawab dan dia hanya fokus mengendarai mobilnya dan mengikuti arahan dari Viky, belok kiri dan boleh kanan serta lurus.


"Kamu carilah tempat parkir di taman yang berada di depan itu…" Ucap Viky menunjuk ke ara taman yang berada tidak jauh dari mobilnya saat itu.


"Baik Lord…" Jawab Aldo, kemudian dia mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya.


Setelah mendapatkan tempat parkit untuk mobilnya, Viky turun dari mobil dan berjalan ke arah tengah taman tersebut serta Aldo yang mengikutinya di belang, dan di tengah taman tersebut terlihat ada beberapa orang sudah menunggu Viky.


"Heemm…" Jawab Viky dengan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah aku tidak punya banyak waktu, kalian laporkan saja satu persatu apa yang kalian temukan dan sesuai apa yang aku minta dari kalian…" Ucap Viky tanpa basa-basi lagi.


"Baik tuan, mungkin bisa di mulai dari aku… dan ini daftar orang-orang yang tidak mempunyai keahlian dan berada di Octa Grup hanya untuk menumpang nama dan memakan gaji buta…" Ucap salah seorang yang berada di tengah taman tersebut, dengan berjalan maju dan memberikan sebuah kertas kepada Viky.


"Baik, terima kasih… untuk bayarannya nanti akan aku kirim kan langsung ke rekening kamu, sesuai kesepakatan awal kita…" Jawab Viky dengan mengambil kertas yang di berikan orang tersebut.


Setelah orang pertama tadi melaporkan hasil penyelidikannya kemudian di susul oleh orang ke 2 dan ke 3 dan begitulah seterusnya, sampai pada 2 orang terakhir.


"Tuan… aku hanya bisa melaporkan satu nama dan itu juga orang yang tuan suruh untuk selidiki, setelah aku bertemu dan berbicara dengan dia… hasil yang di dapat adalah, jika ingin masuk dan menjadi karyawan di Octa Grup ada beberapa pilihan, yang pertama adalah masalah uang, seberapa besar uang yang di berikan maka jabatan yang di dapat akan cukup tinggi, dan untuk yang ke 2 masalah wanita, wanita mana yang paling cantik dan paling memuaskan di atas ranjang, maka orang yang memberikan wanita tersebut juga akan mendapatkan jabatan yang cukup tinggi pula… hanya itu yang dia berikan pilihan untuk saya, dan mungkin masih banyak pilihan yang lain untuk dapat bisa masuk ke Octa Grup dengan mudah…" Ucap Orang ke 2 terakhir melaporkan.


"Baiklah… aku rasa sudah semuanya melaporkan hasilnya kepada aku… terima kasih sudah mau bekerja untuk aku, dan untuk masalah bayarannya nanti akan aku kirim langsung ke rekening kalian, mungkin dalam 1 atau 2 jam uangnya sudah masuk ke dalam rekening kalian… tapi jika yang kalian laporkan kepadaku adalah sebuah kesalahan, atau kalian hanya melakukan pekerjaan ini secara asal dan melakukan kecurangan maka bukan hanya kalian yang akan menanggung semua akibatnya…" Ucap Viky, dengan sorot mata yang tajam dan sedikit mengancam semua orang yang berada di sana.

__ADS_1


"Baik Tuan… aku mewakili semua yang ada di sini, aku rasa tidak ada yang melakukan kecurangan dalam pekerjaan yang tuan berikan… karena jika itu terjadi maka konsekuensi yang di dapat bukan hanya kepada kami, tapi keluarga kami. dan hal itu yang kami semua takutkan, jadi kami menjalankan semua tugas ini dengan sangat benar…" Jawab salah seorang yang berada di sana dengan memberanikan diri menjawab perkataan dari Viky.


"Baiklah… aku berharap apa yang di katakan orang ini adalah sama dengan yang lainnya, dan setelah uangnya masuk ke dalam rekening kalian, kalian semua, jangan pernah mengungkit hal ini dan berpikirlah bahwa hari ini tidak pernah terjadi… kalian boleh pergi sekarang…" Ucap Viky dengan menunjuk ke orang yang berbicara tadi, dan menyuruh semua orang untuk segera bubar dari sana


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2