Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 147 Pergantian Pemimpin


__ADS_3

Pergantian Pemimpin


"Tapi kak Viky… aku belum siap untuk memimpin sebuah keluarga… aku saja baru lulus kuliah, kakak aku yang sudah siap dan dia juga udah berpengalaman dalam hal berbisnis dan memimpin… dan juga aku yakin ayahku dan semua orang-orang keluarga Ma pasti tidak akan setuju dengan itu…" Jawab Vanteko, dengan nada merendah, dan menolak Viky.


"Coba kamu tanyakan saja dulu kepada semua orang setuju atau tidak… jangan main asal bilang tidak setuju saja…" Jawab Viky namun di kalimat terakhir Viky menggeplak kepala Vanteko dengan pelan.


"Aduh…" Vanteko mengusap-usap kepalanya yang di pukul oleh Viky, walau tidak keras tapi cukup sedikit sakit.


"A-ku… aku sangat setuju… lagian aku juga ingin pensiun lebih awal…" Ucap Lega Ma dan dia berusaha susah payah untuk berdiri.


Lega Ma berkata seperti itu karena dia melihat kedekatan Viky dengan anaknya, dan juga dia baru pertama kali melihat anaknya yang sedikit ceria, yang mana biasanya Vanteko sangat dingin terhadap semua orang, dan dia juga yakin pasti ada sesuatu di balik Viky, karena Vanteko pun bukan orang yang suka bertindak gegabah jadi dia hanya bisa setuju dengan apa yang Viky minta dan menyerahkan jabatan sebagai kepala keluarga Ma.


Kemudian Cipto Ma berdiri dan berkata: "Aku juga setuju… jika adikku yang menjadi kepala keluarga…" Ucap Cipto Ma melihat ke arah Vanteko dan Viky secara bergantian.


"Kamu berbicara sih berbicara… tapi siapa juga yang memperbolehkan kamu untuk berdiri…" Ucap Viky melihat ke arah Cipto dengan tatapan yang tajam, dan Cipto Ma pun kembali duduk di lantai dengan canggung.


"Aku bisa memaafkan semua orang-orang keluarga kamu, tapi tidak untuk kamu… hukuman jelas hukuman, dan harus kamu lalui…" Lanjut Viky berkata.


"Teko… Jadi bagaimana sekarang… apa kamu masih mau menolak lagi…" Tanya Viky berbalik melihat ke arah Vanteko, namun tatapan tajam Viky yang tadi melihat ke arah Cipto sudah hilang dan di gantikan dengan sebuh senyuman.


"Orang-orang dari Keluarga Ma belum memberikan jawaban mereka akan setuju atau tidak…" Jawab Vanteko.


"Aku… Aku setuju jika Tuan muda ke 3 menjadi pemimpin keluarga Ma…" Ucap Salah seorang dari keluarga Ma tiba-tiba setelah Vanteko selesai berkata.


"Iya Benar… aku juga setuju…" Timpal yang lain.


"Aku… aku… aku…" kemudian terdengar suara dari orang-orang keluarga Ma berucap mereka setuju dengan Vanteko menjadi kepala keluarga dari keluarga Ma.


Raut wajah Vanteko berubah rumit setelah mendengar ucapan dari orang-orang keluarga Ma, dia sebenarnya belum siap, dan belum punya pengalaman dalam hal apa pun.

__ADS_1


"Sekarang apa lagi yang menjadi alasan kamu untuk menolaknya… semua orang sudah setuju kamu menjadi pemimpin mereka…" Ucap Viky melihat ke arah Vanteko.


"Tapi Kak Viky… aku belum mempunyai pengalaman dalam hal apa pun, apa lagi sekarang aku harus mengurus dan memimpin sebuah keluarga Besar… bisa hancur nanti keluarga ini jika aku pimpin…" Jawab Vanteko dengan nada sedikit lemas.


"Apa kamu sudah lupa dengan kak kamu ini… kalau soal memimpin orang kamu bisa berbicara dengan aku… tapi kalau soal berbisnis kamu bisa pergi dan bertanya kepada Deky…" Jawab Viky kembali dengan menunjuk ke arah Deky.


"Benar… Tuan Muda bisa pergi menemui aku di Octa Grup jika ingin belajar berbisnis… aku akan ada di sana setiap saat…" Jawab Deky dengan sopan kepada Vanteko Ma.


"Baiklah… baiklah… aku tidak bisa menghindar lagi dan juga dari dulu memang aku tidak bisa bilang tidak jika kakak sudah berbicara…" Jawab Vanteko dengan sedikit pasrah.


"Baiklah kalau begitu… aku pulang dulu, karena acara di sini sudah tidak memungkinkan untuk di lanjutkan… tapi nanti kita bisa mengulang acara makan malam ini…" Ucap Viky dengan melihat sekeliling dan memang keadaan di sana sudah sangat berantakan akibat pertarungan dan juga berkumpulnya orang-orang dari keluarga Ma yang ingin melihat lebih dekat kejadian di sekitar meja utama.


"Aku antar kakak pulang…" Ucap Vanteko Ma menawarkan diri untuk mengantar pulang Viky.


"Tidak perlu… aku ke sini juga naik mobil… kamu bereskan saja semua kekacauan ini… dan juga kamu obati ayah kamu… aku tidak menyerang dia di titik lemahnya jadi dia hanya mengalami luka biasa dan juga kamu urus Kak kamu itu…" Jawab Viky namun di kalimat terakhir dia melihat ke arah Cipto Ma dengan wajah dingin dan tatapan yang tajam.


Viky menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah Jarvice Neo dan Sushi Neo.


"Besok malam aku akan pergi ke kediaman keluarga Ma untuk menyelesaikan semua masalah ini… dan mengembalikan kehormatan Herman dan keluarganya…" Ucap Viky setelah berada di hadapan Jarvice dengan mata yang tajam menatap mata Jarvice Neo.


Jarvice Neo mendengar kata-kata dan tatapan tajam dari Viky tubuhnya gemetar ketakutan dan keringat dingin kembali membasahi punggungnya, sedangkan Nenek Sushi, dia hanya diam saja, namun ekspresi wajahnya terlihat sangat ketakutan walau tubuhnya tidak gemetar dan juga tidak keluar keringat dingin, karena mungkin bisa jadi dari pengalaman juga dia bisa seperti itu.


Kemudian Viky berbalik melihat ke arah Herman dan yang lainnya.


"Ayo kita kembali…" Ucap Viky, kepada Herman dan yang lainnya, kemudian dia berjalan meninggalkan aula tersebut, namun baru satu langkah Viky melangkahkan kakinya, dari arah belakang Rere berlari dan memeluk lengan Viky, Viky awalnya sedikit kaget, tapi setelah dia tahu bahwa itu Rere, dia tidak menolak Rere memeluk tangannya. dan terus berjalan ke arah luar dengan Rere yang berada di sampingnya.


Semua orang memberikan jalan untuk Viky dan yang lainnya, namun mata mereka semua tertuju dan menatap ke arah Viky. ada ketakutan dan kebahagian di mata semua orang-orang keluarga Ma saat itu.


Di saat Viky sudah tidak terlihat lagi di mata semua orang, ruangan aula pun menjadi hening dan sangat canggung, mereka semua menatap ke arah Vanteko, dan menunggu apa yang akan di lakukan setelah ini.

__ADS_1


"Baiklah… kalian semua istirahatlah dulu untuk malam ini… besok malam kita semua berkumpul lagi untuk membahas semua masalah yang terjadi… dan aku juga ingin mengobati dulu luka ayahku…" Ucap Vanteko, dengan melihat ke semua orang yang berada di sana. Jika dia tidak mengucapkan sesuatu, semua orang pasti akan diam di tempat dan tidak melakukan apa-apa dan menunggu perintah atau ucapan dari Vanteko. mau bagaimana pun Vanteko Ma saat ini sudah resmi menjadi kepala keluarga Ma, dan dia mau tidak mau harus menerimanya demi keselamatan semua orang-orang keluarga Ma dan juga demi orang-orang yang dia sayang.


Sebenarnya tidak ada kerugian yang besar bagi keluarga Ma tapi yang ada malah keuntungan, jika Vanteko Ma menjabat menjadi kepala keluarga Ma, namun bagi Vanteko Ma semua itu tetap lah beban yang sangat besar yang berada di pundaknya saat ini, masa depan keluarga Ma sekarang berada di tangannya, baik dan juga buruknya bagaimana dia nanti memimpin keluarga Ma.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2