
Kesadaran Dari Rere
Viky kembali ke tempat Rere dan Tiger berada, dengan pedang yang ada di tangannya masih berlumuran darah.
"Viky… apa kamu baik-baik saja…? kamu tidak terluka kan…?" Ucap Rere bertanya kepada Viky dengan nada dan raut wajah yang cemas, karena dia melihat banyak orang yang terluka yang di bawa ke arah barak oleh yang lain, dengan luka cukup parah atau hanya luka ringan.
"Kamu tidak perlu khawatir… musuh kecil seperti mereka tidak akan mampu untuk bisa melukai aku… bahkan menggores baju yang aku pakai saja mereka tidak akan mampu…" Jawab Viky mencoba menenangkan Rere.
"Tapi itu, di baju kamu banyak sekali darah… itu bukan darah kamu kan…?" Ucap Rere yang masih belum tenang dan menanyakan tentang darah yang ada di baju Viky, karena hampir semua baju Viky berlumuran darah.
"Semua ini adalah darah dari orang-orang atau musuh yang aku bunuh… inilah akibat yang akan mereka terima jika ada orang yang ingin berbuat jahat terhadap aku, keluarga aku, dan juga orang-orang yang setia mengikuti aku…" Jawab Viky.
Rere tidak menjawab perkataan dari Viky, namun dia menatap ke arah Viky dengan tatapan yang berbeda dari biasanya.
"Apa semua masalah harus di selesaikan dengan cara seperti ini…? apa tidak ada jalan lain selain saling membunuh…? kamu lihat kan, bukan hanya pihak lain yang mengalami kematian atau terluka, tapi orang-orang kamu juga ada yang mati dan juga ada yang terluka, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengalami luka yang cukup serius…" Ucap Rere yang kembali bertanya, sambil menunjuk ke arah orang-orang dari Viky yang terluka yang sedang menuju ke arah barak untuk mendapatkan pengobatan dan juga ke arah orang yang mati yang dijejerkan di tempat yang tidak jauh dari Rere berdiri saat ini.
"Jika aku bisa, aku juga tidak ingin hal ini terjadi, namun keadaan yang memaksa aku untuk melakukan hal ini… jadi jika aku mengalah, mungkin kematian yang lebih tragis akan menimpa aku dan orang-orang aku… oleh karena itu dari dulu aku selalu bilang kepada kamu, untuk menunjukan kepada orang lain siapa kamu… aku tahu hal itu akan sangat sulit untuk kamu lakukan, tapi kamu juga masih bisa bersikap lemah lembut hanya saja kamu harus tahu siapa orang yang layak mendapatkan hal itu…" Jawab Viky, dengan maksud mengatakan kepada Rere atas maksud dan tujuan dia dulu agar Rere bisa berubah, namun bukan berubah Rere sepenuhnya melainkan Rere harus bisa membedakan mana yang pantas mendapatkan kelembutan dari Rere mana yang tidak pantas.
"Baiklah… setelah semua yang terjadi saat ini sekarang aku mengerti kenapa dulu kamu selalu menyuruh aku untuk berubah, aku selalu berpikir kenapa harus berperang jika bisa di bicarakan baik-baik, tapi setelah kejadian ini, mungkin jalan terbaiknya adalah sebuah peperangan… tapi aku ingin tahu bagaimana nasib selanjutnya dari sebuah keluarga yang di tinggal mati dalam sebuah peperangan…? walau pun mungkin tidak semua yang mati sudah mempunyai istri dan anak, namun bisa saja mereka itu adalah tulang punggung dari keluarganya…" Ucap Rere sambil menganggukkan kepalanya, karena dia sudah mengerti maksud dan tujuan serta keinginan Viky dari dirinya, namun dia kalimat terakhir dia bertanya tentang nasib keluarga dari orang-orang Viky yang mati dalam pertempuran kali ini.
"Sebelum membahas nasib dari keluarga mereka, perlu kamu tahu ketika mereka berjanji untuk setia mengikuti aku, secara tidak langsung mereka sudah menyerahkan nyawa mereka untuk aku, namun banyak keuntungan yang bisa mereka dapatkan salah satunya untuk masalah keuangan bisa di bilang aku sudah menjamin mereka dan juga keluarga mereka, dan ketika mereka gugur saat di medan perang seperti ini, untuk awal, aku akan memberikan sedikit uang sebagai tanda belasungkawa untuk keluarganya, dan untuk seterusnya, pihak keluarganya akan menerima uang gaji yang sama di saat orang yang gugur tersebut masih hidup, walau pun orang tersebut sudah tidak ada, atau sudah gugur di medan perang… untuk lebih jelasnya mungkin nanti kamu bisa ikut aku pergi ke salah satu rumah keluarga yang mati di sini…" Jawab Viky menjelaskan kepada Rere sedikit tentang nasib dan keuntungan untuk keluarga semua orang yang mengikuti dia.
"Baiklah… mungkin nanti aku akan ikut pergi bersama kamu untuk berkunjung ke salah satu rumah keluarga dari orang yang mati di sini… dan aku juga bisa sedikit bernapas lega jika apa yang kamu lakukan memang seperti itu kepada keluarga dari semua orang yang ada di sini…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit tentang, setelah mendengar jawaban dari Viky, karena dia takut bahwa nasib dari keluarga yang mati di dalam sebuah peperangan mereka akan mengalami penurunan ekonomi dari keluarganya, atau keluarganya akan sengsara setelah tulang punggungnya tidak ada.
__ADS_1
"Aku tahu ke khawatiran kamu, tapi kamu tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan, aku tidak akan melupakan orang yang setia kepada aku, bahkan di saat mereka sudah tidak ada sekali pun, karena aku selalu menekankan kepada semua orang bahwa keluarga mereka adalah keluarga kita juga… kamu bisa tanyakan sendiri kepada siapa pun orangnya yang berada di sini…" Jawab Viky dengan tersenyum lembut kepada Rere, sebenarnya dia ingin mengelus lembut kepala Rere, namun ketika dia melihat bahwa tangannya masih penuh dengan darah, dia hanya bisa tersenyum saja.
Ketika Viky selesai berkata, Aldo sudah berada di dekat Viky,
"Lord… maaf, semua orang yang tersisa dari pihak musuh semuanya sudah berkumpul di tempat tadi, namun ada satu orang yang meminta ijin kepada saya untuk bisa bertemu dengan Lord, aku tidak tahu apa tujuan dia ingin bertemu secara pribadi dengan Lord…" Ucap Aldo, melaporkan hasil dari perintah dari Viky tadi.
"Baiklah… kita lihat apa tujuan dari orang tersebut ingin bertemu dengan aku secara pribadi… dan aku juga ingin tahu seberapa banyak orang yang tersisa dari pihak Fast yang masih hidup… serta aku juga masih punya urusan yang belum selesai dengan Fast…" Jawab Viky, atas laporan dari Aldo.
"Rere, ayo kita lihat, apa orang yang memukul kamu masih hidup dan berada di antar orang-orang yang sudah di kumpulkan di sana…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Rere dan mengajak Rere untuk pergi ke tempat semua orang-orang dari pihak Fast berkumpul.
Rere hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian Viku berjalan ke arah tempat berkumpulnya sisa dari orang-orang Fast berada, di ikuti oleh Rere yang berada di sampingnya serta Aldo, Tiger dan yang lainnya mengikuti Viky dari belakang.
Orang-orang dari pihak Fast, saat ini sedang berkumpul dan berlutut, serta di kelilingi oleh orang-orang dari Viky, dan Fast juga termasuk salah satu di antara semua orang yang sedang berlutut tersebut.
"Hentikan…" Ucap Viky menghentikan tindakan dari orangnya yang akan menebas leher orang yang berdiri tersebut, di saat pedang dari orang Viky hampir mengenai leher orang tersebut, dan nya tinggal sekitar 1 centi untuk menyentuk leher orang yang berdiri tersebut.
"Maaf Lord… saya tidak tahu, saya melakukan hal itu hanya karena reflek saja…" Ucap orang Viky yang akan menebas leher orang yang berdiri tadi.
"Tidak apa-apa, aku mengerti, tindakan yang kamu lakukan sangat bagus dalam membuat sebuah keputusan yang cepat… dan juga pengontrolan kekuatan kamu juga sangat stabil… " Ucap Viky memuji orang tersebut, namun pujian dari Viky sebenarnya bukan karena tindakan dia yang akan menebas leher dari orang yang berdiri, namun karena menghentikan tindakan setelah di perintahkan berhenti oleh Viky.
Orang tersebut tidak menjawab kata-kata dari Viky, dan hanya diam sambil menundukkan kepalanya saja, namun di hatinya dia merasa sangat bahagia di puji oleh Viky, karena hasil kerja keras dari latihan yang dia lakukan tidak sia-sia, karena mendapatkan sebuah pujian dari Viky.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1