
Bukan Jalan Pintas Untuk Sukses
"Yah… aku tidak bisa memutuskan untuk menerima bantuan dari kamu atau tidak… semuanya kembali lagi kepada Reva, mau menerima bantuan dari kamu atau tidak…" Jawab Beben, dengan melihat ke arah Reva.
Namun Reva hanya diam saja tidak berkata apa pun, dia juga bingung mau menerima bantuan dari Viky atau tidak, jika dia menolaknya, dia tidak enak kepada Viky yang sudah mau membantunya, jika Reva menerimanya, maka usaha yang dia lakukan selama ini, akan sedikit sia-sia.
"Reva… Beben… aku ingin kalian ber 2 bisa sukses dan berjalan bersama-sama di samping aku… tapi aku hanya bisa memberikan sebuah jalan untuk kalian ber 2… selebihnya itu tergantung dari kalian, mau menggunakan jalan tersebut dengan baik atau tidak… aku tidak akan membantu kalian dengan cara jalan pintas, karena jika itu terjadi maka kalian tidak akan mempunyai pondasi yang kuat di masa depan… jika penopangnya sangat kuat sekalipun, pondasi yang rapuh akan runtuh hanya dengan angin yang kecil… aku hanya memberi saran kepada kalian ber 2 sebagai sahabat terbaik aku… dan tidak ada maksud yang lain…" Ucap Viky berkata dengan sangat serius dan memberikan sebuah nasihat kepada Reva dan juga Beben.
"Sudahlah… kita pergi sekarang… aku sudah sangat lapar sekali… oh iya tapi kita pergi dengan memakai mobil kamu yah Beben, karena aku tadi pergi ke sini dengan menggunakan mobil dari Divisi perang…" Lanjut Viky berkata dengan mengajak semua orang untuk segera pergi dari sana.
"Baiklah… tapi kita akan pergi makan dimana…?" Jawab Beben dan bertanya kepada Viky, sambil berdiri dari sofa, dan mengambil kunci mobil yang berada di atas meja kerjanya.
"Aku sih terserah kalian saja mau makan dimana… oh iya Reva apa kamu punya rekomendasi tempat makan yang bagus di dekat sini…?" Jawab Viky dengan berbalik melihat ke arah Reva.
"Ada sih di dekat sini… tapi aku tidak tahu apa tempat di sana masih kosong atau tidak… soalnya biasanya kalau jak segini suka penuh pengunjung…" Jawab Reva dengan berdiri dari sofa.
"Yah sudah kita coba lihat dulu saja ke sana… jika tempatnya penuh, maka cari tempat yang lain saja, yang tidak jauh dari sini…" Jawab Viky.
Kemudian mereka ber 4 pergi dari bank tersebut menuju ke tempat makan yang di rekomendasikan oleh Reva tadi dengan menggunakan mobil Beben, dan untuk Rere, dia masih memakai baju awal, karena baju yang Rere pakai tidak terlalu mencolok dan juga memang baju biasa di pakai di Divisi perang, atau bisa di bilang, setinggi apa pun posisi suaminya di dalam Divisi perang baju yang di kenakan oleh istrinya tidak ada sesuatu yang istimewa, jadi hal itu tidak menjadi pusat perhatian semua orang.
Dengan arahan dari Reva tidak lama mereka ber 4 telah sampai di sebuah restoran yang cukup mewah, yang mana pengunjung di sana terlihat cukup banyak, entah karena makanannya enak atau karena makanan yang murah tapi dengan tempat yang cukup mewah.
Mereke ber 4 berjalan masuk ke dalam restoran, dengan posisi Rere menggandeng lengan Viky, dan Reva juga menggandeng lengan Beben, Reva sekarang sudah tidak merasa canggung dan menutupi lagi dengan hubungan antara dia dan Beben di hadapan Viky.
"Selamat datang tuan… di restoran kami untuk saat ini ruangan dan tempat biasa sudah penuh dengan pelanggan… hanya tersisa ruangan VVIP saja tuan… jika tuan ingin mengisi ruangan VVIP akan kami siapkan… jika tuan tidak mau, maka tuan-tuan dan Nyonya-nyonya harus menunggu sebentar sampai ada tempat atau ruangan yang kosong…" Ucap seorang petugas dengan sopan yang sedang berjaga di pintu masuk menjelaskan situasi yang ada di dalam restoran kepada Viky, yang baru saja masuk melewati pintu.
"Tidak apa-apa… kamu segera siapkan saja tempatnya…" Jawab Viky.
__ADS_1
"Baik tuan… mari ikut saya…" Jawab si petugas yang berjaga di pintu masuk dan mempersilahkan Viky beserta yang lainnya untuk mengikutinya.
Kemudian mereka ber 4 pun berjalan pergi mengikuti si petugas penjaga pintu tadi, mereka ber 4 di bawa ke salah satu ruangan yang mana di dalam ruangan tersebut hanya terdapat sofa saja.
"Maaf Tuan untuk ruangan VVIP, tuan harus menunggu dulu sebentar, karena ruangannya akan kami siapkan terlebih dulu… dan aku akan memberitahukan kepada pelayan yang akan melayani tuan-tuan dan Nyonya-nyonya nanti… sebelum saya pergi, apa ada hal yang perlu saya bantu lagi Tuan…?" Ucap si penjaga pintu tadi menjelaskan kepada Viky dan semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut, dan dia juga menawarkan diri jika ada hal yang perlu di bantu sebelum dia pergi dari ruangan tersebut.
"Tidak… kamu bisa pergi sekarang… tapi kalau bisa jangan terlalu lama… aku sudah sangat lapar…" Jawab Viky memberikan ijin kepada si petugas penjaga untuk bisa pergi dari sana.
Setelah mendapat jawaban dari Viky, kemudian si petugas penjaga pun pergi meninggalkan ruangan tersebut, kemudian Viky mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Kamu sekarang sedang berada di mana…?" Ucap Viky bertanya setelah telponnya tersambung.
"Maaf… ini siapa…?" Jawab seorang perempuan dengan lembut di lain telpon.
"Ini aku Viky… apa kamu hari ini sedang sibuk…?" Jawab Viky kemudian balik bertanya kepada orang yang ada di balik telpon.
"Jika tidak sibuk, bisakah kamu pergi ke sini sekarang…? ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepada kamu…" Ucap Viky bertanya kembali, namun sebenarnya bukan bertanya tapi menyuruh lawan bicaranya untuk datang ke tempat Viky sekarang.
"Dimana…? memangnya hal penting apa…? apa tidak bisa di katakan lewat telpon saja…?" Jawab perempuan di balik telpon yang bertanya terus menerus kepada Viky.
"Nanti aku kirim alamatnya kepada kamu… jika bisa aku bicarakan di telpon untuk apa aku menyuruh kamu untuk pergi ke sini…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit kesal kepada orang yang sedang berbicara dengannya di telpon.
"Baiklah… baiklah… aku akan bersiap-siap dulu, kamu kirim saja alamatnya sekarang… oh iya Viky, bagaimana dengan proyek yang aku bicarakan kemarin apa sudah ada hasil dari tuan besar…?" Jawab perempuan tersebut, dan bertanya tentang sebuah proyek kepada Viky.
"Aku menyuruh kamu ke sini itu, untuk membicarakan proyek tersebut… aku akan beri kamu waktu 15 menit, jika kamu tidak datang, maka proyek tersebut akan hangus…" Jawab Viky dengan mengancam orang yang ada di balik telpon tersebut, tapi bukan maksud untuk mengancam beneran karena dari nada Viky dia sedikit bercanda kepada orang yang sedang berbicara dengannya di telpon.
"Bagaimana bisa…? aku saja tidak tahu bisa sampai ke sana dalam waktu 15 menit atau tidak… jika jaraknya dekat, 5 menit pun aku bisa sampai ke sana dengan cepat…" Jawab perempuan di balik telpon dengan nada yang sedikit kesal kepada Viky.
__ADS_1
"Maka dari itu kamu harus segera cepat pergi ke sini…" Jawab Viky, dan tanpa mendengar jawaban si perempuan di balik telpon, Viky sudah memutuskan telponnya.
Sebelum memasukan ponselnya kembali ke dalam sakunya, Viky mengirimkan alamat restoran tersebut kepada no yang baru saja dia hubungi.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...