
Akan Terjadi Perang Dunia Ke-4
Viky, Vanteko Ma dan Dewi, mereka ber 3 hanya mengobrol santai sambil meminum anggur yang Viky keluarkan dari dalam kulkas tapi untuk Dewi dia hanya meminum, minuman bersoda biasa karena dia masih belum terbiasa untuk meminum anggur, dan masih sering tidak bisa mengontrol diri sendiri di saat meminum anggur.
Tidak terasa waktu pun sudah sore, Viky mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Rere.
"Rere kamu dimana sekarang…?" Ucap Viky bertanya kepada Rere setelah panggilan dengan Rere terhubung.
"Aku masih bersama dengan Nayla dan Juga Aqila… kenapa memangnya…?" Jawab Rere di balik telpon dan balik bertanya kepada Viky.
"Tidak apa-apa aku hanya ingin tahu saja bahwa kamu dalam keadaan baik-baik saja… oh iya Rere apa kamu mau ikut pergi ke kediaman keluarga Long atau tidak…?" Jawab Viky dengan nada yang sedikit lega bahwa Rere dalam keadaan baik-baik saja karena masih bisa menjawab telpon darinya dan Viky juga balik bertanya kepada Rere.
"Aku tidak tahu… karena tadi Aqila mengajak aku untuk pergi ke tempat karaoke… jika boleh, aku ingin pergi bersama teman-teman aku… jika tidak aku akan kembali sebentar lagi…" Jawab Rere, menolak ajakan dari Viky secara halus.
"Yah sudah, kalau kamu masih ingin bersama dengan teman-teman kamu dan pergi ke tempat karaoke… tapi jika ada apa-apa kamu harus cepat hubungi aku…" Jawab Viky yang mengerti dengan posisi Rere yang masih sangat rindu dengan teman-temannya.
"Kamu pergi ke sana pakai mobil atau naik taksi…?" Lanjut Viky bertanya kepada Rere.
"Aku kesini pakai mobil ayah… karena kata mamah tadi, ayah tidak tahu kenapa pergi ke Octa Grup naik taksi… dan juga ketika aku tadi pulang, ibu dan juga Lisa sepertinya belum kembali karena aku tidak melihat ada mobil di depan rumah kamu…" Jawab Rere.
"Yah sudah kalau begitu kamu lanjutkan saja acara kamu, kamu hati-hati yah…" Jawab Viky, kemudian dia mematikan telponnya.
Viky tidak langsung memasukan ponselnya ke dalam sakunya tapi dia melakukan panggilan lain.
"Ayah… apa ayah sedang sibuk…?" Ucap Viky bertanya setelah panggilan ke 2 tersambung, dan yang dia hubungi adalah Herman.
"Yah… aku sangat sibuk sekarang ini… kenapa memangnya…?" Jawab Herman dengan nada yang sedikit kesal kepada Viky, karena di pikiran Herman Viky sudah tahu bahwa Herman pasti akan sangat sibuk sekarang-sekarang ini.
__ADS_1
"Tidak… aku hanya bertanya saja… oh iya ayah, ayah tadi pagi pergi ke Octa Grup naik taksi…? kenapa tidak pakai mobil ayah…?" Ucap Viky yang bertanya kembali kepada Herman.
"Tidak apa-apa aku hanya ingin naik taksi saja… memangnya ada yang salah yah jika aku pergi ke Octa Grup naik taksi…?" Jawab Herman yang tidak mau memberitahukan kepada Viky tentang alasan dia kenapa pergi ke Octa Grup naik taksi.
"Tidak juga sih… ayah mau pergi naik taksi atau berjalan sekali pun itu terserah ayah…" Jawab Viky dengan sedikit kesal karena Herman menjawab pertanyaannya secara asal.
"Ayah… nanti malam aku akan pergi ke kediaman keluarga Long… apa ayah bisa ikut pergi bersama aku ke sana…?" Lanjut Viky bertanya dan memang hal itu tujuan Viky menelpon Herman.
"Aku rasa tidak… aku sangat lelah sekali, dan ingin cepat-cepat pulang ke rumah untuk beristirahat… kenapa kamu tidak mengajak Rere saja bersama kamu…? apa dia sudah ada di situ bersama kami sekarang…?" Ucap Herman yang menolak ajakan dari Viky dan menyuruh Viky untuk mengajak Rere saja.
"Rere tidak sedang bersama aku… dia sedang bersama teman-temannya dan dia juga tidak bisa ikut karena masih ingin main bersama teman-temannya… dan mobil ayah juga di pakai oleh Rere…" Jawab Viky memberitahu Herman tentang dimana Rere dang sedang apa dia sekarang.
"Oh seperti itu… yah kamu pergi saja sendiri ke sana… tadi aku lihat Deky juga sudah terlihat sangat lelah dan butuh istirahat…" Jawab Herman yang memberitahukan tentang Deky kepada Viky, karena dia juga tahu seberapa lelahnya Deky mengurus semua pekerjaan yang ada di Octa Grup sekarang ini.
"Aku akan di temani oleh Vanteko Ma dan Dewi untuk pergi ke sana… jika ayah nanti mau pulang, minta lah Deky untuk mengantar ayah, atau ayah bisa meminta sopir yang ada di Octa Grup untuk mengantar ayah, karena Aldo saat ini mungkin sedang bersenang-senang dengan yang lain di suatu tempat…" Ucap Viky, dan memberitahukan kepada Herman Bahwa Aldo tidak akan bisa mengantar Herman untuk pulang.
"Kenapa kamu tidak ikut bersenang-senang dengan mereka…?" Jawab Herman dengan nada yang sedikit marah, karena dia bekerja dan membereskan semua masalah yang ada di Octa Grup yang Viky timbulkan, dan dia juga berpikir bahwa Viky sedang bersenang-senang atau baru selesai bersenang-senang bersama Aldo dengan yang lainnya.
"Iya… iya… terserah kamu sajalah… kamu dan Aldo mau bersenang-senang dengan cara yang seperti apa pun atau berbeda dari orang lain… aku tidak akan mau ikut bersenang-senang dengan kalian… karena aku takut Novi tahu dan nanti akan ada perang dunia ke 4…" Jawab Herman yang tidak mau tahu tentang urusan Viky dan Aldo.
"Perang dunia ke 4…? perang dunia ke 3 saja belum, bagaimana bisa terjadi perang dunia ke 4…?" Jawab Viky yang tidak paham dengan apa yang Harman maksud.
"Kamu cari tahu saja sendiri…? aku sedang sibuk sekarang ini jika tidak ada hal lain yang perlu di bicarakan, aku akan melanjutkan pekerjaan aku…" Jawab Herman dengan kesal karena Viky sudah menganggu pekerjaannya.
"Baiklah… baiklah… ayah bisa lanjutkan pekerjaan ayah, dan maaf sudah merepotkan ayah dengan semua ini…" Jawab Viky dengan sedikit melunak dan meminta maaf kepada Herman, dia juga tahu bahwa Herman pasti sangat lelah dengan apa yang dia kerjaan sekarang, tapi itu juga demi kebaikan Herman di masa depan nanti.
"Iya tidak apa-apa… yah sudah kamu lanjutkan saja urusan kamu sekarang… aku juga akan melanjutkan pekerjaan aku…" Jawab Harman dengan nada yang serius dan juga sedikit melunak, dan tidak seperti sebelumnya yang hanya asal menjawab, kemudian Herman memutuskan telponnya dengan Viky, dan dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda akibat di telpon oleh Viky.
__ADS_1
Setelah panggilan dengan Herman terputus, Viky pun memasukan ponselnya ke kembali ke dalam sakunya dan kembali mengobrol dengan Vanteko Ma dan juga Dewi.
Waktu pun tidak terasa sudah malam, dan langit yang biru sudah menjadi hitam, serta lampu-lampu juga sudah mulai memancarkan sinarnya untuk menerangi gelapnya malam.
"Kak… ini sudah malam, kapan kita akan berangkat ke kediaman keluarga Long…?" Ucap Vanteko Ma bertanya kepada Viky karena dia melihat bahwa langit di luar sudah berubah menjadi hitam.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...