Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 72 Sahabat Jadi Cinta


__ADS_3

Sahabat jadi Cinta


Setelah Viky menerima kartu yang di berikan oleh Deky, mereka bertiga pergi kembali ke dalam ruangan reuni, dan orang-orang yang berada di sana pun membubarkan diri mereka masing-masing, karena sudah tidak ada hal yang bisa mereka tonton lagi.


Di Siren Country, mau itu siang atau pun malam, suasana di sana tidak lah berbeda hanya sedikit perubahan yang terjadi ketika malam, karena pencahayaan di sana sangat cukup terang, mau siang atau malam sama saja yang membedakannya adalah ketika orang melihat ke arah langit, berwarna hitam atau berwarna biru.


Viky, Reva dan Juga Beben, kembali duduk di meja awal, tapi suasana di sana terlihat berbeda dari sebelumnya sangat canggung, dan tidak ada yang memulai untuk berbicara atau membahas hal lain.


Viky menarik napas dalam-dalam menatap ke arah Reva dan Beben yang masih terdiam tidak berkata atau melakukan pergerakan yang lain.


"Maafkan aku karena sudah melanggar janji kita bertiga dulu aku tahu aku salah karena menyimpan sebuah rahasia dan tidak berkata jujur, tapi aku mempunyai alasan yang sangat kuat untuk tidak menceritakan secara langsung kepada kalian…" Ucap Viky meminta maaf atas kesalahannya.


"Dan yang aku takutkan sekarang sudah terjadi, jika kalian mengetahui semuanya aku tidak ingin kalian berubah dan tetap menjadi kalian yang dulu, karena aku pun masih lah Viky yang dulu yang kalian kenal…" Lanjut Viky dengan nada lemas.


Baik Reva atau Beben hanya diam tidak menjawab ucapan dari Viky. Viky yang mengerti situasi yang terjadi di antara mereka, dia hanya bisa menghela napas berat. Nasi sudah menjadi bubur tidak mungkin mereka bertiga kembali seperti semula.


"Aku tahu kalian berdua pasti sangat marah kepadaku… aku bisa mengerti jika kalian tidak bisa memaafkan aku… tapi yang harus kalian tahu, di hatiku terukir bahwa kalian adalah teman terbaik aku dan tidak ada yang bisa menggantikan kalian berdua…aku berharap kalian bisa memaafkan aku dan kembali seperti dulu… tapi sepertinya itu tidak mungkin…"Ucap Viky dengan nada serak, seperti ingin menangis.


Di saat ini, di pikiran Viky sekarang dia mengingat kembali ke masa lalu dimana di saat mereka bertiga bercanda, bermain dan tertawa bersama, serta menghadapi setiap kesulitan yang terjadi dengan ending yang sedikit bahagia walau kadang dengan tubuh yang terluka. Viky tersenyum sendiri mengingat kejadian di masa lalu, tapi walau begitu raut wajah Viky tetap dalam keadaan sedih.


Yah… siapa yang tidak akan sedih, jika kita akan kehilangan teman terbaik yang selalu ada dan selalu membantu kita di saat kita memerlukan bantuan, membantu tanpa pamrih dan tanpa pikir panjang dengan resiko yang akan di tanggung oleh mereka di masa depan.


Setelah berkata demikian Viky membulatkan tekadnya kemudian berdiri dan hendak meninggalkan meja tersebut, tapi saat Viky akan pergi dari meja tersebut tangan Viky di raih oleh Reva.


"Aku sungguh tidak mengenal kamu yang sekarang… tapi aku berharap kamu tetaplah kamu yang dulu yang kita kenal dan tidak pernah berubah walau hanya sedikit pun…" Ucap Reva dengan memegang tangan Viky, serta raut wajah yang rumit.


"Benar Viky… aku pun berharap sama dengan apa yang Reva harapkan… kita berteman cukup lama, dan sudah sangat mengenal satu sama lain… jadi untuk rahasia yang kamu sembunyikan dari kita, aku sendiri bisa mengerti dan aku yakin kamu punya alasan yang kuat kenapa kamu tidak memberitahu kami berdua…" Timpal Beben.

__ADS_1


Viky menganggukkan kepalanya dan tersenyum bodoh ke arah Reva dan Beben, kemudian Viky duduk kembali di meja tersebut dan mengambil makanan yang ada di piring dan memasukannya ke dalam mulutnya.


"Kamu memang lah Viky yang dulu, yang kita kenal, tidak bisa membaca situasi yang terjadi dan selalu bersikap seenaknya, tidak berubah sedikit pun…" Ucap Beben dengan nada sedikit lemas. dan tangan menepuk jidatnya serta menggeleng-gelengkan kepadanya.


"He…he…he… aku memang lah aku, bukan orang lain, aku yang dulu dan aku yang sekarang masih lah orang yang sama… he…he…he…" Jawab Viky dengan tersenyum bodoh melihat kepada Reva dan Beben secara bergantian.


"Viky sekarang kita sudah tahu semua tetang kamu… nah sekarang apa masih ada yang kamu belum beritahu kepada kita berdua…?" Tanya Reva menatap ke arah Viky.


Viky menarik napas dalam-dalam dan berkata:


"Sebenarnya banyak yang belum aku beri tahu kepada kalian dan akan memakan waktu yang cukup lama jika aku menceritakan semuanya, tapi jika di ambil secara garis besar, statusku lebih tinggi dari Deky pemilik Siren Country dan Octa Grup, tapi itu semua hanya lah sebuah status bagiku dan tidak penting, karena yang terpenting adalah aku memiliki kalian berdua yang selalu berada di sampingku…" Jawab Viky dengan serius.


"Jadi orang besar yang akan menikah di Loka Center di bulan ini, itu adalah kamu…?" Tanya Reva kembali, dari nada nya ada sedikit rasa kecewa kepada Viky.


"Untuk masalah itu, aku pun tidak tahu, tapi untuk masalah aku akan menikah di bulan ini, itu adalah benar… maka dari itu aku tadi sempat bingung, aku harus menjelaskan kepada kamu dari mana…" Jawab Viky


Setelah mendengar kata-kata dari Viky, Reva terdiam sesaat, raut wajahnya berubah rumit. meja tersebut pun kembali menjadi canggung dan hening.


"Jadi sekarang kalian berdua resmi berpacaran atau tidak…?" Ucap Beben dengan asal, melihat ke arah Viky dan juga Reva secara bergantian.


Viky tidak menjawab pertanyaan dari Beben, melainkan menatap ke arah Reva, sekarang Reva di tatap oleh Viky dan Beben, menunggu jawaban apa yang akan keluar dari Reva.


"A-aku… sih tidak masalah Viky mempunyai banyak wanita di luar sana, asalkan dia ada waktu untuk aku dan tidak mempermainkan hati wanita, aku bisa menerima semua itu…" Jawab Reva dengan terbata-bata dan wajah memerah karena malu.


"Jadi… mulai sekarang kalian berdua resmi berpacaran kan… akhirnya setelah sekian lama kalian memendam perasaan kalian masing-masing, sekarang kalian bisa bersatu dan mengungkapkan perasaan kalian masing-masing…" Ucap Beben menyimpulkan kata-kata dari Reva.


Wajah Reva berubah semakin memerah setelah mendengar kata-kata yang Beben ucapkan dan dengan sedikit ragu-ragu Reva berkata:

__ADS_1


"Aku sih terserah dari Viky maunya seperti apa… aku hanya bisa berharap dan tidak bisa memutuskan…" Ucap Reva.


"Aku juga terserah dari Reva, Jika Reva tidak keberatan aku mempunyai wanita lain di luar sana, aku bisa berjanji akan berusaha sekuat yang aku mampu untuk membuat kamu bahagia…" Ucap Viky, di kalimat terakhir yang Viky ucapkan, di melirik ke arah Reva.


"Oh… jadi kesimpulannya Reva akan menerima Viky jika Viky bisa mengatur waktu untuk Reva, dan untuk Viky asalkan Reva bersedia menerima Viky yang mempunyai banyak wanita di luar sana… dan sekarang semuanya sudah jelaskan, selamat yah untuk kalian berdua, cinta kalian bisa bersatu juga…" Ucap Beben, kemudian dia memberi selamat kepada Viky dan juga Reva.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2