
Seorang Pemuda Penuh Luka
Setelah mendengar berita dari Viky, Edi Zhou langsung mengadakan konferensi pers untuk menenangkan semua orang yang ada di Kota Taraka… semua orang bisa bernapas lega setelah mengetahui kebenaran yang di katakan oleh penguasa kota, dan mereka juga kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing seperti sebelumnya, walau pun di langit masih ada Helikopter yang lewat.
Kembali ke Viky, setelah dia selesai berbicara dengan Edi Zhou di telpon, dia berjalan ke arah lapangan dengan aura seorang Lord dan di ikuti oleh Aldo, Tiger, Lion dan juga Cheetah berjalan di belakangnya, dan saat ini di lapangan sudah berbaris dengan rapih Helikopter dengan berbagai tipe, serta orang-orang dari Divisi perang berbaris di samping Base camp dan di setiap Helikopter berdiri seseorang tepat di depan Helikopter yang mana orang tersebut adalah orang yang bawa Helikopter tersebut ke sana.
"Salam Lord…" Ucap orang-orang yang berdiri di depan Helikopter setelah melihat kedatangan Viky dan mereka juga mengambil posisi berlutut satu kaki, tanpa ada aba-aba dari siapa pun, mereka bisa dengan serempak melakukan hal itu semua tanpa ada yang lebih dulu berlutut atau yang tertinggal.
"Kalian semua berdiri lah…" Jawab Viky memerintahkan semua orang untuk berdiri, dengan menggunakan kekuatannya, suara Viky bisa terdengar hingga ujung barisan, setelah mendengar perintah dari Viky semua orang yang berlutut tadi, mereka semua dengan segera berdiri dengan tegak.
"Mungkin kalian sudah mendengar informasi tentang aku akan tinggal di Kota Taraka ini serta membangun sebuah benteng pertahanan di sini dan juga dalam waktu dekat aku akan melangsungkan pernikahan di sini, bersama dengan seorang wanita yang berasal dari Kota Taraka ini… tadinya aku akan memerintahkan Eagle untuk memindahkan semua alat-alat perang ke sini secara bertahap agar tidak menjadi pusat perhatian semua orang, setelah semua persiapan di sini selesai akan tetapi ada sesuatu yang terjadi dan mengharuskan kalian semua datang ke sini sekarang secara bersaman…" Lanjut Viky berkata dengan melihat ke arah semua orang yang berdiri di depan Helikopter.
"Aku memanggil kalian ke sini, karena calon istri aku, di tangkap oleh musuh yang belum di ketahui identitas serta tujuan mereka menangkap calon istri aku… hanya untuk berjaga-jaga jika hal ini di perlukan, karena Jaguar pun belum kembali dari penyelidikannya, dan untuk sekarang, kalian bisa santai terlebih dulu, dan bergabung dengan orang-orang dari Divisi perang yang ada di sini, dan kalian berikan sedikit petunjuk kepada mereka tentang mempergunakan alat-alat kita…" Lanjut Viky berkata dan memberikan perintah kepada semua orang untuk bersantai namun dalam keadaan siaga 1.
"Setelah kalian semua selesai memberikan petunjuk kepada orang-orang dari Divisi perang, kalian buatlah tenda untuk kalian istirahat malam ini… karena rumah yang aku siapkan untuk kalian belum sepenuhnya siap di huni… mungkin besok atau lusa kalian semua sudah bisa menempati rumah tersebut…" Lanjut Viky dengan memberikan perintah lain kepada orang-orang dari pasukan Magnium.
"Baik Lord Jendral…" Jawab semua orang dengan serempak.
Kemudian Viky berbalik dan kembali menuju ke arah rumah, namun saat ini dia tidak duduk lagi di luar, melainkan dia masuk ke dalam rumah, karena hasil dari penyelidikan Jaguar pasti akan memakan waktu yang cukup lama, dan juga akan lebih enak membicarakan langkah apa yang akan di ambil jika berada di dalam sebuah ruangan.
Setelah kepergian Viky, orang-orang dari pasukan Magnium segera berbaur dengan orang dari Divisi perang yang ada di sana dan mereka semua bergabung sesuai keahlian mereka masing-masing, seperti bagian penerbangan Divisi perang bergabung dengan bagian penerbangan pasukan Magnium… begitu juga bagian darat bergabung dengan bagian darat juga.
Orang-orang dari pasukan Magnium memberitahukan serta menjelaskan cara mempergunakan semua alat-alat perang yang ada di sana namun hanya bagian yang tidak ada di alat perang pada umumnya, karena semua alat-alat perang yang ada di sana hanya di miliki oleh pasukan Magnium, karena alat-alat perang tersebut di buat oleh pasukan Magnium sendiri.
"Deky… Bagaimana dengan perumahan yang aku minta tadi pagi, apa kamu sudah mendapatkannya…?" Ucap Viky menghubungi Deky setelah dia duduk di kursi yang biasa dia duduki di dalam rumah.
"Sudah tuan… semuanya sudah beres, surat ijin serta surat kepemilikan sudah atas nama Octa Grup… namun ada yang harus tuan tanda tangani agar perumahan tersebut bisa segera di huni…" Jawab Deky di lain telpon.
__ADS_1
"Baiklah… tapi jika sudah aku tanda tangani apa bisa langsung di tempati…? " Jawab Viky dengan memberikan pertanyaan lain kepada Deky.
"Bisa tuan… tapi rumah di sana masih kosong, masih belum layak untuk bisa di tempati, aku juga baru menghubungi perusahaan lain untuk memasok semua isi rumah yang ada di sana tuan…" Jawab Deky.
"Tidak apa-apa, hanya untuk malam ini saja, karena tempat di sini tidak akan cukup untuk menampung semua orang dari pasukan Magnium yang datang ke sini… dan untuk isi rumahnya nanti, jangan terlalu penuh, samakan saja dengan yang ada di pangkalan pasukan Magnium, karena setiap rumah paling tidak akan di isi oleh 8 sampai 10 orang…" Jawab Viky.
"Baik Tuan…" Jawab Deky, kemudian Viky mematikan telponnya.
"Aldo… aku akan ke Octa Grup dulu sebentar, untuk menandatangani sebuah surat, nanti jika Jaguar datang, bilang padanya untuk menunggu aku sebentar…" Ucap Viky dengan berdiri dari kursinya.
"Baik Lord…" Jawab Aldo, sambil menganggukkan kepalanya.
Kemudian Viky berjalan keluar dari rumah Base camp tersebut, di ikuti oleh Tiger, Lion dan Cheetah untuk mengantar Viky ke depan.
Namun ketika Viky membuka pintu keluar, Eagle sedang berjalan menuju ke arah base camp dan berada tidak jauh dari pintu.
"Sudah Lord… semua alat-alat perang kita sebagian sudah di simpan di Divisi perang, dan sebagian lagi masih di bandara… karena di Divisi perang tempat yang kosong hanya ada sedikit, jadi Glen menyarankan untuk sementara menyimpan sebagian di bandara, selagi dia merapihkan tempat yang ada di Divisi perang… dan orang-orang kita, mereka semua meninta kepada aku untuk bisa bertemu dengan Lord… tapi aku menahan dulu mereka, untuk meminta ijin terlebih dulu kepada Lord…" Jawab Eagle, sambil melaporkan kepada Viky atas apa yang Viky perintahkan kepadanya tadi.
"Jika semuanya sudah aman… mereka semua bisa ke sini dan bergabung dengan yang lain… aku akan ke Octa Grup sebentar… kamu aturlah semuanya di sini terlebih dulu…" Jawab Viky, dengan memberikan ijin kepada orang-orang dari pasukan Magnium untuk bisa bergabung dengan yang lain di sini dan dapat bertemu dengannya.
"Baik Lord…" Jawab Eagle.
"Yoyong… yoyong…" terdengar seseorang berteriak meminta tolong dari arah samping base camp ketika Viky baru melangkah beberapa langkah keluar dari rumah, menuju ke mobilnya.
Sontak orang yang berada tidak jauh dari sana dan mendengar suara minta tolong tersebut, mereka semua berbalik melihat ke arah sumber suara, untuk mengetahui siapa yang berteriak minta tolong dan kenapa juga orang tersebut berteriak meminta pertolongan.
Begitu juga Viky, dia menghentikan langkah kakinya dan berbalik melihat ke arah samping base camp.
__ADS_1
Dari arah samping base camp terlihat seperti seorang pemuda, dan orang tersebut berjalan dengan sempoyongan, dengan seluruh tubuhnya di penuhi dengan luka serta baju yang dia kenakan pun hampir seluruhnya berubah warna menjadi warna merah karena darah yang keluar dari tubuhnya… wajahnya pun sudah tidak bisa di kenali lagi, penuh dengan luka lebam serta sudah tertutupi oleh darah yang mengalir dari atas kepalanya, oleh karena itu dia berkata meminta tolong pun tidak jelas.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1