
Buaya Darat
Setelah Si kepala Keamanan pergi dari ruangan Viky, Vanteko Ma dan Grisha Ling atau Dewi datang ke ruangan Viky.
"Hallo kakak Viky…" Ucap Vanteko Ma menyapa Viky yang sedang duduk di sofa, sambil berjalan masuk ke dalam ruangan Viky,
"Hallo Kak Viky…" Lanjut Dewi pun menyapa Viky, dengan berjalan di belang Vanteko Ma.
"Kalian ber 2 duduklah sebentar… masih kurang 1 orang lagi…" Jawab Viky atas sapaan dari ke 2 orang yang baru saja datang tersebut, dan menyuruhnya untuk duduk terlebih dulu.
"Baiklah… memangnya ada apa kak…? dan siapa orang yang belum datang…?" Ucap Vanteko Ma bertanya kepada Viky sambil duduk di sofa di sebrang Viky.
"Iya Kak… memangnya ada apa kak memanggil kita ber 2 secara bersama-sama seperti ini… kalau mau lebih privat kakak bisa panggil aku… aku jamin masalah privasi pasti aman kok, tidak akan bocor sampai ke kakak ipar…" Timpal Dewi yang menggoda Viky, sambil duduk di sebelah Viky, dan dia juga mengedipkan sebelah matanya.
"Privasi aman bagaimana… sekarang Si Teko sudah tahu dengan niat kamu… lagian mau apa juga memanggil kamu secara privat, ngga ada untungnya… yang ada malah rugi besar…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit bercanda.
"Kakak tenang saja Vanteko Ma bisa jaga rahasia kok kak… benar kan Vanteko…?" Jawab Dewi dengan melihat ke arah Vantoke.
"Benar… aku bisa jaga rahasia kok kak… jika kalian ingin bertemu secara privat, aku juga bisa mengerti posisi dan kondisi yang ada…" Jawab Vanteko Ma dengan mendukung Dewi yang sedang menggoda Viky, dan dia juga mengerti arah pembicaraan dari Dewi.
"Banyak keuntungan jika memanggil aku secara privat… kakak bisa tertidur nyenyak sambil aku pijitin dan nanti kakak juga bisa punya Dede bayi yang lucu dari aku… dan masih banyak lagi keuntungan yang lain lagi…" Ucap Dewi kembali, dengan sambil menghitung jadi yang lentik serta putih mulusnya.
"Kalian ini yah sama-sama ga beres… aku memanggil kalian ke sini itu, karena ada hal yang perlu kalian lakukan tapi aku akan menjelaskan semuanya setelah 1 orang lagi datang, biar aku tidak cape-cape menjelaskan 2x kepada kalian…" Jawab Viky sedikit menjelaskan kepada Vanteko dan Dewi tentang kenapa mereka ber 2 di panggil ke sini.
"Jika bisa sekali tepuk 2 lalat yang kena kenapa tidak kak…? aku bisa kok menunggu di pintu masuk dan menjadi satpam untuk kakak… jadi nanti kalau kakak ipar datang, bisa aku tahan dulu sampai kalian selesai…" Jawab kembali Vanteko Ma, yang masih membahas hal tersebut.
__ADS_1
"Tidak… aku bukan laki-laki seperti itu, jika kamu mau yah kamu lakukan saja sendiri… toh kalian juga sudah lebih dari dekat kan… jadi hanya perlu beberapa kata saja dan kalian akan bisa… menurut penilaian aku sih, kalian ber 2 sangat cocok untuk menjadi sepasang kekasih…" Jawab Viky yang membalikan posisi kepada Vanteko Ma dan Dewi.
"Tidak… tidak… aku tidak mau sama Vanteko Ma… dia itu tipe laki-laki buaya darat yang bisanya setia kepada setiap wanita yang ada… jika hanya ada 1 laki-laki lagi di dunia ini, baru aku mau sama dia, tapi jika masih ada laki-laki lain, lebih baik aku mencari yang lain yang bisa lebih setia…" Jawab Dewi dengan buru-buru menolak pertanyaan dari Viky.
"Baru mau apa sekarang juga mau…? kesetiaan itu bisa berubah seiring berjalannya waktu, dan aku juga yakin Vanteko Ma bisa setia jika kamu menyuruhnya untuk setia… benar begitu kan Teko…?" Ucap Viky melihat ke arah Dewi yang sudah menjadi salah tingkah dan dia melihat ke arah Vanteko Ma dan bertanya.
"Sekali tidak… yah tidak, mau itu Vanteko sudah berubah setia atau belum aku masih tidak mau…" Jawab Dewi buru-buru, tapi bisa terlihat raut wajah Dewi yang sedikit berbeda.
"Kalau aku sih, gimana aja… selama ini aku ganti-ganti pasangan karena belum menemukan yang cocok… jika sudah menemukan yang cocok untuk apa mencari yang lain… contohnya kakak sendiri, sudah cocok sama kakak ipar, walau pun Dewi atau yang lainnya terus menggoda kakak, kakak tidak tergoda sama sekali, walau ada sih sedikit-sedikit karena itu manusiawi…" Jawab Vanteko Ma menjelaskan tentang posisinya dan mencontohkan Viky, sebagai contoh untuk dia nanti.
"Baiklah… baiklah… aku tidak akan membahas hal itu lagi… tapi apa yang Teko katakan mungkin ada benarnya… jadi apa salahnya kalian jalan dulu, jika tidak cocok maka tidak ada salahnya juga kalian berpisah kembali… asal jika kalian berpisah nanti tidak akan berpengaruh kepada kerjaan kalian… jika hal itu berpengaruh maka aku sendiri yang akan bertindak untuk menghukum kalian…" Jawab Viky memberikan solusi terbaik untuk mereka ber 2, namun di kalimat terakhir dia sedikit memberikan ultimatum untuk mereka ber 2.
Ketika Dewi akan menjawab kembali, tiba-tiba pintu masuk terbuka, dan yang masuk tersebut adalah kepala keamanan yang tadi, serta terlihat ada seorang pria muda yang berjalan mengikutinya.
"Kakak… kamu ngapain ke sini…?" Ucap Dewi bertanya di saat si kepala keamanan akan berkata, setelah tahu siapa orang yang berada di belakang kepala keamanan.
"Aku juga di perintahkan oleh kak Viky untuk pergi ke sini…" Jawab Dewi.
"Sudah… Dadan kamu segera duduk di dekat Vanteko Ma… dan kamu, terima kasih sudah mengantarkan dia ke sini…" Ucap Viky menyuruh Dadan Ling untuk duduk dan tidak lupa dia berterima kasih kepada kepala keamanan.
"Sama-sama tuan… kalau begitu saja pamit pergi dulu…" Jawab Si penjaga keamanan dengan sopan, dan Viny hanya menjawabnya dengan anggukan kepala, kemudian setelah melihat anggukan kepala dari Viky, si kepala keamanan pun pergi dari sana.
"Baiklah… karena kalian semua sudah berkumpul di sini… aku akan menjelaskan kepada kalian kenapa kalian di perintahkan kumpulkan di sini secara bersama-sama…" Ucap Viky berkata dengan melihat ke arah 3 orang yang sedang duduk di sofa, dan berada di depannya.
"Kalian ber 3 aku kumpulkan di sini, karena aku ingin melatih kalian dalam ilmu bela diri… mungkin Dadan sudah mengerti maksud dari aku jadi Sebelum membahas hal lin… aku ingin bertanya terlebih dulu kepada kalian… apa kalian mau menerima pelatihan yang akan aku berikan…? karena jika setelah kalian setuju maka tidak ada kata mundur… dan perlu aku ingatkan pelatihan ini akan sangat sulit dan juga pasti akan menguras tenaga kalian… bahkan bisa saja membunuh kalian… tapi jika kalian bisa melewati semuanya… maka kalian akan bisa merasakan sendiri khasiat dan keuntungan yang kalian dapatkan nanti…" Lanjut Viky menjelaskan sedikit kepada mereka ber 3 tentang kenapa mereka berkumpul di sini.
__ADS_1
Untuk Dadan Ling dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban karena dia sudah tahu tentang pelatihan yang Viky maksud, dan dia juga sudah memantapkan hatinya untuk harus bisa melewati hal itu.
Namun berbeda dengan Vanteko Ma dan Dewi, mereka ber 2 saling menatap satu sama lain, seperti meminta jawaban satu sama lain, apakah akan ikut pelatihan ini atau tidak.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...