Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 146 Tuan Muda Ke 3


__ADS_3

Tuan Muda Ke 3


Di pintu masuk aula terlihat seorang pria muda berdiri tepat di pintu masuk, wajahnya terlihat sangat tampan dan juga masih sangat muda, pria tersebut berdiri penuh dengan wibawa, dan aura seorang pemimpin, dan pembawaan yang tenang namun memiliki arti lain bagi orang yang melihatnya.


"Itu… itu adalah Tuan muda ke 3 …" teriak seseorang dari arah kerumunan keluarga Ma.


"Benar itu Tuan muda ke 3… dia sudah pulang…" Timpal yang lain dengan nada penuh semangat.


Orang-orang dari keluarga Ma setelah tahu siapa yang berada di pintu masuk, mereka semua memberikan jalan untuk Tuan muda mereka masuk, dan Tuan muda Ke 3 pun berjalan masuk ke dalam aula, setelah di berikan jalan oleh semua orang, di hari semua orang keluarga Ma saat ini merasa gembira karena ada harapan bagi mereka untuk membalaskan penghinaan ini.


"Tuan Muda… tolong Tuan Besar… dia terluka akibat pertarungan…" Ucap Salah seorang dari keluarga Ma dengan menunjuk Lega Ma yang terduduk di lantai.


"Benar Tuan muda… orang itu yang melukai Tuan Besar…" Timpal yang lain di saat berada di depan tuan muda ke 3, dan menunjuk ke arah Viky.


Namun Tuan Muda ke 3 hanya menanggapinya dengan dingin dan terus berjalan ke arah pria yang berdiri di depan Cipto Ma atau kakaknya.


Di hati Tuan Muda ke 3 ada sedikit rasa kesal kepada orang tersebut karena membuat keributan yang cukup besar dan bahkan melukai ayahnya, Namun Tuan Muda Ke 3 pun ada rasa penasaran dengan orang yang berdiri di depan Cipto Ma yang sedang berlutut, di pikiran Tuan Muda ke 3 siapa orang ini, kenapa dia berani membuat keributan di kediaman keluarga Ma dan juga Tuan Muda ke 3 sedikit mengenal postur tubuh orang tersebut.


Tuan Muda ke 3 berhenti tidak jauh dari Viky berdiri, dia menatap tajam ke arah Viky, suasana di aula pun menjadi hening.


"Tuan muda akan mengembalikan harga diri keluarga Ma Kita…" Ucap salah seorang dari kerumunan keluarga Ma tiba-tiba.


"Hey… kamu, diam lah… biarkan Tuan muda kita bertindak… aku yakin tuan muda bisa membereskan masalah ini dan membalaskan semua perlakuan orang itu kepada tuan besar dan juga Tuan Muda pertama…" Timpal orang yang ada di samping orang yang berkata tadi.


Walau suara mereka berbicara bisa di bilang pelan, tapi karena suasana di sana sangat hening jadi pembicaraan kedua orang ini bisa di dengar oleh semua orang.


Viky tidak memperdulikan semua orang berbicara apa dan siapa yang datang, karena kepentingan dia saat ini adalah kepada Cipto Ma dan bukan yang lain.


"Ini adalah kata-kata aku terakhir… kamu bisa patahkan tangan kamu sekarang atau aku bantu kamu mematahkan leher kamu…" Ucap Viky dengan nada tegas dan sorot mata yang tajam ke arah Cipto Ma.


"Tidak ada yang akan mematahkan tangannya dan juga tidak ada yang akan mematahkan leher orang lain…" Jawab Tuan Muda ke 3 dengan nada dingin dan menatap punggung orang yang menyuruh Cipto Ma mematahkan tangannya, dan aura dari tubuhnya sedikit dia keluarkan.


"Apa kamu yakin bisa melarang aku… dengan aura yang terpancar dari tubuh kamu… kamu hanyalah setingkat kesatria…" Jawab Viky dengan masih membelakangi orang yang berbicara dengannya.


Tuan Muda ke 3 sangat kaget setelah mendengar apa yang orang di depannya katakan, sebab dia baru-baru ini naik ke tingkat kesatria, bahkan orang-orang dari keluarga Ma pun belum mengetahui akan hal ini.


"Apa benar yang orang itu katakan, bahwa Tuan Muda ke 3 sudah naik ke tingkat ke satria…?" Ucap salah seorang dari kerumunan.


"Aku juga tidak tahu pasti, karena hanya orang itu saja yang mengatakannya…" Timpal orang di sebelahnya.


"Iya Benar… aku sedikit bisa merasakan dari aura yang keluar dari tubuh tuan muda, aura tersebut lebih pekat dari Tuan Besar…" Jawab orang yang di sebelahnya lagi.

__ADS_1


"Jika apa yang kamu katakan adalah benar… harapan untuk membalikan keadaan sangat besar…" Ucap orang pertama menanggapi perkataan orang ke 3.


"Sudahlah… kita lihat saja apa yang akan terjadi… karena aku pun hanya menebaknya, dan juga lawan dari tuan muda ke 3, tidak tahu setingkat apa…" Jawab orang ke 3.


"Adik… cepat kamu tolong kakak kamu ini… apa kamu tidak kasihan melihat kakak kamu seperti ini…" Ucap Cipto Ma memohon dan sekaligus memerintah kepada adiknya, namun adik dari Cipto Ma tidak memperdulikan ucapannya dan menatap tajam ke arah pria yang berdiri membelakanginya.


"Aku tidak bisa tinggal diam, jika keluargaku ditindas oleh orang lain… walau aku harus mengorbankan diriku, aku harus berusaha semampu aku untuk melawan…" Jawab Tuañ Muda ke 3 dengan penuh percaya diri.


Setelah dia berkata di langsung menyerang ke arah Viky, dengan kecepatan yang sangat cepat, namun dia tidak menggunakan energinya dan hanya mengunakan serangan biasa.


Baik Aldo dan Deky, melihat seseorang yang akan menyerang kearah Viky walau hanya serangan biasa, mereka berdua dengan serempak ingin balik menyerang orang tersebut, tapi mereka berdua melihat kode tangan yang Viky berikan… mereka mengurungkan niatnya.


Tuan muda ke 3 menyerang Viky dengan serangan biasa bukan tanpa alasan, tapi karena dia ingin menguji kekuatan Viky, jika dia menggunakan kekuatan penuh dalam serangan pertama, dan lawan berada di atasnya, maka kekalahan sudah pasti berada di pihak dia.


Viky karena dia merasakan bahwa serangan yang mengarah kepadanya sudah sangat dekat, dia membalikan badannya, dan dia juga merasa sedikit aneh, karena serangan tersebut tidak menggunakan energi dan juga tidak menyerang pada titik lemas Viky.


Kejadian berikutnya membuat semua orang tercengang kaget dan tidak mengerti, karena serangan dari Tuan Muda ke 3 di saat akan menyentuh Viky, berhenti tiba-tiba dengan jarak yang hanya sekitar 3 jarum dari tubuh Viky.


"Kak Viky… benar ini kamu kak Viky…" Ucap Tuan muda ke 3 setelah menghentikan serangannya.


Viky tidak menjawab dan hanya mengernyitkan alisnya melihat ke arah Tuan Muda ke 3 sebagai jawaban.


"Oh kamu si Teko kecil… sudah berani yah kamu mau menyerang kakak kamu ini…" Jawab Viky dengan menjitak kepala Tuan Muda ke 3 yang bernama Vanteko. dengan sedikit bercanda.


"Aduh… sakit kak…" Vanteko meringis sambil mengusap-usap kepalanya.


Semua orang sangat kaget dan juga tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi di antara Tuan muda mereka dengan orang yang membuat keributan di kediaman keluarga Ma itu.


Terlebih lagi, Lega Ma dan Cipto Ma, mereka sangat kaget, dan menatap tidak percaya dan juga merasa bingung dengan apa yang terjadi.


Di saat ini semua orang sangat bingung dan tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, dan hubungan apa antara Tuan Muda ke 3 dari keluarga Ma dengan Viky atau tuan Besar dari Octa Grup.


"Kamu ngapain disini…?" Tanya Viky kepada Vanteko, dan tidak memperdulikan kebingungan serta kekagetan semua orang.


"Yah aku pulang kak… kan ini rumah aku…" Jawab Vanteko dengan santai.


"Rumah kamu…" Tanya Viky dengan sedikit heran.


"Iya… apa kakak lupa dengan marga aku, aku berasal dari keluarga Ma, nama panjang aku adalah Vanteko Ma…" Jawab Vanteko menjelaskan.


"Kakak sendiri ngapain disini… dan apa yang terjadi di sini…" Tanya Vanteko kepada Viky.

__ADS_1


"Kamu bisa tanyakan kepada kakak kamu yang lagi bersujud itu… dan juga kepada dia…" Jawab Viky menunjuk ke arah Cipto dan di kalimat terakhir dia menunjuk ke arah Jarvice.


"Tidak perlu kak… karena mungkin aku juga sudah tahu apa yang terjadi di sini… tapi Kak, bisakah kamu memaafkan kakak dan keluarga aku…" Jawab Vanteko Ma, dengan nada sedikit memohon kepada Viky.


"Untuk kakak kamu… dia tidak bisa lepas dari hukumannya, tapi aku bisa meringankan hukuman dia dan Mungkin ada satu cara agar aku memaafkan semua orang dari keluarga Ma…" Jawab Viky dengan santai.


Vanteko Ma bukan tanpa sebab dia memohon kepada Viky, karena dia sudah tahu dengan identitas Viky yang sebenarnya, dan masalah melenyapkan keluarga Ma, bagi Viky akan sangat mudah, seperti membalikan telapak tangan.


Yang Viky tidak tahu adalah bahwa Vanteko juga bagian dari keluarga Ma, karena selama ini Viky tidak pernah bertanya siapa Vanteko sebenarnya, dan hanya melihat dari sisi kebaikan Vanteko saja


"Cara apa itu kak…?" Tanya Vanteko Ma dengan sedikit semangat.


"Karena kamu adik kesayangan aku, aku bisa menyelesaikan ini semua jika kamu menjadi pemimpin dan mengambil alih kekuasaan keluarga Ma… dan satu lagi, hukuman bagi Cipto kamu yang putuskan, dan aku yakin kamu tidak akan mengecewakan aku…" Jawab Viky menjelaskan cara apa agar keluarga Ma bisa terlepas dàri cengkeramannya.


*Author up 1 bab yah, karena ada keperluan yang mendadak 🙏🙏


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2