
Tubuh Istimewa
"Sungguh lucu sekali kamu… kamu bilang tidak mau mengurusi sebuah perusahaan dari Keluarga Latimore karena kamu merasa tidak nyaman, tapi kamu sendiri malah membuat perusahaan sendiri… jadi apa bedanya…? ke 2 2 nya adalah sebuah perusahaan bukan…?" Jawab Viky dengan sedikit mengeluarkan auranya dan di arahkan kepada Kent, untuk menekan sedikit Kent, karena di pikiran Viky, Kent seperti menyimpan suatu niat tersembunyi.
Jibsen yang melihat itu pun hatinya semakin gusar, dia bingung harus berbuat apa sekarang, karena dia bisa lihat bahwa Viky mulai serius bertanya kepada anaknya Kent dengan aura pembunuh yang keluar dari tubuh Viky, dan di arahkan kepada Kent.
"Sebenarnya usaha yang sedang aku jalankan tidak bisa di bilang sebuah perusahaan, karena aku hanya membuka sebuah Bar dan juga sebuah club… sangat jauh jika di bandingkan dengan apa yang Keluarga Latimore miliki, namun di saat aku sedang berada di Bar atau club, aku merasakan sebuah kenyamanan, bukan karena tempatnya tapi karena orang-orangnya, semua orang yang berada di sana memperlihatkan karakter asli mereka masing-masing, tidak seperti di dalam perusahaan Keluarga Latimore yang mana hampir semua orang tidak memperlihatkan wajah asli mereka… tidak perlu aku jelaskan secara rinci pun, aku yakin kak Viky pasti sudah paham dengan apa yang aku maksud…" Jawab Kent dengan santai, dan dia tidak merasa tertekan oleh aura pembunuh yang Viky arahkan kepada dia.
Namun Viky tidak menjawab perkataan dari Kent, akan tetapi dia mengeluarkan aura pembunuhnya dan di arahkan kepada Kent, dan menatapnya dengan tajam.
"Aku ingin tahu sampai mana kamu bisa bertahan dari tekanan aura aku ini…" Ucap Viky di dalam hati.
Tiger dan ke 9 panglima juga mengeluarkan aura mereka untuk melindungi Lisa dan juga ibunya, tidak perlu Viky perintahkan mereka juga sudah tahu apa yang harus mereka lakukan… karena mereka melihat bahwa Viky atau Lord mereka mulai serius menanggapi Kent atau tuan muda dari Keluarga Latimore.
walau pun sebenarnya hal itu tidak perlu di lakukan, karena emosi Viky saat ini terkontrol dengan baik, tapi hanya untuk berjaga-jaga saja, karena orang yang berada di meja tersebut, hanya Lisa dan ibu Viky yang tidak melatih teknik seni bela diri, jika terkena sedikit saja tekanan aura tersebut, akan langsung mengalami luka mental yang parah, bahkan bisa saja dapat terbunuh secara langsung.
Ketika Viky mengeluarkan aura pembunuhnya, meja tersebut pun langsung berubah mencekam, dan orang-orang yang berada di sekitar pun bergidik ngeri melihat meja utama, Jibsen dan ke 2 putrinya juga mengeluarkan aura mereka untuk menahan tekanan dari aura Viky, dan raut wajah para tetua dari Keluarga Latimore terlihat sangat khawatir terhadap Kent, mereka saja yang berjarak sedikit jauh merasakan sedikit tertekan dengan aura dari Viky, apa lagi Kent yang auranya di arahkan kepadanya.
Lisa dan Ratna sedikit bingung, melihat raut wajah orang-orang yang berada di sekitar mereka, karena raut wajahnya terlihat sangat tertekan dan juga sangat ketakutan, namun mereka tidak merasakan apa pun.
"Ibu… apa yang terjadi, kenapa raut wajah semua orang terlihat seperti itu, dan ibu lihat, wajah paman Jibsen juga mulai berkeringat…" Ucap Lisa dengan berbisik kepada ibunya.
__ADS_1
"Ibu juga tidak tahu apa yang terjadi, ibu rasa hanya kita ber 2 saja yang baik-baik saja di sini…" Jawab Ratna dengan berbisik, setelah dia melihat sekitar.
Orang yang berada di meja tersebut yang terlihat sangat tertekan adalah Jibsen, karena dia tidak hanya melindungi dirinya saja dari tekanan aura Viky, tapi dia juga menyalurkan auranya kepada ke 2 putrinya, karena Jibsen yakin ke 2 putrinya tidak akan mampu hanya untuk menahan tekanan tersebut, dia tahu batas kemampuan ke 2 putrinya.
Jibsen tidak berusaha melindungi Kent bukan tanpa alasan, karena di pikirannya jika dia melindungi Kent maka bukan hanya Kent saja yang akan terluka, tapi dia dan juga ke 2 putrinya juga akan terluka, karena kemampuan dia tidak cukup untuk dapat melindungi 4 orang, apa lagi auranya di arahkan terhadap Kent, dia hanya bisa pasrah dan berharap Kent mendapatkan luka yang tidak terlalu parah.
"Ha… ha… ha… bagus… bagus… ternyata kamu mempunyai tubuh yang istimewa…" Ucap Viky dengan sedikit tersenyum ke arah Kent, sambil menarik auranya kembali kedalam tubuhnya.
Semua orang merasa sedikit lega, karena aura yang keluar dari tubuh Viku sudah di tarik kembali ke dalam tubuhnya tapi tidak termasuk Lisa dan juga Ratna karena mereka tidak merasakan tekanan tersebut, namun mereka sedikit bingung karena mereka tidak mengerti maksud dari ucapan Viky tersebut.
"Alasan yang kamu jelaskan tadi, sebenarnya tidak masuk di akal, karena menurut aku, baik di bisnis atas tanah atau pun bawah tanah, semuanya sama, orang-orang yang seperti yang kamu katakan tadi, di bisnis bawah tanah pun ada… jadi alasan kamu tersebut tidak terlalu kuat untuk aku mengambil alih perusahaan dari Keluarga Latimore… dan aku juga tahu maksud dan tujuan kamu yang sebenarnya, kamu ingin memanfaatkan aku…" Lanjut Viky berkata, dengan menatap tajam ke arah Kent, dan Kent pun menundukkan kepalanya, karena rencananya sudah di ketahui oleh Viky.
"Tu…" Ucap Jibsen buru-buru yang mana dia tahu maksud dari kata-kata Viky, dia berniat untuk membela Kent dan kembali meminta maaf atas tindakan Kent yang sudah berani bersikap lancang seperti itu, namun kata-katanya di hentikan oleh Viky, yang mengangkat tangannya dan menatap ke arah Jibsen untuk memberikan isyarat bahwa Jibsen harus diam dan tidak ikut campur.
"Benarkah itu kak…? kakak tidak akan membunuh aku…?" Jawab Kent dengan mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Viky dengan raut wajah yang terlihat sangat senang, karena ketika perkataan Viky tadi, dia sudah pasrah bahwa dia akan mati hari ini juga karena niat dia memanfaatkan Viky sudah ketahuan.
"Apa pun syarat dari kakak, akan aku jalankan semampu yang aku bisa, jika pun aku tidak mampu untuk menjalankannya, aku akan meminta bantuan kepada orang lain untuk menjalankan syarat dari kakak…" Lanjut Kent berkata dengan nada yang pasti tanpa keraguan sedikit pun, setelah dia mendapatkan jawaban yang pasti dari Viky dengan sebuah anggukkan kepala.
"Baiklah… sebenarnya ke 2 syarat ini tidak akan memberatkan kamu, dan aku juga yakin kamu akan bersedia menjalankan syarat dari aku ini…" Jawab Viky.
...***************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...