
Untungnya Hanya Satu
Yang Viky katakan adalah benar, bahwa di ruangannya tidak ada tuan besar dan mungkin tidak ada siapa-siapa, karena tuan besar yang di cari Nayla sudah ada di depannya.
"Aku tidak percaya, kamu pasti berbohong… pokoknya kamu harus mengantarkan aku ke ruangan tuan besar… jika di sana tidak ada orang… aku akan menitipkan kartu nama aku kepada kamu… bagaimana…?" Jawab Nayla dengan sedikit keras kepala.
"Baiklah jika itu yang kamu mau… tapi sudah aku bilang akan percuma jika kamu pergi sana…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit lemas, karena Nayla sangat keras kepala dan tidak mau mendengarkannya.
"Yah sudah… ayo kita pergi sekarang…" Jawab Nayla, mengajak Viky untuk pergi dari sana menuju ke ruangan tuan besar.
Kemudian mereka ber 2 pergi dari ruang tunggu dan menuju lift.
"Kamu tahu caranya pergi ke ruangan tuan besar…? aku tadi berkali-kali mencoba tapi tetap saja tidak tahu caranya…" Ucap Nayla di saat mereka ber 2 sedang menunggu lift terbuka.
"Kamu bisa lihat nanti bagaimana caranya… hanya beberapa orang di sini yang tahu bagaimana caranya untuk bisa pergi ke ruangan tuan besar…" Jawab Viky dengan santai, setelah Viky selesai berkata, lift pun terbuka… mereka ber 2 segera masuk ke dalam lift tersebut.
"Sekarang bagaimana caranya… coba kamu kasih tahu aku caranya seperti apa…" Ucap Nayla bertanya kepada Viky.
"Caranya seperti ini… kamu tekan tombol untuk menutup pintu… setelah tertutup kamu tekan lagi tombolnya sampai menyala lampu warna biru…" Jawab Viky menjelaskan kepada Nayla.
"Kok seperti itu… bukannya ruangan atas adalah lantai 30 yah kenapa tidak pencet angka 30…?" Ucap Nayla dengan heran dan bertanya kepada Viky.
"Memang gedung ini terdiri dari 30 lantai… tapi ada 1 lantai tersembunyi jadi sebenarnya gedung ini memiliki 31 lantai… dan di lantai 31 itu adalah ruangan khusus tuan besar serta tidak sebarang orang bisa pergi ke sana dan ruangan yang bebas orang keluar masuk hanya sampai lantai 30 untuk pergi ke lantai ke 31 ini ada cara khusus…" Jawab Viky sedikit menjelaskan kepada Nayla.
"Oh seperti itu… pantas saja, tadi aku tidak bisa pergi ke ruangan tuan besar, ternyata seperti itu mekanismenya…" Jawab Nayla dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Iya seperti itu… tapi kamu jangan memberitahu orang lain tentang hal ini… jika sampai ada orang lain yang tahu dari kamu, maka hidup kamu tidak akan bisa tenang…" Jawab Viky, dengan sedikit mengancam, walau kata-katanya tidak serius tapi Nayla menganggap kata-kata Viky dengan sangat serius.
"Ok… aku berjanji tidak akan memberitahukan hal ini kepada orang lain…" Jawab Nayla dengan mengulurkan jari kelingkingnya kepada Viky.
__ADS_1
"Apa ini…?" Ucap Viky bertanya.
"Ini adalah simbol janji… kamu ulurkan jari kelingking kamu dan kaitkan dengan cari kelingking aku…" Jawab Nayla dengan mengarahkan Viky untuk saling mengaitkan jari kelingkingnya.
Kemudian pintu lift terbuka dan ruangan yang ada di depan ternyata kosong tidak ada seorang pun di sana.
"Kamu lihat kan ruangan ini kosong dan tidak ada seorang pun di sini… aku bilang akan percuma kamu pergi ke sini tapi kamu tetap ngeyel dan mau pergi ke sini…" Ucap Viky dengan menunjuk ruangan yang kosong setelah pintu lift terbuka.
"Tidak percuma sih… walau aku tidak bisa bertemu dengan tuan besar tapi aku sudah tahu di mana ruangan tuan besar berada… jadi nanti ketika aku kembali ke sini tidak akan menemukan kesulitan…" Jawab Nayla.
"Yah sudah kamu kembali lah turun terlebih dahulu… ada yang harus aku kerjakan di sini…" Ucap Viky menyuruh Nayla kembali turun ke bawah sendiri.
"Memang apa yang akan kamu kerjakan di sini sendiri…? orang-orang di bawah satu lantai banyak orang, tapi kamu satu lantai sendirian…" Ucap Nayla dengan rasa sedikit aneh dan curiga kepada Viky.
"Apa yang akan aku kerjakan memangnya harus yah memberitahu kamu…? mau itu satu lantai atau satu gedung sekali pun aku bekerja sendirian memang ada larangannya yah…?" Ucap Viky dengan sedikit kesal kepada Nayla yang terus bertanya hal-hal yang dapat membocorkan dengan identitas Viky.
"Baiklah… baiklah… kamu tidak usah marah begitu dong… orang kaya itu bebas, mau bagaimana pun tidak akan ada yang melarang…" Jawab Nayla sedikit menyindir kepada Viky, dengan berjalan ke arah lift untuk kembali ke loby Octa Grup.
Nayla ini tipe perempuan yang bawal yang selalu ingin tahu atas apa yang dia lihat dan juga sangat keras kepala, dan tipe orang seperti itu yang akan sangat merepotkan, jika berurusan dengannya.
Setelah pintu lift tertutup Viky berjalan ke arah pintu yang berada tidak jauh darinya, lantai 31 ini terdiri dari 2 ruangan, yang mana ruangan pertama saat keluar dari lift adalah ruangan kerja yang sama seperti ruangan lain untuk orang bekerja, lengkap dengan sofa dan juga meja kerja, serta sebuah layar komputer dan masih banyak lagi yang lainnya… tidak ada yang aneh dari semua tampilan yang ada, namun di belakang meja terdapat sebuah pintu, yang orang akan berpikir bawah itu adalah pintu menuju ke toilet, tapi sebenarnya itu bukan toilet tetapi ruang kerja yang sebenarnya, bahkan fasilitas di ruangan tersebut lebih komplit dari ruangan depan, bisa di bilang ruangan depan adalah ruang tamu kerja.
"Krek…" Viky membuka pintu, dan dalam ruangan ke 2 tersebut terdapat Rere dan seorang pria paruh baya tengah mengobrol dengan duduk di sofa.
"Tuan Viky…" Ucap si manajer dengan sopan dan segera berdiri karena dia melihat Viky yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Hemmm…" Viky hanya menganggukkan kepalanya melihat ke arah si manajer, dan dia berjalan ke arah Rere, serta duduk di samping Rere.
"Tuan… perhiasan yang Nyonya Rere inginkan, sedang di ambil oleh Ria… mungkin tidak akan lama lagi dia akan segera sampai ke sini membawa perhiasan tersebut…" Ucap si manajer membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Oh seperti itu… baguslah jika bisa lebih cepat…" Jawab Viky simpel.
"Karena tuan adalah pelanggan istimewa maka, harus di tangani secara istimewa juga…" Jawab si manajer.
"Tadi Rere sudah menceritakannya kepada aku… dan untuk masalah perhiasan yang satu lagi, memangnya apa yang ingin kamu bicarakan terlebih dahulu dengan aku…?" Ucap Viky bertanya langsung ke intinya, karena dia tidak suka berbasa-basi, terlalu membosankan.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...