Jendral Perang

Jendral Perang
bab 219 Tamu Kehormatan


__ADS_3

Tamu Kehormatan


Dengan kecepatan yang cukup tinggi dan juga lalu lintas jalan yang sudah steril, akhirnya mobil Viky dan orang-orang dari Divisi perang telah sampai di Divisi perang Kota Taraka.


Suasana di tempat tersebut pun sangat ramai, semua anggota dari keluarga Besar juga hadir di sana, dan bukan hanya anggota dari keluarga besar saja yang hadir, melainkan orang-orang dari keluarga kelas 2 dan kelas 3 juga ikut hadir dan orang-orang biasa pun ikut hadir untuk meramaikan acara tersebut. walau pun mereka tidak bisa melihat dengan jelas acaranya tapi mereka bisa berjalan-jalan sambil membeli makanan yang mana banyak penjual makanan berderet di sepanjang jalan.


Karena Iringan kendaraan Viky cukup banyak dan juga dengan pengawalan yang sangat ketat… menjadi pusat perhatian semua orang yang hadir di sana, mereka bertanya-tanya siapa orang yang baru saja datang, mereka hanya bisa menebak bahwa iringan mobil tersebut mengawal salah satu pimpinan tertinggi Divisi perang Montana, karena hanya para pimpinan tertinggi lah yang bisa membuat hal seperti itu. hal itu juga berdasarkan dari saat penguasa kota datang ke tempat itu, pengawalan penguasa kota tidak sebanyak dan seketat itu, jadi pikiran semua oranh hanya bisa berpikir orang yang di awal lebih tinggi dari pada penguasa kota, dan orang tersebut terarah ke para pimpinan tertinggi Divisi perang Montana.


Tidak aneh jika salah satu pimpinan tertinggi Divisi perang Montana hadir, karena acaranya juga acara yang di selenggarakan oleh Divisi perang, jadi semua orang tidak kaget dengan kejadian dengan rombongan mobil Viky, yang banyak dan juga dengan personil bersenjatakan lengkap.


Mobil Viky berhenti di salah satu bangunan yang yang ada di dalam wilayah Divisi perang, dan di sana sudah ada Eagle dan 4 Pilar pasukan Magnium yang menyambutnya.


"Salam Lord… Salam Queen"


"Salam Lord… Salam Queen"


"Salam Lord… Salam Queen" Ucap Eagle dan di susul oleh 4 Pilar dengan meletakan tangan kanan di dada sebelah kiri dan sedikit menundukkan kepalanya, itulah cara pasukan Magnium memberikan hormat kepada Viky di muka umum, jika sedang berada di dalam pasukan, maka cara memberi hormat nya dengan berlutut satu kaki, mereka berlima menyapa Viky dan Rere yang baru saja turun dari mobil.


"Angkat kepala kalian…" Jawab Viky dengan aura seorang Lord Jendral.


Rere yang berada di sampingnya pun merasa sedikit ngeri melihat perubahan sikap dari Viky, serta aura yang di keluarkan nya… karena selama ini Viky tidak pernah mengeluarkan aura Lord Jenderalnya. Namun ada sedikit rasa aneh di hati Rere, kenapa Eagle dan yang lainnya memanggil dia Queen bukan Rere.


"Dimana AS.35 berada…?" Lanjut Viky bertanya dengan berjalan ke arah Eagle.


"Dia di dalam Lord… sedang menemani pimpinan 1 Divisi perang dan juga penguasa Kota Taraka…" Jawab Eagle.


"Rere… kenapa kamu diam saja di situ… ayo pergi masuk bersama aku…" Ucap Viky berbalik melihat ke arah Rere dengan ekspresi yang lembut serta aura Lord nya yang sudah dia simpan kembali, karena Rere hanya diam setelah dia turun dari mobil.


"Heemm…" Jawab Rere menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah Viky, kemudian dia merangkul lengan Viky.


Viky berjalan memasuki sebuah ruangan di ikuti oleh Eagle, Aldo dan yang lainya di belakang, Viky berjalan penuh wibawa seorang Lord Jendral, dan anehnya Rere tidak merasakan ngeri akibat aura yang Viky keluarkan seperti sebelumnya.

__ADS_1


"Viky… sebenarnya kamu ini siapa di Divisi perang…?" Ucap Rere bertanya dengan pelan di saat berjalan menuju ke ruangan yang ada di depannya.


"Untuk sekarang aku bukan siapa-siapa di Divisi perang… Bisa di bilang aku ini hanyalah seorang tamu kehormatan Divisi perang…"Jawab Viky, dan memang apa yang Viky katakan adalah kebenarannya, karena dia juga belum secara resmi menerima menjadi pimpinan tertinggi di Divisi perang.


"Jika kamu bukan siapa-siapa di Divisi perang, kenapa tadi orang-orang yang menjemput kamu sangat banyak, dan bersenjata lengkap pula…?" Lanjut Rere kembali bertanya.


"Aku tidak tahu… mungkin nanti kamu bisa tanyakan kepada orang-orang dari Divisi perang kenapa melakukan hal itu…" Jawab Viky, yang bingung harus menjelaskan apa kepada Rere.


"Aku juga bukan orang bodoh… tapi tidak apa-apa jika kamu tidak mau memberitahukannya kepada aku… aku berharap kamu yang memberitahukan kepada aku bukan orang lain… jika orang lain, maka kamu akan menerima hukuman dari aku…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit lemas dan kesal kepada Viky, karena Viky tidak memberitahukan kepadanya alasan tentang kejadian ini. namun di akhir kalimat dia sedikit mengancam kepada Viky.


"Eeemmm… nanti kamu bisa tanyakan kepada orang yang ada di dalam… apa posisi aku di Divisi perang saat ini…" Jawab Viky dengan bingung harus menjelaskan apa lagi kepada Rere.


Rere tahu bahwa Viky adalah bagian dari Divisi perang, tapi dulu dia lupa bertanya posisi apa yang Viky miliki di Divisi perang.


Tanpa menjawab dan bertanya kembali, Rere hanya mengikuti langkah Viky dan berjalan masuk ke dalam ruangan yang sudah di siapkan.


Ketika pintu terbuka, di dalam ruangan terlihat ada 3 orang, yang mana ke 3 orang tersebut tengah mengobrol di sebuah sofa sambil menikmati hidangan cemilan dan minum yang sudah di sajikan di atas meja.


Dua orang yang duduk berada di dekat AS.35 atau Ritz Dewa perang pusat kemudian ikut berdiri setelah melihat Ritz berdiri. dan mereka juga melihat ke arah pintu masuk.


"Angkat kepala kamu AS.35…" Jawab Viky, dan itu jawaban dari Viky di saat seseorang dari pasukan Magnium memberikan hormat.


Viky melihat ke arah 2 orang berdiri di samping Ritz, Viky bisa menebak siapa ke 2 orang tersebut… yang satu adalah pimpinan 1 Divisi perang karena orang tersebut memakai baju militer dan orang yang ke 2 adalah penguasa kota, karena baju yang di kenakan adalah baju seperti militer tapi berwarna putih.


"Lord… ini adalah Pimpinan 1 Divisi perang… dan ini adalah penguasa Kota Taraka…" Ucap Ritz memperkenalkan 2 orang yang berdiri di dekatnya, sebenarnya hal itu tidak perlu dia katakan karena dari pakaian yang di pakai saja sudah bisa tertebak.


"Hallo… Tuan Pimpinan 1 dan tuan Penguasa kota… Nama aku adalah Viky dan ini adalah calon istri aku bernama Rere…" Ucap Viky menyapa ke 2 orang yang berdiri di dekat Ritz, dan memperkenalkan dirinya serta memperkenalkan Rere.


"Hallo tuan-tuan…" Ucap Rere menyapa ke 2 orang yang berdiri di depannya, dengan sopan dan tersenyum manis.


"Nak… kamu tidak perlu sungkan seperti itu kepada aku… aku ini bukan orang lain, hubungan kita lebih dekat dari yang terlihat, bukan karena aku menjodohkan kamu dengan cucu aku, tapi ada hal lain yang membuat hubungan kita lebih dekat lagi… mungkin akan lebih enak terdengar jika kamu memanggil aku kakek…" Jawab pimpinan 1, memberikan sebuah teka-teki kepada Viky, dan dia juga tidak aneh terhadap Viky yang memperkenalkan calon istrinya kepada dia, karena dia juga sudah tahu ceritanya dari Antika Bilets.

__ADS_1


……


#Maaf kemari tidak tahu kenapa up nya di tengah malam, author sudah kirim bab nya dari sore, mungkin ada beberapa kata yang tidak lolos review jadi seperti itu.


Di akhir bulan author usahakan akan up banyak, entah itu dari jumlah bab nya atau dari kata bab nya yang di perpanjang


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2