
Hasil Yang Mengejutkan
"Kamu sembuhkan dulu luka kamu itu… setelah sembuh nanti, kamu temui aku kembali… kita bicarakan tentang masalah pelatihan kamu dan juga aku akan mengenalkan kamu kepada Rere nanti…" Lanjut Viky berkata, karena dia tahu bahwa Zemi bukan tidak mau kekuatannya meningkat, namun dia menyuruh Zemi untuk menyembuhkan lukanya terlebih dulu, karena akan merepotkan jika langsung menerima pelatihan dari Viky.
"Baik Lord… kalau begitu kami ber 2 ijin untuk pergi terlebih dulu…" Jawab Zemi, meminta ijin untuk pergi dari sama, dia juga sadar apa yang di berikan oleh Viky terlalu besar baginya, oleh karena itu dia tidak mengiyakan tawaran dari Viky, dia hanya bisa menunggu perintah dari Viky untuk menaikkan kekuatannya.
Setelah selesai berkata Zemi dan Girsang pun pergi dari sana, dengan hati yang senang dan juga rasa tidak percaya atas apa yang terjadi barusan, karena jika Viky adalah orang lain, mungkin nasib Zemi tidak akan lebih baik dari sekarang, bahkan tidak akan di berikan hal yang di terima oleh Zemi saat ini.
Tidak lama dari Zemi dan Girsang keluar dari rumah tersebut, pintu kamar yang mana di dalamnya terdapat Dewi, terbuka secara perlahan, serta mengeluarkan aura yang begitu kental. Viky sedikit kaget, karena merasakan aura yang keluar dari dalam kamar Dewi, kemudian Dewi keluar dari dalam kamarnya dan berjalan ke arah Viky yang sedang duduk di kursi di ruang tengah.
Penampilan Dewi saat ini terlihat sangat berbeda dari sebelumnya, raut wajahnya terlihat sangat dingin serta tatapan mata yang tajam, berbanding terbalik dengan Dewi biasanya, yang selalu memasang wajah yang ceria serta tatapan yang hangat penuh kasih sayang.
"Kak… apa yang lain sudah keluar dari kamar mereka masing-masing…" Ucap Dewi bertanya kepada Viky, setelah dia berada di dekat Viky, namun masih dengan ekspresi yang dingin.
"Sudah… semuanya sudah selesai, hanya kamu saja yang keluarnya paling akhir…" Jawab Viky, sambil mengamati tingkat kekuatan dari Dewi.
"Jadi kemana yang lain pergi… kenapa mereka tidak ada di sini…?" Tanya kembali Dewi.
"Mereka semua sedang berada di luar… aku perintahkan untuk berlatih terlebih dulu, agar mereka bisa menyesuaikan diri dengan kekuatan mereka yang baru…" Jawab Viky dengan menunjuk ke arah pintu keluar.
"Dewi… apa kamu tahu tingkat kekuatan kamu itu berada di tingkat apa…?" Lanjut Viky bertanya.
"Aku tidak tahu kak tingkat kekuatan aku berada di tingkat apa, kakak tahu sendiri kan aku tidak pernah mengenal dengan namanya ilmu seni bela diri, aku dari kemarin hanya mengikuti instruksi dari kakak dan juga Eagle serta yang lainnya, selebihnya aku tidak tahu…" Jawab Dewi dengan raut wajah dingin serta bingung.
"Apa keluarga Ling tidak pernah mengajarkan seni bela diri dasar untuk kamu…?" Ucap Viky bertanya kembali.
__ADS_1
"Untuk laki-laki yang berasa dari keluarga Ling, mereka semua di berikan pengajaran dasar dari ilmu seni bela diri, tapi untuk yang perempuan tidak di berikan pengetahuan ilmu seni bela diri, tapi di berikan pengajaran untuk merawat diri agar terlihat sangat cantik, dan hal itu di ajarkan dari saat masih berumur sekitar 9 tahun…" Jawab Dewi menjelaskan kepada Viky tentang peraturan yang ada di dalam keluarga Ling.
"Oh seperti itu… pantas saja kamu sangat pandai dalam merias diri… tapi jika di ajarkan seni bela diri dari usia masih kecil, kenapa Dadan Ling tingkat kekuatannya masih sangat rendah…?" Jawab Viky memuji Dewi dan kembali bertanya.
"Karena yang di ajarkannya adalah seni bela diri dasar saja tidak lebih dan lebih di fokuskan untuk belajar mengurus bisnis… oleh karena itu tingkat kekuatan kak Dadan Ling masih sangat rendah… dan seni bela diri yang di ajarkan bertujuan hanya untuk mempertahankan diri saja bukan untuk mengukur tingkat kekuatan atau menjadi seorang yang ahli dalam ilmu seni bela diri…" Jawab Dewi menjelaskan kepada Viky tentang kondisi Dadan Ling.
"Berdasarkan dari aura yang keluar dari tubuh kamu, aku yakin kamu berada di tingkat Jendral Perang… namun tingkatannya aku tidak terlalu yakin kamu berada di tingkat apa, karena aura tingkat Jendral Perang kamu masih sangat lemah… Untuk menguatkan aura kekuatan kamu, kamu harus melatih diri kamu dengan pelatihan fisik…" Ucap Viky menjelaskan kepada Dewi.
"Apa kekuatan aku berada di atas Vanteko Ma…?" Ucap Dewi bertanya dengan raut wajah yang terlihat memiliki suatu niat yang tersembunyi.
"Kalau untuk masalah tingkatan kekuatan, kamu berada 1 tingkat di atas Teko… hanya saja, karena Teko sudah menguasai dasar dan juga mempunyai pondasi yang kuat, aku rasa kekuatan kamu bisa di bilang sama atau bahkan bisa saja berada di bawah Teko…" Jawab Viky.
"Jadi jika kekuatan aku ingin berada di atas Teko, aku harus menguasai dasar ilmu seni bela diri dan juga mempunyai pondasi yang kaut…?" Jawan Dewi dengan niat bertanya kepada Viky.
"Menurut kakak… aku ini termasuk orang yang mempunyai bakat atau tidak…? dan bagaimana caranya untuk memperkuat pondasi aku…?" Ucap Dewi yang terus menerus bertanya kepada Viky.
"Kamu mempunyai bakat atau tidak, aku tidak bisa menjawabnya sekarang, jadi kita lihat nanti setelah kamu berlatih latihan fisik, untuk sekarang kemajuan yang kamu capai cukup besar dan bisa terlihat kamu mempunyai sedikit bakat… tapi kemajuan kamu itu tidak akan maksimal jika pondasi kamu tidak kuat… jadi untuk memperkuat pondasi kamu, mari kita pergi keluar untuk melatih fisik…" Jawab Viky, dengan mengajak Dewi pergi keluar.
Tanpa menunggu jawaban dari Dewi, Viky berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar, Dewi pun hanya bisa mengikuti Viky pergi dari sana tanpa bisa menjawab perkataan dari Viky tadi.
Ketika Viky dan Dewi sudah berada di tempat latihan… Viky menyuruh Dewi untuk ikut berlatih bersama yang lain, tapi sebelum memulai pelatihan Viky memberikan sedikit arahan kepada Dewi, atas apa yang harus di lakukan dan tidak boleh di lakukan saat mengikuti pelatihan.
Ketika Viky berada di tempat latihan, semua orang yang sedang berlatih menjadi lebih semangat untuk berlatih karena kehadiran Viky di sana memberikan aura semangat bagi semua orang.
Tidak terasa waktu 1 jam telah berlalu dengan cepat, di rasa sudah cukup Viky menghentikan pelatihan Eagle, Dewi, Vanteko Ma, Dadan Ling beserta ke 5 orang lainnya untuk berhenti dan mengajak mereka semua untuk kembali masuk ke dalam rumah untuk mengikuti arahan selanjutnya dari Viky, namun untuk Aldo, dan ke 4 pilar, Viky membiarkan mereka semua untuk terus berlatih, karena mereka semua sudah tahu apa yang harus di lakukan selanjutnya dan kapan mereka semua harus berhenti dari pelatihan fisik, namun berbeda dengan Eagle karena pelatihan selanjutnya dari Eagle berbeda dengan yang lain oleh karena itu, Viky mengajak Eagle ke dalam rumah, untuk memberikan arahan selanjutnya.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1