Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 183 Bertukar


__ADS_3

Bertukar


"Yah kalau hanya kebetulan tapi jika tidak ada kamu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepada Rere… dan mungkin kita malam ini tidak akan berkumpul di sini…" Jawab Viky.


"Oh iya Dewi… sekarang kamu mau menggunakan identitas sebagai Dewi atau Grisha Ling…?" Lanjut Viky berkata dan melihat ke arah Dewi.


"Mau itu Grisha Ling atau Dewi, aku rasa ke 2 2 nya sama saja, toh orangnya masih lah aku… kakak Viky dan yang lain juga ada sudah tahu kan dengan semuanya… yang terpenting aku bisa tetap dekat dengan kakak Viky…" Jawab Grisha Ling.


"Memang ke 2 2 nya adalah orang yang sama, tapi identitas yang kamu pilih menentukan bagaimana kamu ke depannya…" Jawab Viky.


Grisha Ling atau Dewi berpikir sejenak, dia menimbang identitas mana yang lebih membuat dia nyaman.


"Tapi jika di pikir-pikir aku lebih nyaman dengan identitas Dewi, sebab aku bisa lebih bebas untuk berekspresi dan tidak di kekang harus seperti ini dan itu, karena aturan dari keluarga yang mengharuskan aku menjadi seperti orang lain…" Jawab Dewi, menjelaskan akan pilihannya.


"Memang apa bedanya Tuan Viky, jika putri ku memilih identitas Dewi atau Grisha Ling…?" Ucap Sulis Tiba-tiba bertanya kepada Viky.


"Tidak ada bedanya dari ke 2 identitas tersebut, Dewi atau Grisha Ling tetap orang yang sama, namun yang membedakannya adalah, jalan seperti apa yang akan di jalanin untuk masa depannya…" Jawab Viky melihat ke arah Sulis.


"Jalan seperti apa yang akan di lalui jika putriku memilih identitas Dewi…?" Ucap Sulis Ling kembali bertanya.


"Sebelum membahas hal itu… mungkin tuan Sulis bertanya-tanya kenapa aku membawa Vanteko Ma ke sini… dan hal itu nanti yang akan menjelaskan tentang perbedaan dari identitas Dewi dan Grisha Ling… untuk mengawali semuanya, aku ingin bertanya kepada Tuan Sulis sebagai kepala keluarga Ling… apa tuan Sulis mau menukar bisnis bawah tanah keluarga Ling, dengan bisnis daerah atas dari keluarga Ma…?" Ucap Viky menjelaskan sekaligus bertanya kepada Sulis Ling.


Sulis Ling sedikit tercengang akan pertanyaan dari Viky, sebab bisnis bawah tanah keluarga Ling lebih besar dari pada bisnis, daerah atas dari keluarga Ma, dan aula kediaman keluarga Ling pun menjadi sedikit ramai, banyak komentar orang berkomentar tetang pertanyaan Viky, apa lagi orang-orang dari keluarga Ling yang bergerak di bidang bawah tanah. Karena mereka pikir bahwa pertukaran itu tidak sebanding, dan terlalu menguntungkan keluarga Ma.


"Aku akan mengikuti apa yang Tuan Viky perintahkan… tapi jika keluarga Ling melepaskan bisnis bawah tanah… lantas bagaimana nasib orang-orang dari keluarga Ling yang hanya mempunyai kemampuan di bisnis bidang bawah tanah…? Jawab Sulis Ling dengan penuh percaya diri, dan tanpa ada dikit pun keraguan, namun terdengar dari nadanya dia merasa khawatir kepada anggota keluarganya yang bergerak di bidang bisnis bawah tanah.

__ADS_1


"Aku akan menganggap jawaban dari Tuan Sulis, adalah sebuah kesiapan… untuk hal itu, tuan Sulis tidak perlu mengkhawatirkannya, karena aku sudah memikirkan sebelumnya… jadi untuk anggota keluarga Ling yang hanya bisa menjalankan bisnis di bidang bawah tanah, maka lanjutkan saja, namun sebagai kepala dari bisnis bidang bawah tanah ini adalah keluarga Ma atau Vanteko Ma, begitu pun sebaliknya, untuk bisnis di daerah atas dari keluarga Ma…" Jawab Viky kembali menjelaskan.


"Sekarang 2 kepala keluarga ada di sini… aku ingin mendengar jawaban yang pasti dari kalian ber 2, apa kalian setuju untuk rencana aku ini…?" Lanjut Viky bertanya kepada Sulis Ling dan Vanteko Ma, serta melirik mereka ber 2 secara bergantian.


"Aku sangat setuju dengan semua rencana kakak… apa pun yang kakak rencanakan aku yakin di masa depan itu yang terbaik untuk semua orang, terutama untuk aku sendiri…" Ucap Vanteko Ma, yang menjawab terlebih dahulu atas pertanyaan dari Viky.


"Kalau untuk aku, aku sih setuju-setuju saja… tapi aku tidak tahu apa orang-orang keluarga Ling akan setuju akan hal ini… Jadi Tuan Viky, ijinkan aku untuk bertanya dulu kepada semua orang-orang dari keluarga Ling yang ada di sini…?" Jawab Sulis Ling, yang belum memberikan kepastian kepada Viky, karena berbagai alasan yang harus dia pikirkan baik-baik.


"Silahkan Tuan Sulis… apa pun jawaban dari orang-orang keluarga Ling aku akan menerimanya tanpa ada paksaan apa pun…" Jawab Viky memberikan ijin Sulis Ling untuk bertanya kepada orang-orang dari keluarga Ling.


"Kalian semua sudah mendengar apa yang kami bicarakan, aku ingin tahu bagaimana dengan jawaban dari kalian… apa kalian semua setuju dengan rencana ini atau tidak…" Ucap Sulis Ling dengan berdiri dan melihat ke arah semua orang yang berada di dalam ruangan aula kediaman keluarga Ling.


Setelah Sulis Ling berkata demikian suasana di aula tersebut pun menjadi hening, tidak ada yang menanggapi perkataan dari Sulis Ling, mereka hanya saling memandang satu sama lain, jika tidak ada Viky mungkin mereka akan berani berkata dan mengungkapkan pendapatnya masing-masing, tapi saat ini bukan untuk berdiskusi melainkan untuk memutuskan.


"Tuan… aku secara pribadi mengikuti apa pun keputusan dari Tuan… aku yakin apa pun itu, pastilah Tuan memutuskan yang terbaik bagi kami, dan aku rasa semua orang berpendapat sama dengan aku… jika ada yang tidak sependapat bisa berdiri dan mengatakannya sekarang…" Ucap Salah seorang dari orang-orang keluarga Ling berdiri dan melihat ke arah Sulis Ling, namun di kalimat terakhir dia melihat ke arah orang-orang dari keluarga Ling.


"Baiklah jika itu keinginan kalian semua seperti itu, aku memutuskan bahwa aku akan setuju dan mengikuti dengan rencana Tuan Viky…" Ucap Sulis melihat ke arah orang-orang keluarga Ling, setelah tidak ada lagi yang berkata dari orang-orang keluarga Ling, kemudian dia duduk kembali dan melihat ke arah Viky


"Tuan Viky… aku mewakili semua orang dari keluarga Ling, setuju dan akan terus mengikuti dengan rencana dari Tuan Viky…" Ucap Sulis Ling, memberikan jawaban pasti kepada Viky.


"Baiklah Tuan Ling… jika Tuan sudah setuju dengan rencana dari aku, maka aku akan menjalankan rencana selanjutnya… dan pertanyaan yang tadi tuan tanyakan, tentang perbedaan dari identitas Grisha Ling dan Dewi adalah, jika putri anda menggunakan identitas Grisha Ling maka dia akan aku tempatkan bersama Dadan Ling, dan jika Menggunakan identitas Dewi maka dia akan aku tempatkan bersama Vanteko Ma…" Jawab Viky menjelaskan.


"Mungkin ada baiknya putri anda… bersama Vanteko Ma, ini juga sebagai contoh agar semua orang-orang dari keluarga Ling atau Keluarga Ma tahu, bahwa penerus dari ke 2 keluarga besar, saling berbagi dan berhubungan baik serta menjalankan bisnis yang sama…" Lanjut Viky berkata.


#Alhamdulilah anak author sudah mendingan dan sudah di perbolehkan untuk istirahat di rumah, semua berkat doa dari kakak-kakak semua.

__ADS_1


Untuk hari ini author up 1 dulu, nanti malam author mungkin akan begadang untuk nulis bab yang terlewat.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2