
Tanda Awal
"Viky… kenapa kamu tidak bilang dari awal kepada aku…?" Ucap Herman dengan perasaan kaget setelah mendengar pengakuan identitas Viky.
"Aya tidak bertanya kepadaku, jadi aku tidak memberi tahu ayah… dan aku juga tidak tahu harus memulai berbicara dari mana jika aku memberitahu ayah…" Jawab Viky melihat ke arah Herman.
"Memang benar sih aku tidak bertanya kepada kamu… tapi aku juga bingung harus mulai dari mana bertanya kepada kamu dan aku juga tidak menyangka bahwa 2 orang besar yang di isukan di Kota Taraka adalah orang yang sama yaitu kamu… yah sudah lah itu tidak terlalu penting bagiku, tapi yang paling penting adalah apa Rere sudah mengetahui semuanya…?" Jawab Herman dan kembali bertanya kepada Viky.
"Aku belum menceritakannya kepada Rere, tapi dia tahu bahwa aku adalah seorang prajurit Militer di Divisi perang… mungkin nanti aku akan secara perlahan menceritakannya kepada Rere…" Jawab Viky kembali.
"Tok… Tok… Tuan, ini saya penjaga keamanan yang Tuan panggil…" Terdengar suaran ketukan pintu dari luar dan terdengar suara seseorang yang berbicara.
"Masuk…" Ucap Viky mempersilahkan orang yang berada di luar pintu masuk.
Setelah mendengar perintah di perbolehkan masuk, orang yang di luar pun masuk ke dalam ruangan tersebut, orang tersebut tersedak kaget dan diam di dekat pintu masuk, melihat Viky atau orang yang bertemu di bawah tadi sedang duduk di kursi utama ruangan tersebut.
"Tu-Tuan… apa tuan memanggil saya…" Ucap penjaga keamanan yang berdiri di dekat pintu dengan ekspresi kaget melihat ke arah Viky.
"Iya… aku memanggil kamu…" Jawab Viky melihat ke arah si penjaga.
"Apa kamu kenal dengan nama dari wanita tadi di bawah… aku lihat kamu terlihat akrab dengannya…" Lanjut Viky bertanya dan menyadarkan kekagetan si penjaga.
"Benar Tuan… saya sangat akrab dengannya, karena suaminya juga adalah teman saya, dan untuk namanya adalah Nilam…" Jawab Si penjaga, dengan sopan dan terlihat berbeda sikap ketika tadi berbicara di bawah.
"Baiklah… Nanti jika wanita yang bernama Nilam ini datang kembali, kamu bawa dia ke sini, atau jika aku tidak di sini, kamu bawa langsung dia ke ruangan aku…" Ucap Viky menanggapi perkataan si penjaga
"Baik Tuan… Nanti jika Nilam kembali akan saya antarkan dia langsung kepada Tuan… dan untuk kejadian di bawah saya minta maaf ka…" belum selesai si penjaga berbicara tangan Viky terangkat untuk menghentikan kata-kata dari si penjaga.
"Tidak apa-apa tidak perlu di bahas lagi… kamu bisa pergi sekarang dan tunggu dia kembali di pintu gerbang…" Ucap Viky memberi perintah kepada si penjaga.
"Baik Tuan… kalau begitu saya pamit pergi dulu…" Jawab si penjaga, kemudian dia pergi dari ruangan tersebut.
__ADS_1
"Huuhhh…" si penjaga menghembuskan napas lega setelah berada di luar ruangan, dia merasa lega setelah berhadapan dengan Viky, sebab tadi di saat di bawah, dia berlaku tidak sopan, dan menganggap Viky karyawan biasa, dan bagusnya Viky tidak mempermasalahkan hal tersebut, tapi tanpa dia sadari bahwa baju di punggungnya sudah basah oleh keringat.
"Tuan Sulis… mungkin nanti setelah acara di Divisi perang Kota Taraka, aku bersama Herman akan pergi berkunjung ke kediaman keluarga Ling…" Ucap Viky melihat ke arah Sulis, setelah si penjaga keluar dari ruangan tersebut.
Dan kata-kata Viky menyadarkan Sulis dari keterkejutannya.
"Baik Tuan… aku sangat senang mendengarnya dan Terima kasih karena Tuan sudah mau menyempatkan datang ke kediaman keluarga Ling…" Jawab Sulis yang dalam keadaan yang masih belum sadar secara penuh.
Setelah kata-kata dari Sulis terucap, di pintu masuk Deky berjalan memasuki ruangan tersebut, setelah dia bertemu dengan Lega Ma di loby. dan kembali duduk di kursi awal dia duduk.
"Taun… tadi aku sudah bertemu dengan kepala keluarga Ma… dia ingin mengundang anda ke kediamannya… namun aku belum memberikan jawaban tuan akan datang atau tidak…" Ucap Deky dengan sopan melaporkan tetang pertemuannya dengan Lega Ma
"Baiklah… kamu hubungi dia nanti, dan bilang malam ini aku kan berkunjung ke kediamannya…" Jawab Viky atas laporan Deky, namun terdengar dari nadanya tersirat rencana lain.
"Baik Tuan… nanti saya akan menghubungi kepala keluarga Ma dan memberitahukan kepadanya bahwa Tuan akan datang malam ini…" Jawab Deky.
"Ayah… kita selesaikan masalah ayah dengan Cipto Ma malam ini… ayah juga pasti ingin tahu tetang kebenaran yang terjadi, dan kita akan menuntut keadilan kepada keluarga Ma…" Ucap Viky melihat ke arah Herman, dengan aura Viky yang sedikit keluar dari tubuhnya, dan dengan tersenyum khas Viky, namun yang mengetahui arti senyum tersebut hanyalah Aldo.
Sulis yang berada di samping Herman pun dapat merasakan aura yang keluar dari tubuh Viky, dia bergidik ketakutan merasakan aura tersebut.
"Hanya sedikit saja aura dari seorang Lord Jendral Pasukan Wings Magnum yang keluar tapi aku sudah merasa sangat takut dan merasa tidak nyaman… apa lagi lebih dari ini, mungkin aku bisa pingsan dan bisa saja gila atau terbunuh…" Gumam Sulis dalam hati dan menatap ngeri kepada Viky.
"Umur kamu masih sangat muda, tapi pencapaian kamu sudah melebihi aku yang sudah tua ini… aku tidak bisa membayangkan pencapaian seperti apa yang akan kamu capai jika umur kamu sudah sama seperti aku…" Gumam kembali Sulis, saat ini di hati Sulis ada rasa takut dan juga ada rasa bahagia yang bercampur menjadi satu.
"Tuan Sulis sebagai tanda awal kita, aku mengundang keluarga Tuan untuk hadir di acara yang akan di adakan di Divisi perang… dan untuk proyek kerja sama kita, mungkin nanti kita bicarakan lagi setelah acara tersebut selesai…" Ucap Viky berbalik melihat ke arah Sulis dengan kembali tersenyum ramah, dan aura Viky juga sudah hilang.
"Aldo nanti kamu atur tempat di acara di Divisi perang untuk keluarga Ling… karena di acara tersebut aku akan mengumumkan sesuatu yang penting…" Lanjut Viky berbalik melihat ke arah Aldo dan memberi perintah kepada Aldo.
"Baik Lord… akan saya atur tempat untuk keluarga Ling…" Jawab Aldo atas perintah dari Viky
"Terima kasih Tuan Viky… aku sangat menghargai undangan dari Tuan… aku akan menghadiri acara tersebut… tapi bolehkan saya membawa istri dan juga anak-anakku…" Jawab Sulis dengan sopan, bertanya sekaligus meminta persetujuan Viky.
__ADS_1
"Undangan ini bukan hanya untuk kamu saja, tapi termasuk dengan istri dan juga anak-anak kamu…" Jawab Viky, dan memang niat Viky adalah mengundang keluarga Sulis, tapi bukan semua anggota keluarga Ling melainkan hanya keluarga inti.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak Tuan…" Jawab Sulis, yang terus berterima kasih kepada Viky, karena dia bingung harus berkata apa lagi, baru saja berkata ingin bergabung dan mengikuti Viky, belum berbuat apa-apa tapi sudah di berikan hal yang sangat luar biasa.
*Kemarin author lupa Up, jadi sekarang di tambah 1 bab lagi.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1