Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 322 Sama-sama Pemimpin Tapi Berbeda


__ADS_3

Sama-sama Pemimpin Tapi Berbeda


Beberapa menit yang lalu, semua orang-orang dari Divisi perang yang di latih oleh Viky, mereka semua merasa terpana dan terkagum-kagum melihat banyaknya alat-alat perang yang datang, bukan hanya itu saja tapi juga cara mendaratkan Helikopter dengan sangat mulus tanpa ada yang memberikan petunjuk dan arahan serta bisa berbaris dengan rapih, untuk orang-orang dari Divisi perang saja, mereka sedikitnya memerlukan arahan untuk mendaratkan sebuah Helikopter.


……


Di saat yang bersamaan di langit Kota Taraka, di penuhi dengan banyaknya Helikopter yang lewat dengan berbagai macam tipe, dari arah bandara menuju ke arah Divisi perang Kota Taraka, semua orang yang ada di Kota Taraka saat ini merasa sangat bingung dan juga merasa sedikit ketakutan, karena hal ini tidak pernah terjadi dan juga Helikopter yang terbang sangat berbeda dengan Helikopter milik Divisi perang.


Di pikiran semua orang saat ini, bahwa Kota Taraka akan mengalami peperangan, dan para Helikopter tersebut adalah serangan yang di lancarkan oleh musuh, menuju Divisi perang Kota Taraka, hal itu juga menjadikan sebuah keributan yang besar terjadi di Kota Taraka.


Di sebuah ruangan Edi Zhou atau Penguasa Kota di temani orangnya tengah duduk di sebuah meja, dia dengan segera mengadakan rapat dadakan karena saat ini dia menerima laporan dari berbagai sumber atas apa yang sedang terjadi di Kota Taraka, dia mengadakan rapat ini untuk mendiskusikan dengan orang-orangnya apa yang harus di lakukan untuk menanggapi kejadian ini, dan apa yang harus di katakan atau di lakukan kepada semua warga yang ada di Kota Taraka agar bisa tenang kembali dan melakukan aktivitasnya kembali seperti biasa.


"Tuan Penguasa, apa yang harus kita lakukan sekarang ini…? di saluran pelayanan publik, saat ini tengah sibuk dan banyak yang bertanya apa yang sedang terjadi… dan apa yang harus di lakukan…" Ucap Salah seorang dari orang kepercayaan Edi Zhou bertanya.


"Aku dari tadi sudah mencoba menghubungi Glen komandan Divisi perang kota Taraka, untuk menanyakan apa yang sedang terjadi, namun tidak ada jawaban dari sana…" Jawab Edi Zhou dengan nada yang lemas, karena dia sebagai penguasa kota tidak bisa menenangkan warga yang sedang merasakan ketakutan.


"Kenapa tidak mencoba menghubungi ke bagian Divisi perang saja tuan… di bagian komunikasi, aku yakin pasti masih ada orang yang berada di sana, dan bisa memberitahu kita apa yang sedang terjadi saat ini…" Ucap salah seorang lain memberikan sarah kepada Edi Zhou.


"Sudah… semua cara untuk menghubungi Divisi perang sudah aku lakukan, namun hasilnya masih tetap sama… mereka semua tidak ada satu pun yang menjawab…" Ucap Edi Zhou menanggapi saran dari orang ke 2.


Wajar saja Glen dan semua orang yang ada di Divisi perang tidak menjawab panggilan dari Edi Zhou, karena dia dan semua orang yang ada di Divisi perang saat ini tengah sibuk setelah mendapatkan perintah dari Eagle.


Setelah kata-kata dari Edi Zhou keluar, ruangan tersebut pun berubah menjadi hening, karena mereka semua sangat bingung, bingung apa yang harus di lakukan, karena mereka juga tidak tahu apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Tuan… bukannya tuan mengenal Lord Jendral… kenapa tuan tidak mencoba menghubunginya dan bertanya kepada Lord Jendral apa yang sedang terjadi… aku yakin Lord Jendral pasti tahu karena Lord Jendral juga bagian dari Divisi perang…" Ucap salah seorang dengan tiba-tiba memberikan saran dan kata-katanya memecah keheningan yang terjadi di sana.


"Aku juga sempat berpikir untuk bertanya kepada Lord Jendral… akan tetapi aku tidak terlalu mengenal Lord Jendral karena aku hanya pernah 1 kali bertemu dengan Lord Jendral… oleh karena itu aku sedikit merasa tidak enak jika harus bertanya kepada Lord Jendral…" Jawab Edi Zhou kembali, namun nadanya masih terdengar sangat lemas.


"Jika Tuan merasa tidak enak, tuan bisa mengatasnamakan warga Kota Taraka, aku yakin Lord Jendral pasti akan mengerti… dan ini juga demi kebaikan warga Kota Taraka juga…" Jawab orang yang memberikan saran untuk menghubungi Viky.


"Baiklah… akan aku coba menghubungi Lord Jendral… apa pun yang terjadi aku akan menanggung akibatnya, asalkan semua orang yang ada di Kota Taraka ini, bisa tenang kembali. jika pun akan terjadi perang maka kita harus dengan cepat mengungsikan semua orang…" Jawab Edi Zhou, mengeluarkan ponsel dari sakunya untuk menghubungi Viky.


Karena di pikiran Edi Zhou, menghubungi orang besar seperti Viky, setidaknya pasti ada sedikit resiko yang harus di tanggung, karena tidak sembarang orang bisa dengan mudah berkomunikasi dengan orang seperti Viky.


"Tuan Lord Jendral… maaf saya menganggu waktu Lord Jendral… namun ada hal penting yang harus saya tanyakan kepada Lord Jendral, ini menyangkut semua orang yang ada di Kota Taraka, karena…" Ucap Edi Zhou dengan sopan setelah sambungan telpon dengan Viky tersambung, namun belum selesai kata-kata dari Edi Zhou sudah di potong oleh Viky.


"Tuan Penguasa Kota… aku tidak memiliki banyak waktu sekarang ini… mungkin akan lebih baik jika tuan penguasa kota langsung mengatakan inti dari apa yang ingin tuan penguasa kota tanyakan…" Ucap Viky memotong kata-kata dari Edi Zhou, dan kata-kata dari Viky bisa di dengar oleh semua orang yang ada di sana, karena Edi Zhou mengaktifkan mode pengeras suara panggilan di ponselnya.


"Maaf tuan Edi, karena aku terlalu sibuk menyiapkan tempat di sini, jadi aku hampir lupa memberitahu tuan Edi atas apa yang sedang terjadi… dan melupakan semua orang yang ada di Kota Taraka ini…" Jawab Viky, yang mana memang dia sedikit melupakan tentang semua orang yang ada di Kota Taraka, karena dia terlalu fokus menyusun rencana penyelamatan Rere, Viky mengentikan kata-katanya sebentar untuk mencari alasan yang tepat yang harus di katakan kepada Edi Zhou, dan agar semua orang yang ada di Kota Taraka tidak khawatir dengan apa yang sedang terjadi, dan juga agar tidak terjadi keributan yang tidak perlu.


"Semua helikopter yang datang dari bandara menuju ke Divisi perang Kota Taraka, baik itu Helikopter perang atau yang lainnya adalah Helikopter yang di kirim oleh Divisi perang pusat, untuk Divisi perang yang ada di Kota Taraka, untuk di pergunakan dalam pelatihan… mungkin tuan Edi bisa membatu saya, untuk mengatakan kepada semua orang yang ada di Kota Taraka untuk tidak perlu khawatir dan tidak perlu terlalu menanggapi apa yang sedang terjadi… dan bilang juga kepada semua orang jangan terlalu menyebarkan berita ini kepada orang lain… karena ini menyangkut rahasia pertahanan Divisi perang Kota Taraka juga…" Lanjut Viky dengan sedikit berbohong kepada Edi Zhou, karena di pikiran Viky, jika di katakan yang sebenarnya maka semua orang akan menjadi lebih heboh lagi, namun Viky berbohong bukan dengan maksud yang tidak baik, melainkan demi kebaikan semua orang.


"Baik Tuan Lord Jendral… aku akan mengatakan kepada semua orang yang ada di Kota Taraka atas apa yang tuan Lord Jendral katakan kepada saya… aku yakin semua orang akan kembali seperti biasa setelah mendengar berita ini… dan terima kasih atas informasi yang tuan Lord Jendral berikan kepada saya…" Jawab Edi Zhou dengan perasaan yang sedikit lega karena dia sudah mengetahui apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dia lakukan untuk menenangkan semua orang.


"Tuan Edi tidak perlu sungkan seperti itu kepada aku… bagaimana pun tuan Edi adalah seorang penguasa kota di Kota Taraka ini… kita ber 2 memiliki status yang sama, hanya berbeda tempat dan orang yang di pimpin saja…" Jawab Viky, dan memang apa yang Viky katakan adalah benar, Viky dan Edi Zhou adalah seorang penguasa atau seorang pemimpin bagi banyak orang, hanya saja berbeda orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2