
Tidak Hanya Memberikan Perintah
1 Jam telah berlalu dari serangan pertama yang di luncurkan oleh pesawat zet, amunisi dari ke 2 belah pihak pun sudah banyak berkurang, dan alat-alat perang pun tidak sedikit yang rusak akibat serangan yang di lakukan oleh pihak lawan, baik itu alat-alat perang dari pihak Viky atau dari pihak Fast.
Namun kerusakan yang lebih parah adalah dari pihak Fast, karena mereka semua belum terlalu siap untuk memulai peperangan, bukan hanya alat-alat perang saja yang rusak tapi hampir sebagian tenda di barak Fast sudah habis terbakar dan hancur karena ledakan, baik itu ledakan dari tembakan Tank baja, atau tembakan dari helikopter milik Viky.
"Lion kurangi serangan tank baja dan juga helikopter, dan mulai turunkan pasukan berjalan…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Lion melalui radio, untuk segera menurunkan pasukan berjalan, dengan tujuan menyapu sisa-sisa pasukan dari pihak musuh.
"Baik Lord…" Jawab Lion di sisi lain radio.
Setelah mendapatkan perintah dari Viky, secara perlahan baik itu tank baja atau pun helikopter yang menyerang, satu persatu mundur.
Setelah menyimpan alat-alat perang dengan jarak yang aman, mereka semua segera turun dari alat perang mereka masing-masing dan segera berbaris dengan rapih dan membawa senjata di tangan, ada yang membawa senjata jenis pintos, ada juga yang membawa senjata sejenis pedang.
Viky memberikan perintah seperti itu bukan tanpa sebab melainkan dia melihat Fast dan orang-orangnya dari kejauhan berjalan memasuki peperangan.
Dari pihak Fast juga, menghentikan serangannya karena pihak Viky sudah berada di jarak aman atau jarak terjauh dari tembakan tank baja milik mereka, jika di teruskan menembak pun hanya akan membuang amunisi mereka, tanpa mengenai musuh.
"Fast… aku akan memberikan 2 pilihan untuk kamu… ingin meneruskan peperangan seperti tadi dan hasilnya sudah jelas bahwa kamu dan semua orang-orang kamu akan musnah, atau ingin memulai peperangan hanya dengan menggunakan pedang saja tapi kamu memiliki sedikit kesempatan untuk bisa menang…?" Ucap Viky dengan sedikit berteriak dan juga dengan memakai energinya agar suaranya bisa di dengar oleh Fast yang berjarak cukup jauh dengan Viky.
Viky menawarkan 2 pilihan tersebut kepada Fast, karena Viky tidak ingin Fast dan orang-orangnya mati karena ledakan dari tembakan tank baja atau tembakan dari helikopter, bagi Viky kematian seperti itu terlalu mudah bagi Fast dan orang-orangnya, namun di kalimat terakhir dari kata-kata Viky, Viky memiliki maksud agar Fast menyetujui pilihan ke 2, karena ketika di dalam sebuah peperangan, ada kemungkinan dapat memenangkan peperangan tersebut walau hanya 5% pun pasti akan memilih jalan tersebut.
"Baiklah… jika itu yang kamu inginkan… aku akan memilih pilihan yang ke 2… tapi aku minta waktu 1 menit untuk mempersiapkan semuanya…" Jawab Fast dengan berteriak dan juga dengan memakai energinya agar bisa di dengar oleh Viky, dan dia juga sedikit mengerti dengan maksud dan tujuan dari Viky memberikan 2 pilihan tersebut, yaitu Viky menginginkan perang dengan cara lama yaitu perang dengan menggunakan pedang, namun dia juga meminta waktu kepada Viky untuk persiapan, karena semua orangnya saat ini hanya memegang pistol, atau alat-alat perang modern.
__ADS_1
"Baiklah… akan aku beri kamu waktu 1 menit, dalam 1 menit, aku tidak akan menyerang kamu, tapi setelah 1 menit, kamu dan orang-orang kamu siap atau tidak, aku akan langsung menyerang kamu…" Jawab Viky menyetujui permintaan dari Fast.
Setelah mendengar jawaban dari Viky, Fast menyuruh orang-orangnya untuk bergegas berganti senjata dengan pedang, dan dia juga memiliki sedikit kepercayaan diri dalam melakukan perang dengan cara lama, walau pun dia yakin bahwa dia tidak memiliki kesempatan untuk menang, tetapi dia ingin membunuh sebanyak-banyaknya orang-orang dari pihak Viky, dan dengan cara ini lah dia bisa membalas sedikit kekalahan dia dalam serangan pertama dari Viky, atau bisa di bilang kalah pun tidak jadi masalah yang terpenting adalah bisa membuat lawan menderita kerugian yang cukup besar.
Di saat Fast dan orang-orangnya bergegas berganti senjata dengan senjata pedang, di langit pertarungan antar pesawat zet masih terus berlangsung, namun mereka tidak menyerang ke unit darat, baik dari pihak Viky atau pun dari pihak Fast karena sebelumnya ke 2 belah pihak sudah memerintahkan unit udara mereka untuk tidak menyerang unit darat lawan, dan mereka semua juga tengah sibuk dengan lawan mereka masing-masing, walau pun pertarungan udara saat ini menjadi tidak seimbang, karena pesawat dari pihak Viky 2 kali lipat banyaknya dari pihak Fast.
"Rere untuk pertarungan kali ini, kamu tidak bisa pergi bersama aku, karena kamu tidak bisa bertarung dengan cara lama seperti ini, dan kamu juga akan menjadi sasaran bagi pihak lawan, lebih baik kamu tinggallah di sini sampai semuanya selesai…" Ucap Viky dengan nada yang lembut.
"Baiklah… aku akan tinggal di sini dan menunggu kamu… aku juga sadar bahwa aku tidak bisa bertarung, oleh karena itu aku tidak mau membebani kamu dalam pertarungan kali ini… jika ada kesempatan di masa depan, aku ingin kamu mengajarkan aku ilmu seni bela diri, karena aku tidak mau terus membebani kamu, serta menghambat apa yang menjadi tujuan kamu…" Jawab Rere dengan nada yang lemas, karena dia sadar dengan kemampuan yang dia miliki, oleh karena itu, dia meminta kepada Viky setelah semua ini selesai, dia ingin Viky mengajarinya tekni ilmu seni bela diri, agar di masa depan dia tidak menjadi hambatan bagi Viky untuk segera mencapai tujuannya.
"Lion… sampai di sini, biar aku yang memimpin semua orang sendiri, kamu diam saja di sini dan jara Rere, bawa beberapa orang bersama kamu, aku takut ada musuh yang lolos dari pengawasan aku…" Lanjut Viky berkata dan memberikan perintah kepada Lion, setelah Lion kembali berada di dekat Viky.
"Baik Lord… untuk masalah keamanan Quin, Lord bisa percayakan kepada saya, saya akan menjaga Quin dengan nyawa saya sendiri sebagai taruhannya…" Jawab Lion.
"Memang terlalu berlebihan jika aku sendiri turun tangan untuk menghadapi musuh kecil seperti mereka, tapi hal ini juga aku lakukan agar di masa depan tidak ada yang berani mengusik keluarga aku lagi, jika ada yang berani maka kemarahan dari aku akan mereka rasakan sendiri… dan aku juga sudah lama tidak ikut berperang secara langsung, karena tidak ada yang memaksa aku untuk turun ke dalam sebuah peperangan…" Jawab Viky, yang mana dia setuju atas pernyataan dari Aldo, namun dia memiliki tujuan lain dari apa yang dia lakukan tersebut.
Setelah berkata kemudian Viky berjalan ke barisan depan pasukannya di ikuti oleh Aldo, Cheetah, Jaguar, Vanteko Ma, Dewi, Dadan Ling dan Ke 5 orang lainnya, dan orang-orang dari Viky pun memberikan jalan untuk Viky agar bisa menuju ke barisan paling depan dan memimpin semua orang.
"Lord… Ini pedang yang biasa Lord pakai… apa Lord akan mempergunakan pedang ini atau tidak…" Ucap Aldo dengan menyerahkan sebuah pedang kepada Viky, yang mana pedang tersebut adalah pedang yang biasa Viky pakai dalam sebuah peperangan, namun entah kapan terakhir kali Viky memakai pedang tersebut, karena sudah sejak lama tidak ada yang mampu membuat Viky untuk turun secara langsung ke dalam sebuah peperangan.
"Baik… Terima kasih Aldo, dengan turunnya aku secara langsung seperti ini, mungkin akan menambah semangat semua orang dalam perlang kali ini dan perang-perang selanjutnya yang akan kita hadapi nanti… dan biar mereka tahu bahwa aku tidak hanya memberikan perintah dan hanya menonton semua orang berperang dari kejauhan… tapi aku juga bisa ikut berperang dengan mereka semua…" Jawab Viky dengan mengambil pedang yang di berikan oleh Aldo kepadanya.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1