
Kekuatan Tempur Yang di Miliki Viky Saat ini
Ketika perintah dari Viky keluar, saat itu juga suara gemuruh dari helikopter kembali menggema di langit Kota Taraka setelah beberapa menit yang lalu suara tersebut berhenti dan suara helikopter saat ini lebih banyak dari sebelumnya dan juga dari berbagai penjuru Kota Taraka, namun semua orang yang ada di Kota Taraka saat ini tampak seperti biasa, karena penguasa kota atau Edi Zhou sudah mengatakan bahwa apa pun yang terjadi itu adalah proses pemindahan alat-alat perang dan mungkin jika ada kelanjutan maka alat-alat tersebut sedang di coba oleh orang-orang dari Divisi perang.
Dan orang-orang yang ada di Envio Tobacco Center Divisi perang pusat, mereka juga terlihat sedikit lebih santai, walau pun radar serta panggilan untuk meminta pendaratan dari sebuah pesawat lebih banyak dari kejadian terakhir, karena mereka semua sudah di beritahu oleh Ritz atau Dewa perang pusat, bahwa saat ini Lord Jendral sedang memindahkan sebagian alat-alat perangnya ke Montana atau lebih tepatnya ke Kota Taraka.
Namun yang tidak di ketahui oleh semua orang adalah, bahwa berita awal yang tersebar sudah berubah, karena semua orang-orang dari pasukan Magnium membawa semua alat-alat perangnya ke Kota Taraka atas perintah dari Lord Jendral atau Viky, untuk bersiap dalam sebuah pertempuran dan bukan lagi hanya memindahkan alat-alat perang.
Di saat yang bersamaan Setelah Viky memberikan perintah kepada Eagle dan yang lainnya, dia kembali masuk ke dalam base camp di ikuti oleh Aldo yang berjalan di belakangnya.
"Aldo… apa kamu tahu seberapa banyak kekuatan yang kita miliki saat ini…?" Ucap Viky bertanya kepada Aldo, setelah dia duduk di kursi yang biasa.
"Ijin menjawab Lord… untuk alat-alat yang sudah kembali dan yang ada di markas pasukan Magnium saat ini, ada Helikopter tempur dengan jumlah 3.200 unit dengan berbagai macam tipe, serta Helikopter pengangkut dengan jumlah 5.400 unit dengan dua jenis yaitu tipe pengangkut barang atau orang dan tipe pengangkut alat-alat perang darat, serta ada 1.200 pesawat zet, dan ada 3.800 tank baja serta 2.700 mobil tempur dengan berbagai macam tipe dan ada 500 pesawat airbus pengangkut jarak jauh… serta ada 8 Divisi pasukan yang tersedia, dengan 2 Divisi darat, 2 Divisi udara dan 2 Divisi laut… dengan jumlah orang tidak kurang dari 20.000 orang… dan ada 100 kapal Induk… dengan…" Ucap Aldo menjawab dan menjelaskan kekuatan dari pasukan Magnium yang di miliki saat ini kepada Viky, namun ketika Aldo akan menjelaskan seberapa banyak kekuatan laut yang ada Aldo di hentikan oleh Viky.
"Sudah cukup… untuk saat ini kita hanya membutuhkan unit udara dan darat saja, karena di sini tidak akan terlalu membutuhkan alat-alat perang Laut… nanti setelah Cheetah mengetahui lokasi pasti Lisa, kamu atur semuanya pada posisi masing-masing, aku ingin kita bisa menyelamatkan Lisa dengan cepat…" Ucap Viky memotong laporan dari Aldo, dan dia memerintahkan Aldo untuk mengatur strategi untuk menyelamatkan Lisa, karena dia memiliki sedikit keyakinan bahwa penculikan Rere hanyalah sebuah pengalihan saja.
"Baik Lord…" Jawab Aldo sambil menganggukkan kepalanya, yang mana dia sudah mengerti maksud dari kata-kata Viky.
Ketika Aldo selesai berkata, dari arah pintu masuk Vanteko Ma membuka pintu, dia berjalan dengan santai ke arah Viky karena dia tidak tahu apa yang terjadi di sana, di saat dia tidak ada di sana, namun raut wajah Vanteko Ma terlihat sangat bingung dan juga terlihat sedikit ketakutan melihat Viky yang duduk di kursi dan terlihat berbeda dari sebelumnya.
__ADS_1
"Teko… kamu sudah kembali…? apa yang kamu dapatkan dari hasil penyelidikan kamu…?" Ucap Viky dengan dingin, serta mata yang masih merah dan aura seorang Lord Jendral menyelimuti tubuhnya.
"Iya kak… aku tadi pergi ke kediaman keluarga Neo untuk mencari tahu keberadaan Rahma Neo, orang-orang keluarga Noe bilang bahwa Rahma Neo sudah tidak pulang beberapa hari yang lalu… kemudian aku bertanya kepada Jeri Noe, namun dia juga tidak tahu tentang keberadaan Rahma Neo, karena tidak menemukan petunjuk dari Keluarga Neo, aku bergegas ke rumah, untuk mencari tahu tentang kak Cipto… namun ayah juga bilang hal yang sama seperti yang di katakan oleh keluarga Noe, namun tadi pagi seorang penjaga keamanan di berikan sebuah surat oleh orang yang tidak di kenal…" Jawab Vanteko Ma melaporkan kepada Viky, atas penyelidikan dia terhadap Rahma Neo dan juga Cipto Ma, dia kalimat terakhir dia mengeluarkan selembar kertas yang di lipat dari dalam sakunya.
"Ini suratnya kak…" Lanjut Vanteko Ma dengan memberikan selembar kertas yang dia keluarga dari sakunya kepada Viky.
"Surat itu dari kak Cipto… isi dari surat itu, dia bilang kepada aku untuk tidak ikut campur dalam masalah kak Viky, karena musuh yang akan di hadapi kak Viky, jauh lebih kuat dari Mafia Danoe King yang kak Viky hadapi dulu… aku tidak tahu kenapa Kak Cipto bisa mengetahui informasi ini, dan aku juga tidak tahu maksud dari kak Cipto memberitahukan hal ini kepada aku… aku mencoba menghubungi kak Cipto untuk bertanya namun ponselnya tidak aktif…" Lanjut Vanteko Ma dengan menjelaskan yang dia tangkap dari isi surat tersebut.
"Aku sudah tahu siapa musuh yang akan kita hadapi sekarang ini… namun aku ingin tahu Cipto Ma dan Rahma Neo memiliki hubungan seperti apa dengan musuh yang akan kita hadapi ini… status mereka ber 2 ini adalah tawanan atau bagian dari musuh kita…" Jawab Viky yang mana dari awal dia sudah tahu siapa yang akan dia hadapi.
"Maaf kak… jika kak Cipto adalah bagian dari musuh kita… maka aku sendiri yang akan membunuh kak Cipto di depan kak, karena jika seseorang membuat sebuah kejahatan yang di lakukan maka orang tersebut harus menerima balasan yang setimpal… namun jika kak Cipto adalah tawanan, aku meminta dengan sangat kepada kakak untuk dapat menyelamatkan kak Cipto, bagaimana pun, kak Cipto adalah kakak kandung aku sendiri…" Ucap Vanteko Ma tanpa ragu.
"Setelah selesai… kamu bergabunglah dengan yang lain dan persiapkan diri kamu untuk sebuah pertempuran…" Lanjut Viky berkata.
"Baik kak…" Jawab Vanteko Ma, kemudian dia berjalan pergi dari sana, namun di hatinya ada sesuatu yang mengganjal, namun dia tidak berani bertanya kepada Viky, karena Viky terlihat berbeda dari biasanya, jadi dia hanya bisa mengikuti perintah dari Viky, dan membiarkan waktu yang menjawab sesuatu yang ingin dia tanyakan kepada Viky.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
__ADS_1
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...