Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 168 Galau


__ADS_3

Galau


Setelah memutuskan telpon dengan Dewi, Viky sedikit merenung dan memikirkan atas perubahan sikap Rere, berbeda tempat maka akan berbeda pula sikap Rere kepada Viky.


"Apa aku salah bicara yah kepada Rere… apa aku terlalu menekan dia untuk menjadi wanita seperti yang aku inginkan…? tapi aku lakukan itu demi kebaikan dia… mungkin aku harus memberikan kesempatan untuk dia melakukan hal yang dia inginkan…" Gumam Viky, dan muncul banyak pertanyaan di kepala Viky, tanpa dia sadari Dari arah pintu masuk, Aldo berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Lord… apa ada sesuatu yang terjadi…? yang membebani pikiran Lord…?" Ucap Aldo bertanya setelah dia berada di dekat Viky yang sedang duduk di kursi dengan sopan, karena dia melihat Viky yang sedang melamun, dan pertanyaan dari Aldo menyadarkan Viky dari lamunannya.


"Yah… ini masalah wanita… aku bingung apa yang harus aku lakukan kepada Rere… aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya dari kemarin dia bersikap tidak seperti biasanya… " Jawab Viky setelah tersadar dari lamunannya dan melihat ke arah Aldo.


"Aldo bagaimana hubungan kamu dengan Citra Epson…? apa sudah mengalami sebuah kemajuan…?" Lanjut Viky bertanya kepada Aldo, dan mengalihkan pembicaraan, karena Viky tahu bahwa Aldo, tidak akan mengerti dan juga tidak akan memberikan jalan keluar atas masalahnya.


"Hubungan aku dengan dia cukup baik Lord… apa lagi setelah kemarin kita bertemu dan pergi makan bersama… tapi Lord ada sedikit masalah yang membuat aku bingung harus bagaimana menyelesaikan masalah ini…" Jawab Aldo, dengan raut wajah bingung.


"Masalah apa…?" Tanya Viky dengan sedikit penasaran.


"Begini Lord… kemarin ketika aku selesai makan bersama dia… di bilang ingin aku pergi ke rumahnya dan berbicara kepada orang tuanya bahwa aku ingin menikahi dia…" Jawab Aldo menjelaskan.


"Oh seperti itu… tapi kamu mau menikah dengan dia… ?" Tanya Viky menanggapi penjelasan Aldo.


"Aku tidak tahu Lord… jika aku menikah dengan dia… aku takut tidak punya waktu lagi untuk mengikuti Lord…" Jawab Aldo dengan nada yang sedikit lemas, karena dia takut setelah menikah nanti Aldo tidak akan bisa mengikuti Viky.


"Jika kamu ingin menikah dengan dia yah tinggal menikah saja… dan untuk masalah kamu mengikuti aku… aku yakin Citra juga akan mengerti dengan posisi kamu… kamu hanya perlu mengikuti arahan dari Citra setelah kamu menikah nanti…" Jawab Viky memberikan pengertian kepada Aldo, dengan tangan yang menepuk pundak Aldo.


"Baik Lord… aku akan menuruti perintah dar Lord…" Jawab Aldo dengan simpel. dan mungkin sangat jauh dari konteks pembicaraan mereka.


"Aduk… kamu ini… sudah lah… biar nanti aku coba berbicara dulu dengan Citra… agar di masa depan nanti tidak terjadi masalah yang rumit…" Jawab Viky dengan menggelengkan kepalanya.


Aldo memang sangat sulit untuk dapat memutuskan sebuah keputusan untuk dirinya sendiri, tapi jika untuk strategi perang dia sangat ahli. mungkin karena Aldo sangat jarang bersosialisasi dengan orang luar dan selalu memfokuskan diri untuk membangun Pasukan Magnium menjadi lebih besar dan di takuti oleh seluruh dunia.


"Yah sudah… aku akan pergi dulu menemui seseorang… kamu mau ikut aku atau kamu mau membantu Deky di sini…" Lanjut Viky berkata.

__ADS_1


"Jika di ijinkan… aku akan tinggal di sini membantu Deky… dan juga katanya Citra nanti siang akan pergi ke sini untuk bertemu dengan aku…" Jawab Aldo.


"Baiklah… jika urusan aku sudah selesai… dan nanti Citra masih di sini… aku akan berbicara dengan dia dan membicarakan masalah di antara kamu dan Citra…" Jawab Viky.


"Baik Lord…" Jawab Aldo.


Setelah Viky selesai berkata, kemudian dia berjalan ke arah pintu keluar, dan Aldo mengikuti Viky di belakangnya, tapi mereke pergi ke arah yang berbeda, Aldo pergi ke arah ruangan Deky dan Viky pergi ke arah Loby Octa Grup, serta menuju ke arah dimana dia menyimpan mobilnya.


Kemudian Viky mengendarai mobilnya dan pergi meninggalkan gedung Octa Grup dan pergi menuju ke tempat yang di kirim oleh Dewi, tidak lama dia sudah sampai di lokasi yang dituju, Viky memarkirkan mobilnya dan berjalan pergi ke arah pintu masuk, namun di saat di akan masuk dia di cegat oleh 2 penjaga yang bertugas menjaga di sana.


"Maaf tuan… pintu masuk ini hanya boleh di lewati oleh sepasang kekasih… jika tuan datang ke sini sendiri tuan bisa masuk lewat pintu yang di sana…" Ucap salah satu penjaga dengan sopan, dan menunjuk ke arah pintu lain.


"Memang apa bedanya pintu ini dengan pintu yang di sana…?" Jawab Viky dengan menunjuk ke arah pintu masuk dan pintu yang lain yang di tunjuk oleh si penjaga.


"Jadi begini tuan… pintu ini untuk orang yang sudah mempunyai pasangan sedangkan untuk pintu di sana untuk yang datang sendiri… di sana tuan bisa memilih perempuan untuk menjadi pasangan tuan… dan tidak sedikit orang yang mendapatkan pasangan di sana dan mereka bisa sampai menikah…" Ucap si penjaga menjelaskan kepada Viky, tentang perbedaan pintu di sana.


"Oh jadi pintu yang di sana bisa di bilang pintu untuk mencari jodoh…" Jawab Viky menyimpulkan penjelasan si penjaga.


"Tapi aku sudah membuat janji bertemu dengan seseorang di sini… jadi aku harus bagaimana…?" Ucap Viky bertanya kepada ke 2 penjaga tersebut.


"Mungkin Tuan bisa menghubungi dulu orangnya dan bilang bahwa tuan sudah berada di depan… Maaf Tuan… kami hanya menjalankan aturan di sini… dan tidak bermaksud lain…" Jawab si penjaga dengan sopan kepada Viky.


"Baiklah aku mengerti aku akan meng…" Belum sempat Viky menyelesaikan kalimatnya dari arah belakang terdengar seorang perempuan berkata.


"Tidak usah… aku sudah berada di sini… " Ucap Perempuan tersebut berjalan ke arah Viky, dan ke 3 orang yang berdiri di depan pintu masuk dengan serempak melihat ke arah sumbar suara, terlihat seorang perempuan berjalan ke arah mereka, perempuan tersebut sangatlah cantik, dengan memakai gaun pendek berwarna putih, dengan rambut panjang hitam terurai hingga dada. wajah terlihat polos tapi pakaian yang di pakai terlihat sangat dewasa, perempuan tersebut adalah Dewi, orang yang janji bertemu dengan Viky di sini


"Ayo kita masuk… aku sudah memesan sebuah ruangan di dalam untuk kita…" Ucap perempuan tersebut setelah berada di dekat Viky dan dengan langsung mengambil lengan Viky, untuk dia peluk.


"Baiklah karena kamu sudah di sini… Ayo kita masuk…" Jawab Viky, yang tidak menolak lengannya di peluk oleh Dewi.


"Silahkan Tuan dan Nyonya…" Ucap Ke 2 penjaga tersebut mempersilahkan Viky dan Dewi untuk masuk, si penjaga tidak melarang Viky lagi, karena Viky saat ini sudah mempunyai pasangan.

__ADS_1


Kemudian mereka berdua berjalan bersama melawati pintu masuk, dan pergi ke arah resepsionis, untuk menanyakan ruangan mana yang akan mereka tempati, setelah Dewi membicarakan kepada penjaga resepsionis bahwa dia sudah memesan sebuah ruangan… Dewi dan Viky kemudian di antar oleh seorang pelayan, pergi ke ruangan yang Dewi pesan.


"Silahkan… Masuk Tuan…" Ucap si pelayan mempersilahkan Viky untuk masuk, setelah berada di depan pintu sebuah ruangan dengan membuka pintu ruangan tersebut.


#Jika tidak terlalu malam 1 bab lagi akan di up sekarang, tapi jika terlalu malam, mungkin akan di up besok 3 bab sekaligus 🙏


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2