Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 186 Bertemu dengan Antika Bilets


__ADS_3

Bertemu Dengan Antika Bilets


Di dalam mobil Vanteko Ma.


"Kak sekarang kita akan pergi kemana…? Ucap Vanteko Ma bertanya, setelah meninggalkan kediaman keluarga Ling.


"Nanti kamu turunkan aku, setelah kita melewati 4 persimpangan jalan…" Jawab Viky.


"Kenapa kak… aku bisa antar kakak sampai ke tujuan, dan juga bukannya kakak tadi bilang bahwa orang yang ingin kakak temui belum mengirimkan lokasi tempat bertemunya kepada kakak…" Jawab Vanteko Ma.


"Kalau tadi memang orangnya belum mengirimkan lokasi tempat bertemunya dimana, tapi kalau sekarang sekarang sudah, dia sudah mengirimkan lokasinya, dan lokasi tersebut tidak jauh dari persimpangan ke 4 di depan…" Jawab Viky.


"Baiklah kalau begitu… apa kak perlu aku temani untuk bertemu orang tersebut…?" Ucap Vanteko Ma menawarkan diri untuk menemani Viky.


"Tidak usah… terima kasih, aku bisa pergi sendiri, karena ini hal pribadi yang hanya bisa aku selesaikan sendiri…" Jawab Viky.


Tidak lama mobil Vanteko Ma telah sampai di persimpangan ke 4, kemudian Vanteko Ma meminggirkan mobilnya.


"Kak… jika kakak butuh bantuan dari aku… kakak bisa hubungi aku nanti… walau sebenarnya kakak tidak terlalu membutuhkannya, tapi mungkin bisa sedikit meringankan masalah yang merepotkan kakak…" Ucap Vanteko Ma, setelah mobilnya terparkir di pinggir jalan.


"Baiklah… nanti jika kakak membutuhkan bantuan dari kamu, kakak akan menghubungi kamu…" Jawab Viky kemudian dia keluar dari dalam mobil dan berjalan sedikit menjauh dari mobil Vanteko Ma, Vanteko Ma pun pergi dengan mobilnya meninggalkan Viky di persimpangan jalan.


Viky menghentikan sebuah taksi setelah mobil Vanteko Ma tidak terlihat lagi, kemudian dia masuk ke dalam mobil setelah sebuh taksi menepi di dekatnya.


"Pak tolong antar saya ke hotel Calton…" Ucap Viky setelah berada di dalam taksi.


"Baik Tuan…" Jawab si supir taksi dan langsung menancap gasnya menuju ke hotel Calton.


Tidak lama Viky sudah sampai di hotel Calton, karena jarak yang tidak terlalu jauh, dan juga lalu lintas sudah tidak ramai karena waktu pun hampir menunjukan tengah malam.


Treett…

__ADS_1


Treett…


Treeet…


Ponsel Viky berbunyi setelah dia berada di loby hotel, kemudian Viky mengeluarkan ponselnya untuk melihat siapa yang menelponnya, namun yang menelpon Viky adalah No baru, Viky sedikit mengernyitkan alisnya kemudian dia mengangkat telpon tersebut.


"Kamu langsung masuk ke dalam kamar dengan No D 40, aku sudah menunggu kamu dari tadi di sini…" Ucap seorang perempuan dengan nada yang lembut setelah telpon tersambung.


Ketika Viky akan menjawab, telpon tersebut sudah di matikan oleh si penelpon.


"Apa yang kamu inginkan hingga menyuruh aku bertemu dengan kamu di tempat seperti ini…" Gumam Viky sambil berjalan menuju ke kamar D 40 sesuai arahan dari si penelpon.


Setelah berada di depan pintu kamar D 40 Viky mengetik pintu kamar tersebut, karena dia takut kejadian yang dulu terulang kembali, saat salah masuk kamar Citra, beberapa kali Viky mengetik tapi tidak ada jawaban dari dalam, Viky mencoba membuka pintu kamar dan pintu kamar tersebut tidak di kunci.


"Hallo… apa ada orang di sini…" Ucap Viky dengan berjalan masuk ke dalam kamar tersebut, namun masih tidak ada jawaban dari orang yang berada di dalam kamar tersebut, kamar tersebut sangat wangi aroma bunga lavender dan lampu di sana sudah berubah menjadi gelap, berwarna biru.


Kemudian Viky mengeluarkan auranya untuk mendeteksi apa ada orang di dalam ruangan tersebut atau tidak, jika ada maka berada di mana orang tersebut.


Setelah mendengar kata-kata tersebut, Viky menarik kembali auranya dan berjalan ke arah balkon, setibanya di balkon Viky sedikit tercengang melihat suasana di balkon yang begitu romantis, karena suasana di balkon tidak jauh berbeda di saat dia bersama Dewi atau pun Rere di restoran romantis tadi siang.


Suasana di balkon sangat romantis, dengan keadaan lampu yang sengaja di matikan, ada bunga mawar bertaburan dimana-mana, dan juga lilin yang berada di setiap sudut, serta sebuah meja yang mana di tengah meja tersebut ada sebuah lilin yang menerangi meja tersebut, dan seorang wanita yang sangat cantik dengan sorot mata yang tajam, duduk di meja tersebut, dengan rambut terurai panjang hingga dada, riasan wajah yang simpel tapi sangat cantik karena wanita tersebut memang sudah cantik alami, jadi tidak perlu merias wajah juga sudah cantik, wanita tersebut memakai dress tali berwarna hitam, dengan memperlihat sedikit buah semangka berwarna putih seperti baru tumbuh, karena tidak terlalu besar tapi cukup menonjol dan berisi, dan juga terlihat sangat padat kenyal jika di pegang, jika di bandingkan dengan Rere bisa di bilang 11, 12 lah, namun Rere masih sedikit lebih cantik.


Kesan wanita tersebut terlihat penuh kedewasaan serta berwibawa dan juga sangat tegar, walau begitu wanita tetap lah wanita, yang hatinya penuh kelembutan.


Viky sedikit tercengang melihat suasana di balkon, dan juga wanita yang duduk di meja tersebut, karena dia juga baru pertama kali melihat si wanita berpenampilan seperti itu.


"Kenapa kamu melihat aku seperti itu…? apa kamu berubah pikiran setelah kamu melihat aku berpenampilan seperti ini dan mau menikahi aku…?" Ucap si wanita bertanya dengan tersenyum lembut ke arah Viky.


"Tidak apa-apa… kamu memang terlihat berbeda dari biasanya… aku sedikit kaget karena melihat penampilan kamu yang sangat jauh berbeda dari biasanya walau begitu, pendirian aku tetap pada pendirian awal dan tidak akan berubah… walau kamu lebih cantik dari Rere, tapi tetap aku akan memilih dia…" Jawab Viky setelah sadar dari kagetnya, dengan melihat ke arah si wanita dan berjalan mendekat ke arah meja.


"Silahkan Duduk… kita berbicara sambil minum anggur dan menikmati sedikit makanan yang aku buat sendiri…" Jawab Si wanita mempersilahkan Viky untuk duduk.

__ADS_1


"Antika Bilets… aku tidak sudah berbasa-basi… kamu katakan saja apa niat kamu ingin bertemu aku…?" Ucap Viky bertanya dengan dia masih berdiri di dekat meja, dan wanita yang duduk di meja tersebut adalah Antika Bilets cucu dari pimpinan 1 Divisi perang Montana.


"Baiklah… jika kamu tidak mau duduk dan menikmati makanan yang aku buat serta meminum anggur bersama aku, akan aku katakan apa mau aku, yang pertama Aku berharap kamu mau merubah pendirian kamu… tapi jika hal tersebut tidak bisa, bisa kah kamu menemani aku makan dan minum malam ini…?" Jawab Antika Bilets dengan nada pasrah dan sedikit memohon.


"Untuk yang pertama sudah jelas itu tidak mungkin, jika aku cepat berubah pikiran maka aku tidak layak memimpin sebuah pasukan besar, namun untuk yang ke 2 aku bisa memenuhi keinginan kamu, dan ada hal yang ingin aku bicarakan dengan kamu…" Jawab Viky, kemudian dia duduk di kursi yang bersebrangan dengan Antika.


Setelah Viky duduk di kursi suasana di balkon hotel pun menjadi sangat canggung, walau susana di sana sangat romantis, tapi ke 2 nya bingung harus memulai pembicaraan dari mana, karena mereka sudah sangat lama tidak pernah bertemu dan ini baru pertama kalinya mereka bertemu secara langsung dan saling berhadapan seperti ini.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2