
Herman Play Boy
Di ruang makan, semua orang tengah menunggu Viky selesai meracik obat di dapur, di meja makan tidak ada yang berkata apa pun, suasana di sana pun sangat canggung. bingung harus berkata apa dan membahas apa dengan siapa… itu lah yang di pikiran keluarga Herman dan juga ibu dan adik Viky, untuk Eagle dan yang lainnya mereka sangat canggung karena baru kali ini mereka berhadapan dengan keluarga Lord mereka.
Di saat suasana di meja makan semakin canggung Viky keluar dari dapur, dan semua orang dengan sontak melihat ke arah Viky, awalnya tidak ada yang berani bertanya kepada Viky, dan hanya menatap Viky yang berjalan menuju ke arah kursinya.
"Viky… apa obatnya sudah jadi…" Ucap Herman bertanya, setelah Viky duduk di kursi meja makan.
"Belum selesai… tapi sudah ke proses akhir… hanya membutuhkan waktu 2 jam di masak dengan api kecil agar semuanya tercampur dengan rata dan dengan hasil yang maksimal…" Jawab Viky. dengan melihat ke arah Herman.
"Ibu… Lisa, aku akan menunggu dulu di sini sampai obat untuk Rere telah siap nanti… jika Ibu mau… Ibu dan Lisa bisa pulang terlebih dulu, dan akan di antar oleh Aldo…" Lanjut Viky berkata dengan lembut kepada ibunya, dan sesekali dia melihat ke arah Lisa.
"Mungkin ibu akan menemani kamu di sini nak, sampai kamu selesai dengan pembuatan obatnya… ibu juga ingin tahu apa obat tersebut bisa berhasil atau tidak…" Jawab Ratna menolak untuk dia pulang ke rumah, dan ingin tahu bagaimana kondisi Rere setelah meminum obatnya.
"Baiklah jika ibu tidak mau pulang duluan… ibu bisa tinggal di sini… aku juga setelah obatnya selesai, akan langsung pulang…" Jawab Viky.
"Jika kalian ada kerjaan yang harus di selesaikan… kalian jangan menunggu aku, kalian bisa pulang terlebih dulu…" Lanjut Viky berkata dengan melihat ke arah Eagle dan yang lainnya, dia berkata seperti itu, karena takut ada kerjaan yang belum selesai tapi tertahan oleh Viky.
"Lord… jika di ijinkan aku pamit pergi, untuk mengecek kembali kendaraan yang akan di pakai besok… mungkin aku akan kembali ke sini besok untuk menjemput Lord…" Ucap Eagle meminta ijin untuk pergi terlebih dulu.
"Aku juga Lord… jika di ijinkan aku pamit pergi, untuk memeriksa kembali persiapan di Divisi perang… takut ada yang terlewatkan" Ucap AS.35 yang juga meminta untuk pergi terlebih dulu.
"Tuan… Maaf Aku tidak bisa menemani tuan hingga selesai… karena aku harus beristirahat…dan untuk besok aku juga tidak bisa hadir ke acara yang akan di adakan oleh tuan di Divisi perang… karena besok pasti akan sangat sibuk sekali mengurus pembenahan struktur di Octa Grup…" Ucap Deky yang sama meminta ijin untuk pulang terlebih dahulu dengan alasannya.
Kemudian setelah Dekh selesai berkata… Lion, Tiger, Jaguar dan Cheetah pun meminta untuk pulang terlebih dulu.
"Baiklah… tidak apa-apa jika kalian ingin pulang terlebih dulu… karena di sini juga semuanya sudah bisa di atasi dan di sini juga ada Aldo yang akan siap membantu aku jika aku membutuhkan bantuan… dan untuk Deky, tidak apa-apa kamu tidak bisa pergi ke Divisi perang besok, lebih penting membenahi dulu struktur di Octa Grup… karena besok juga ada Eagle dan yang lainnya bersama aku…" Jawab Viky atas permintaan semua orang untuk bisa pulang terlebih dulu.
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban dari Viky… Deky, Eagle dan yang lainya pun berpamitan kepada semua orang, dan tersisa di ruang makan adalah, Herman, Novi, Rere, Ratna, Lisa, Viky dan Juga Aldo.
"Sambil menunggu proses pembuatan obatnya selesai di buat… bagaimana kalau kita berpindah tempat ke ruang tengah… tidak enak kita mengobrol di sini selama 2 jam dengan di temani piring kotor bekas makan…" Ucap Herman mengajak semua orang untuk pindah tempat.
"Lantas siapa yang akan membereskan semua ini…? karena dari tadi aku tidak melihat satu orang pun pelayan di sini…" Ucap Viky bertanya.
"Biar nanti aku menelpon jasa cleaning service untuk membereskan ini semua…" Jawab Herman, dan memang Herman sering memanggil jasa cleaning service untuk membersihkan rumahnya.
Setelah Herman selesai berkata, kemudian semua orang pergi ke ruang tengah untuk bersantai di sana sambil menonton tv dan menunggu proses pembuatan obatnya selesai.
"Ayah kenapa tidak memperkejakan seorang pelayan…?" Ucap Viky bertanya dan memulai pembicaraan setelah mereka semua berada di ruang tengah, sambil duduk di sebuah sofa.
"Sebenarnya aku juga ingin memperkerjakan seorang pelayan tapi selalu di tolak oleh Novi, Novi selalu berprasangka buru kepada aku… takut aku menggoda pelayan tersebut lah… takut ini lah… takut itu lah… " Jawab Herman dengan sedikit lemas, tapi dengan tangan yang mengambil 1 botol anggur yang berada di bawah meja, sofa tengah rumahnya.
"Itu karena mata kamu sering jelalatan jika melihat sedikit saja wanita yang kinclong… oleh karena itu aku tidak mengijinkannya, dan juga masalah pekerjaan di rumah masih bisa aku handle sendiri…" Timpal Novi buru-buru karena dia tidak mau di salahkan oleh Herman.
"Tapi tetap saja kamu seorang play boy… sampai kapan pun akan tetap seperti itu…" Jawab Novi dengan nada yang sedikit tinggi.
"Sudah… sudah… mungkin nanti aku bisa mencarikan seorang pelayan untuk di rumah ini… dan kebetulan aku juga belum mencari seorang pelayan untuk di rumah aku… dan untuk kebersihan setiap hari selama ini… hanya dari pihak pengelola perumahan saja… dan itu pun waktunya terbatas hanya dari pagi sampai siang saja… tapi Mamah bisa tenang karena pelayan yang akan aku cari nanti tidak akan bisa di goda oleh Ayah…" Jawab Viky, namun di kalimat terakhir Viky, memiliki arti yang lain. dan berniat untuk memanas-manasi Novi.
"Baiklah… Mamah percaya kepada kamu, kamu dapat memilih pelayan yang bagus, yang tidak bisa di goda oleh Si play boy kampung ini…" Jawab Novi, sambil menyindir Herman, yang sedang mengambil gelas yang berisi anggur.
"Terserah kalian ber 2 saja… yang jelas mau pelayan tersebut berpenampilan muda dan cantik… aku tidak akan tergoda sama sekali…" Jawab Herman dengan pasrah sambil meminum segelas anggur yang ada di tangannya.
"Viky… apa kamu mau mencoba anggur ini… ini adalah anggur merah tahun 1967, rasanya sangat enak… aku mendapatkan ini dari teman aku kemarin…" Lanjut Herman berkata dan menawari Viky anggur yang baru saja dia minum, sambil menuangkan kembali anggur ke dalam gelasnya.
"Boleh…" Jawab Viky singkat, kemudian Herman menuangkan anggur ke dalam gelas kosong satunya, dan ketika sudah terisi oleh anggur, dia memberikan gelas tersebut kepada Viky
__ADS_1
"Aldo… apa kamu juga mau mencobanya…?" Ucap Herman menawari Aldo untuk mencoba anggur tersebut.
"Heemmm…" Jawab Aldo yang hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan Herman pun menuangkan kembali anggur tersebut ke dalam gelas kosong satunya lagi, dan menyerahkan gelas tersebut kepada Aldo setelah gelas tersebut terisi oleh anggur.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...