Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 56 Membeli Rumah


__ADS_3

Membeli Rumah


Setelah beberapa saat akhirnya Viky dan Herman tiba di sebuah gerbang yang menjulang tinggi, kira-kira 5 meter tingginya, gerbang tersebut berwarna emas dengan ukiran-ukiran yang sangat indah.


Viky menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang, terlihat seorang penjaga menghampiri Viky, penjaga tersebut terlihat berbeda dari penjaga biasanya, dengan ukuran tubuh yang terlihat tegak dan berotot, seperti layaknya orang dari Divisi perang, dan di sampingnya di temani seekor anjing yang cukup besar, dan anjing tersebut terlihat sangat terlatih.


"Tuan… ada yang bisa aku bantu…?" Ucap penjaga tersebut dengan sopan, tapi dengan nada yang tegas layaknya orang militer, setelah dia berada di dekat mobil Viky.


"Aku ingin melihat-lihat rumah yang berada di sini…" Jawab Viky dengan santai dan tanpa basa-basi.


"Maaf tuan… apa tuan sudah tau peraturan di sini…? jika orang baru, tidak di ijinkan sebarang orang untuk berkeliling di area perumahan ini… tapi jika tuan tertarik untuk melihat-lihat rumah yang berada di sini… kami menyediakan sebuah mobil khusus untuk berkeliling melihat-lihat rumah yang berada di sini…" Ucap penjaga tersebut menjelaskan kepada Viky.


Penjaga tersebut, tidak lah bodoh… dia bisa membedakan mobil murah dan mobil mahal, jadi dia mempersilahkan Viky untuk melihat-lihat rumah di area tersebut, penjaga tersebut menilai dari mobil yang Viky pakai dan terlihat cukup mewah, walau harga pastinya mobil yang Viky pakai dia tidak tahu, tapi menilai dari mobil, penjaga tersebut yakin Viky akan mampu membeli sebuah rumah di sana, walau membeli rumah dengan harga yang termurah.


Viky mengerti akan peraturan di sana, jadi dia mau tidak mau harus mengikuti peraturan yang ada. Viky dan Herman kemudian turun dari mobil dan pergi menaiki mobil yang sudah di sediakan di sana…


"Tampaknya rumah di sini terlihat bagus… dan keamanan di sini juga terlihat cukup rapat, aku bisa tenang menempatkan Ibu serta adik ku di sini… dan juga di masa depan Rere bisa tinggal di sini bersama Ibu dan adik ku…" Gumam Viky melihat ke arah rumah yang paling besar


Setelah berkeliling cukup lama, melihat-lihat rumah yang berada di sana Viky dan Herman di bawa ke salah satu rumah dengan ukuran yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, rumah tersebut ada tempat pasaran, sekaligus kantor pengelola perumahan tersebut.


Di pintu depan terlihat ada beberapa penjaga yang sedang berjaga, ketika Viky dan Herman masuk ke dalam ruangan utama, mereka berdua di sambut oleh seorang wanita yang sangat cantik.


wanita tersebut memakai blazer berwana biru dangan dalaman berwarna putih serta rok mini berwarna biru, sangat cocok di pakai oleh wanita tersebut memperlihatkan lekuk tubuh yang indah serta langsing, dan di bagian dada terlihat sebuah tonjolan yang cukup berisi, serta rambut hitam terurai sebahu lebih sedikit.


"Selamat datang tuan… saya Melati, marketing di perumahan ini… ada yang bisa saya bantu…" Ucap Wanita tersebut memperkenalkan diri dengan tersenyum ramah kepada Viky dan Herman.


"Aku ingin melihat denah perumahan yang berada di sini…" Jawab Viky tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Baik tuan… mari ikut saya…" Ucap Melati mempersilahkan Viky untuk masuk kedalam, setelah berkata Melati kemudian dia berjalan masuk kedalam dan di ikuti oleh Viky dan juga Herman dari belakang.


"ini denahnya tuan, miniatur dari tempat ini…" Ucap Melati setelah berada di dalam, kemudian Melati dengan sangat profesionalnya dia menjelaskan secara perlahan dan terperinci kepada Viky dan Herman tengang perumahan tersebut.


Dari mulai gerbang masuk, penjaga keamanan, fasilitas yang ada di sana dan terkahir dia menjelaskan rumah dari urutan dengan harga yang terendah hingga dengan harga yang tertinggi, rumah yang tersedia di sana sekarang yang termurah adalah 900 juta dan yang termahal adalah 3 miliar.


Setelah menjelaskan semuanya Melati melihat ke arah Viky dan Herman, Herman dengan ekspresi kaget setelah mendengar harga yang terendahnya yang begitu mahal.


Hal biasa bagi Melati melihat ekspresi Herman yang kaget setelah mendengar harga terendah sebuah rumah di sana.


"Kalau yang berada di tengah-tengah itu berapa…? kenapa kamu tidak menjelaskan rumah itu…? apa tidak di jual…?" Tanya Viky dengan menunjuk rumah miniatur paling besar dan menonjol di antara rumah yang lain.


"Maaf tuan… untuk rumah itu… aku tidak punya hak untuk menjualnya tapi jika tuan berminat, aku bisa memanggilkan manajer untuk menjelaskan secara terperinci tetang rumah ini…" Jawab Melati dengan sopan dan menawarkan bantuan lain.


"Tidak usah… kamu bisa urus semuanya kan… aku ingin rumah ini… dan harus siap di huni dalam beberapa hari…" Jawab Viky dengan santai dan mengeluarkan kartu Red Diamond nya, Viky bisa menebak harga rumah tersebut jadi dia menggunakan kartu Red Diamond nya.


"Viky apa kamu serius… terakhir kamu memberikan kami sebuah mobil, sekarang kamu akan memberikan kami sebuah rumah… apa itu tidak terlalu berlebihan… aku rasa rumahku yang sekarang masih lah bagus dan masih layak untuk di huni…" Tolak Herman yang merasa tidak enak kepada Viky. setelah dia sadar dari keterkejutannya. dia takut Viky berpikir bahwa dia memanfaatkan Viky untuk keuntungan pribadi.


"Tidak… ini bukan apa-apa… nanti juga, kamu sendiri akan tahu kenapa semua ini aku lakukan… untuk sekarang aku sulit menjelaskannya kepada kamu… dan aku berharap kamu dapat menerima ini semua…" Jawab Viky.


Viky melihat ke arah Melati, dan memberikan kartu Red Diamond yang di keluarkan dari sakunya dan berkata:


"Nona tolong kamu gesek kartu ini untuk menyelesaikan masalah pembayarannya… "


Melati mengambil kartu yang di berikan oleh Viky, tapi ketika dia menerima karti tersebut, dia mengernyitkan alisnya melihat kartu yang Viky berikan, selama dia bekerja di sana dia tidak pernah melihat kartu bank seperti ini, tapi dia berpikir positif dan melakukan pekerjaannya secara profesional, takut-takut wawasan dia masih kurang dan melakukan kesalahan yang fatal dan sangat besar.


"Tu-Tuan… ap-apa tuan tahu berapa harga rumah ini…? kalau aku tidak salah dengar harga rumah ini tidak kurang dari 10 miliar… dan di tambah sebuah rumah yang lain… jumlah total pembayarannya adalah 13 miliar… aku bisa mengajukan potongan harga kepada manajer… mungkin total harganya bisa 12 miliar…"Jawab Melati dengan sedikit gugup, dan tubuh yang gemetar, antara percaya atau tidak.

__ADS_1


Pasalnya orang yang berada di depannya ini akan membeli sebuah rumah, yang termahal di sana, jika di hitung-hitung dia akan mendapatkan komisi tidak kurang dari 1 miliar di tambah dengan rumah yang satunya lagi, mungkin kurang lebih dia akan mendapatkan komisi 1,3 miliar. Dengan komisi sebesar itu, dia bisa hidup selama 5 tahun tanpa bekerja, Walau begitu, Namun ada sesuatu yang mengganjal di harinya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2