
Dua Kartu AS Luky Handoko
Semua mata tersorot melihat ke arah Deky, memperhatikan dengan seksama, tidak ada yang berani mengeluarkan suara keras, menanti dengan penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tapi kejadian di detik berikutnya membuat semua orang tercengang tidak percaya, dengan mata melotot dan mulut yang terbuka lebar.
"Bruk…"
Master yang di pukul oleh Deky terjatuh ke tanah, dan tidak bergerak sama sekali.
Luky dan para tetua dari keluarga Handoko, mereka semua juga ikut tercengang menyaksikan kejadian tersebut, dengan mata yang terus fokus melihat ke arah master yang tergeletak.
Setelah sekian detik Akhirnya Luky dan para tetua mengerti bahwa master dari keluarganya sudah di kalahkan oleh Deky hanya dengan satu pukulan, bahkan pukulan tersebut tidak bersuara sama sekali.
Master yang tersisa dari keluarga Handoko, yang melihat kejadian tersebut dari dekat, tubuhnya bergetar ketakutan keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya, serta ratu wajah yang berubah putih pucat karena ketakutan.
Dia yang sudah bergelut di dunia beladiri selama bertahun-tahun, tahu bahwa jurus yang di pakai oleh Deky adalah ciri khas dari Pasukan Magnium, tapi jurus tersebut hanya bisa di pelajari oleh anggota yang mempunyai kedudukan tinggi di dalam Pasukan Magnium.
"Si-siapa orang ini… ke-kenapa dia bisa menggunakan jurus tersebut… tidak sembarang orang bisa mempelajari jurus ini… bahkan untuk anggota biasa akan di bunuh jika mempelajari jurus tersebut apa lagi orang luar…" Gumam Mater tersebut dengan tubuh yang masih bergetar dan tanpa sadar dirinya melangkah mundur.
Deky berbalik menatap ke arah Master yang tersisa, dengan tatapan yang tajam dan wajah yang dingin berkata:
"Ternyata kamu mengetahui tentang jurus yang aku gunakan… tapi sekarang sudah terlambat untuk kamu menyadari hal itu… hanya sedikit orang yang pernah melihat jurus ini di gunakan dan masih hidup sampai sekarang…" Deky melangkah mendekat ke arah master dari keluarga Handoko.
"Ta-tapi apa kamu tahu dengan konsekuensi yang akan kamu bayar tetang jurus yang kamu gunakan tersebut…" Ucap Master dari keluarga Handoko yang belum sepenuhnya menyadari apa yang terjadi.
"Konsekuensi…? sejak aku mempelajari jurus ini… aku tidak pernah di beritahu tetang konsekuensi dari menggunakan jurus ini…" Jawab Deky dengan datar, dan terus berjalan mendekat ke arah master tersebut.
Deky bukanlah seorang yang menggeluti seni bela diri, dia hanya mempelajari teknik dasar dari seni bela diri itu pun sangat jarang dia gunakan, karena 2 master yang di perintahkan oleh Viky sudah cukup untuk menangani jika ada masalah. dan tetang jurus yang dia gunakan, memang Deky tidak di beritahu akan hal lain yang menyangkut jurus ini, Dia hanya di perintahkan oleh Viky untuk mempelajari jurus ini.
__ADS_1
Master tersebut akhirnya bisa bernapas sedikit lega, dia memikirkan sebuah ide untuk bisa mengalahkan Deky.
"Sungguh naif… kamu menggunakan jurus tersebut tanpa mengetahui konsekuensi yang akan kamu dapatkan nanti… Jurus tersebut sangat tabu bagi kami para ahli bela diri dan ada larangan tidak tertulis untuk tidak mempelajarinya dan bahkan menggunakan jurus itu…" Ucap master tersebut, dengan bangga.
"Jika berita ini tersebar keluar… kamu mungkin akan bisa selamat di sini, tapi di luar kamu akan akan di incar oleh orang-orang dari Pasukan Magnium… tapi aku bisa berjanji kepada kamu tidak akan membocorkan kejadian ini keluar… jika kamu berlutut sekarang… dan janji akan mengajarkan jurus tersebut kepadaku…" Lanjut master tersebut, dari nada bicaranya ada sedikit ancaman kepada Deky.
"He…he…he… kamu kira aku orang bodoh, kamu sudah tahu bahwa mempelajari dan mempergunakan jurus ini akan menjadi incaran pasukan Magnium, lantas kenapa kamu ingin mempelajarinya juga…? dan apa kamu tahu siapa orang yang mengajarkan jurus ini kepadaku…? karena kamu akan mati aku bisa beri tahu kamu… Lord Jendral dari pasukan Magnium sendiri yang mengajarkan jurus ini secara langsung kepadaku…" Tanpa memberikan waktu kepada Master tersebut untuk mencerna kata-katanya, Setelah Deky menyelesaikan kalimatnya dia langsung melancarkan sebuah serangan, mengarah ke arah Dada dari master tersebut.
Master tersebut pun menerima serangan dari Deky dengan Ekspresi wajah yang kaget dengan mata melotot dan mulut terbuka.
kejadian yang sama terulang kembali, 2 master dari keluarga Handoko di kalahkan dengan mudah oleh Deky, bahkan tidak menimbulkan suara.
Orang-orang dari keluarga Handoko yang melihat kejadian tersebut bergidik ngeri, 2 master terkuat dari keluarga Handoko di kalahkan dengan mudah oleh Deky.
Para tetua dari Keluarga Handoko yang berada di barisan paling depan dan menyaksikan kejadian tersebut tanpa terhalang oleh apa pun, tanpa sadar kali mereka bergetar dan keringat dingin mulai membasahi tubuh mereka.
Tapi berbeda dengan Luky, Walau ketakutan menyelimuti perasaannya tapi ada sedikit rasa tenang, karena 2 kartu AS yang dia punya belum dia keluarkan.
Dari kegelapan datang 2 orang master dengan energi yang sangat kuat, di lihat dari energi yang terpancar dari tubuhnya mereka sudah pasti lebih kuat dari 2 master yang telah di bunuh oleh Deky dan mungkin kekuatan mereka sudah mencapai tingkat kesatria.
Ketika Dua master itu berjalan mendekat ke arah Luky dari kegelapan muncul kembali orang-orang kuat dan bersenjata lengkap, mereka adalah Krist dan pasukan Emas Putih Divisi Perang.
"he…he…he… Deky… Deky… aku akui kemampuan kamu memang cukup hebat… tapi apakah kamu berani membunuh orang-orang dari Pasukan Divisi Perang Pusat… dan memulai perang dengan Divisi Perang Montana…?" Luky kembali tertawa lepas, karena sekarang keadaan berubah kembali.
"Dan aku perkenalkan kepada kamu 2 Master yang aku undang dari luar negri, tingkat kekuatan mereka jauh lebih kuat di bandingkan dengan master-master yang berada di Kota Taraka, dan tidak ada yang bisa mengalahkan mereka di Kota Taraka, bahkan mungkin hanya ada beberapa orang yang mampu bersaing dengan mereka di Montana ini.
cukup menguras isi kantong untuk dapat mengundang mereka, tapi hasil yang akan aku dapat jauh akan lebih besar… ha…ha…ha…" Lanjut Luky, dengan tawa bahagian penuh kemenangan di hatinya.
Para tetua yang dari awal merasa ketakutan, sekarang bisa bernapas lega, karena Luky mempunyai rencana lain, untuk menyelesaikan masalah ini.
__ADS_1
Di hati mereka, mereka tidak salah memilih Luky sebagai kepala keluarga Handoko, di saat genting seperti ini ternyata Luky mempunyai rancana cadangan.
Luky kembali menatap tajam ke arah Deky dan berkata: "Sebenarnya dari awal aku hanya mengukur waktu untuk menunggu mereka datang, dan beberapa menit yang lalu mereka baru sampai di bandara Kota Taraka, dan segera bergegas kemari, sekarang apa yang akan kamu lakukan…?"
Viky yang melihat kejadian ini, dia berdiri dari kursi dan berjalan ke arah Deky, di ikuti oleh Aldo di belakangnya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...