
Jemputan Yang Di Siapkan
Langit hitam sudah mulai menampakan dirinya yang mana perlahan berubah menjadi biru serta di hiasi oleh awan berwana putih, untuk sebagian orang yang berada di Kota Taraka, mereka melakukan aktivitas mereka masing-masing, seperti, bersiap pergi ke kantor untuk bekerja, pergi ke sekolah untuk belajar, dan ada juga yang masih terlelap dalam mimpinya dan hanya bisa menarik selimut karena udara pagi yang begitu dingin, dan jika dia bangun tidak ada hal yang bisa di lakukan, karena orang tersebut pengangguran.
Matahari pagi sudah mulai memberikan sinarnya dan jalanan utama Kota Taraka pun mulai di padati oleh kendaraan roda 4 dan juga roda 2, serta bis umum juga sudah mulai beroperasi.
Di tengah sibuknya pagi hari di dalam Kota Taraka, di sebuah bukit perumahan bernama Bukit Himalaya lebih tepatnya di dalam sebuah villa mewah yang terletak di sebelah selatan Kota Taraka, terlihat seorang pemuda yang baru terbangun dari mimpi indahnya karena sebelum tidur pemuda tersebut melihat dulu sebuah pemandangan 2 buah bukit yang cukup besar walau tertutup oleh sebuah kabut berwarna merah.
Pemuda tersebut adalah Viky, dia baru saja bangun dari mimpi indahnya, ketika dia melihat ke arah tempat tidur dan berniat untuk membangunkan Rere, dia sedikit kaget, karena di tempat tidur Rere sudah tidak ada di sana dan juga tempat tidurnya sudah tertata dengan rapih.
Kemudian Viky berjalan ke arah kamar mandi, dia berpikir bahwa Rere sedang berada di dalam kamar mandi dan sedang membersihkan badannya di sana dan dia berniat untuk menganggu Rere yang sedang mandi, tapi ketika pintu kamar mandi di buka ternyata Rere tidak ada di sana.
"Kemana dia pergi…? apa dia sudah kembali pulang ke rumahnya…?" Gumam Viky karena dia tidak melihat lagi keberadaan Rere di kamarnya… kemudian Viky membersihkan badannya.
Setelah selesai membersihkan badannya dan memakai seragam militer lengkap, yang Aldo berikan kepadanya beberapa hari yang lalu yang di kirim oleh Divisi perang… Viky berjalan keluar dari kamarnya dan dia turun ke lantai bawah serta pergi ke ruang makan.
Di ruang makan sudah ada Ibunya dan juga Lisa yang masih memakai baju tidur, dan ada juga Aldo yang sudah memakai seragam militer lengkap, yang sedang menunggu Viky untuk dapat sarapan bersama, setelah menyapa semua orang dan mencium ibu serta adiknya seperti biasa Viky duduk di kursi yang biasa dia duduk di sana.
"Ibu… apa ibu melihat Rere…? ketika aku bangun tadi aku tidak melihat Rere di tempat tidurnya…" Ucap Viky memulai pembicaraan dan bertanya kepada ibunya.
"Tadi pagi-pagi sekali dia berpamitan untuk kembali pulang kepada ibu, dia bilang, dia tidak mau mengganggu tidur kamu yang sangat nyenyak, jadi dia tidak berpamitan kepada kamu…" Jawab Ratna.
"Oh seperti itu… yah sudah tidak apa-apa jika dia sudak kembali ke rumahnya… oh iya ibu, hari ini ibu ada acara kemana…? jika tidak ada acara ibu bisa ikut aku pergi menghadiri acara di Divisi perang…" Lanjut Viky bertanya kembali.
"Maaf nak… ibu tidak bisa menemani kamu di acara di Divisi perang, kamu tidak apa-apa kan pergi sendiri… karena ibu harus menghadiri acara penerimaan mahasisa-mahasiswi baru di kampus Lisa…" Jawab Ratna meminta maaf kepada Viky.
"Tidak apa-apa… aku bisa pergi sendiri, dan mungkin Rere bisa menemani aku pergi ke sana… dan akan lebih baik ibu temani saja Lisa, takutnya dia akan menangis jika tidak di temani oleh ibu di acara penerimaan mahasiswa-mahasiswi baru di kampusnya…" Jawab Viky yang tidak mempermasalahkan Ratna yang tidak bisa menemaninya tapi di kalimat terakhir dia bermaksud untuk mengganggu Lisa yang sedang serius memakan sarapannya.
"Loh kenapa aku…? aku tidak ikut-ikutan malah di bawa-bawa… dan aku tidak masalah jika tidak di temani oleh ibu, aku juga bisa pergi sendiri kok… we…" Jawab Lisa yang merasa terusik oleh Viky, dan dia juga tidak terima kakaknya berkata seperti itu.
__ADS_1
"Iya… iya kamu lanjutkan saja makannya… makan yang banyak biar cepat tumbuh dewasa…" Jawab Viky yang terus menggoda Lisa, dan dia juga mengelus lembut rambut Lisa.
"Jika aku makan banyak, aku bisa gendut… lagian aku juga sudah dewasa sekarang… kakak saja yang masih suka menganggap aku seperti anak kecil…" Jawab Lisa dengan sedikit kesal kepada Viky karena Viky masih menganggapnya seperti anak kecil.
"Iya… Iya kamu sudah dewasa…" Jawab Viky yang masih terus mengelus kepala Lisa.
"Bu… mobil aku hari ini tidak di pakai… ibu bisa pergi ke kampus Lisa memakai mobilku… untuk sopirnya… nanti aku akan menelpon Deky untuk mengirimkan seorang sopir ke sini…" Lanjut Viky berkata dengan melihat ke arah ibunya.
Viky berbicara seperti itu, karena dia akan di jemput oleh orang dari Divisi perang, jadi mobilnya akan menganggur di rumahnya.
"Jika berbicara dengan ibu… kakak lepaskan dulu tangannya dari kepala aku… aku tidak bisa makan dengan benar jika tangan kakak masih berada di atas kepala aku…" Ucap Lisa yang masih kesal karen di kepalanya masih ada tangan Viky.
"Maaf… abisnya enak sih mengelus kepala kamu he… he… he…" Jawab Viky kemudian menurunkan lengannya dari kepala Lisa, dan melanjutkan makan sarapannya.
Setelah selesai sarapan, karena di rumah Viky belum ada pelayan satu pun jadi Lisa dan Ratna yang membereskan meja makan setelah selesai membereskan meja makan, mereka ber 2 kembali ke kamarnya masing-masing untuk berganti baju dan bersiap-siap karena mereka ber 2 saat ini masih memakai baju tidur.
Di luar rumah Viky sudah berbaris banyak mobil militer, dari mulai mobil off-road berlapis baja, dan ada juga mobil off-road berlapis baja dengan senjata di bagian belakangnya, serta beberapa mobil yang tidak di lengkapi oleh pintu dan itu memudahkan orang-orang dari Divisi perang jika terjadi serangan untuk bisa menyerang balik dan membuat pertahanan.
#Author kurang tau nama-nama pasti dari mobil militer, jadi author lengkapi saja dengan gambar, dan Author minta maaf jika ada kesalahan dalam penyebutan mobil militer ini.
Mobil yang di siapkan oleh Divisi perang untuk menjemput Viky, dan hanya ada 1 di antara begitu banyak mobil yang berbaris di sana.
__ADS_1
#Sumber dari Google dan bisa saja memiliki hak cipta.
Jumlah mobil yang berbaris di depan rumah Viky tidak kurang dari 20 mobil, dan juga ada orang-orang dengan berseragam militer lengkap serta dengan bersenjata yang lengkap pula, orang-orang tersebut berbaris dengan rapih di samping mobil masing-masing, dan jumlah orang-orang yang berbaris tersebut tidak kurang dari 100 orang.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1