
Dewi
Di dalam ruangan tersebut ada 1 orang laki-laki dan 2 orang perempuan yang tengah mengobrol sambil menikmati minuman dan hidangan yang sudah tersaji di atas meja, mereka ber 3 serentak melihat ke arah pintu masuk di saat pintu masuk terbuka. setelah melihat bahwa yang masuk adalah Vanteko Ma mereka ber 3 pun segera berdiri.
"Kak Viky… ini adalah Danu, Desi, dan Dini… mereka ber 3 adalah tim aku kak…" Ucap Vanteko Ma memperkenalkan orang-orangnya.
"Ini adalah Kakak aku, namanya Viky… orang yang aku ceritakan tadi…" Lanjut Vanteko Ma memperkenalkan Viky kepada orang-orangnya.
"Hallo… aku adalah Viky…" Ucap Viky menyapa semua orang.
"Hallo Kak Viky…" Jawab mereka ber 3 dengan serempak.
"Eehh dimana Dewi…?" Tanya Vanteko Ma kepada semua orang.
"Tadi dia pergi ke toilet dulu… dan katanya dia ingin mengambil kunci mobilnya yang di berikan kepada penjaga di atas, saat masuk…" Jawab Danu.
"Oh seperti itu… anak ini memang suka bertindak sedikit ceroboh… aku sudah menasehatinya beberapa kali tapi masih saja suka seperti itu… Eh tapi penjaga yang mana…? bukannya kita tidak menempatkan seorang penjaga di atas…" Jawab Vanteko Ma dengan nada yang sedikit lemas, dan sedikit merasa aneh.
"Aku tidak tahu… penjaga yang mana… kamu tahu kan dia memang suka bertindak seperti itu…" Timpal Wanita yang bernama Desi.
"Sudahlah… nanti juga dia akan kembali seperti biasa… kita semua sudah tahu dia seperti apa…?" Timpal wanita yang bernama Dini.
"Mari duduk kak Viky…" Ucap Vanteko Ma, melihat ke arah Viky dan mempersilahkan Viky untuk duduk, kemudan Viky pun duduk di sebuah kursi, setelah Viky duduk, yang lain pun ikut duduk kembali, dan Vanteko Ma duduk di sebelah kiri di dekat Viky duduk.
"Kak… apa kakak mau anggur… ini anggur yang aku siapkan khusus untuk kakak…" Ucap Vanteko Ma setelah duduk dan menawarkan anggur kepada Viky.
"Boleh…" Jawab Viky, kemudian Vanteko Ma menuangkan anggurnya ke dalam gelas Viky.
"Aku bersulang untuk kak Viky…" Ucap Danu sambil mengangkat gelasnya.
"Aku juga bersulang untuk kak Viky…" Timpal Desi dan juga di ikuti oleh Dini serta Vanteko Ma, dan mereka mengangkat gelas ke atas.
__ADS_1
Kemudian Viky pun mengangkat gelasnya, untuk bersulang bersama semua.
"Tring…" terdengar suara gelas saling beradu. dan di saat yang bersamaan dengan beradunya gelas, pintu masuk pun kembali terbuka. dan terlihat seorang wanita masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah yang kusut dan terlihat sangat kesal.
"Sialan… kemana penjaga itu membawa kunci mobil aku… dan dia juga tidak memarkirkan mobil aku dengan benar…" Ucap si wanita yang baru saja masuk dengan nada marah dan juga kesal.
"Dewi… jaga sopan santun kamu… di sini ada kak Viky…" Ucap Desi dengan mata sedikit melotot ke arah wanita yang baru saja datang, dan wanita yang baru saja masuk bernama Dewi, dan wanita tersebut juga adalah wanita yang di bicarakan tadi.
Dewi tidak menjawab kata-kata dari Desi dan dia berjalan ke arah kursi yang kosong dengan menundukkan kepalanya dan kursi kosong tersebut berada di sebelah kanan Viky, namun di saat dia akan duduk dia melihat ke arah Viky.
"Kamu… bukannya kamu yang tadi berada di pintu masuk… kenapa kamu berada di sini dan tidak memarkirkan mobil aku dengan benar… serta di mana kunci mobilku…" Ucap Dewi dengan polosnya namun ada sedikit nada kesal dengan tangan yang di ulurkan meminta kunci mobil kepada Viky,
"Dewi…" Ucap Danu dengan nada sedikit tinggi dan melihat ke arah Dewi dengan mata melotot.
"Tapi dia…" Jawab Dewi namun belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya sudah di potong oleh Viky.
"Oh kunci mobil ini…" Jawab Viky dengan mengeluarkan kunci mobil dari dalam sakunya.
"Eh tunggu… sepertinya ada yang salah di sini… tadi Desi bilang ada kak Viky di sini… dan orang baru yang berada sini hanyalah kamu… jadi kamu adalah…" Lanjut Dewi dengan sedikit bingung.
"Yah… memang ini adalah Kak Viky…" Ucap Dini memberitahukan kepada Dewi orang yang berada di dekatnya, dan menunjuk ke arah Viky.
Dewi melihat ke arah semua orang dengan bingung, dan meminta jawaban dari semua orang atas ucapan dari Dini benar atau tidak, dan semua orang hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari tatapan bingung Dewi.
Dewi secara perlahan kembali melihat ke arah Viky, namun raut wajah Dewi berubah sangat cepat, dia melihat ke arah Viky dengan ekspresi yang rumit.
"Jadi kamu adalah Kak Viky…" Ucap Dewi dengan polosnya dan sedikit merengek kepada Viky, dengan mata yang berkaca-kaca dan sedikit lagi dia akan menangis.
Setelah Dewi berkata seperti itu, semua orang yang berada di sana menepuk jidat mereka dan menggelengkan kepalanya.
"Kak Viky… maaf, dia memang selalu seperti ini… aku sudah sering menasehati dia tapi tetap saja dia tidak berubah…" Ucap Vanteko Ma, buru-buru menjelaskan kepada Viky, karena dia takut kesalahpahaman ini menjadi lebih rumit lagi
__ADS_1
"Kak Viky… kak Viky aku minta maaf… aku benar-benar tidak tahu…" Ucap Dewi yang tidak mengindahkan kata-kata dari Vanteko Ma, dengan merengek dan memegang tangan Viky dengan sedikit menggoyang-goyangkan tangan Viky dengan pelan, dan dengan ekspresi manja.
"Sudahlah… tidak apa-apa, aku juga bisa mengerti… lagian ini juga terjadi kepada aku, tapi aku sarankan untuk berhati-hati… takutnya hal ini terjadi kepada orang lain… dan bisa saja menjadi masalah besar…" Jawab Viky melihat ke arah Dewi, dia sudah tidak tahan dengan ekspresi dari Dewi yang merengek seperti anak kecil kepada Viky, dan juga dua buah aset berharga Dewi yang bisa sedikit terlihat oleh Viky.
Siapa yang akan tahan dengan wajah cantik serta polos Dewi yang merengek dengan manja, jika itu orang lain mungkin ingin dengan segera menerkam ke arah Dewi, kenapa tidak, Dewi adalah wanita yang sangat cantik dan terlihat sangat dewasa, serta mempunyai tubuh yang sangat bagus, dan di bagian dada terlihat cukup besar berisi dan dengan baju yang saat ini Dewi pakai, dua buah aset pribadinya bisa terlihat sedikit, karena baju yang Dewi pakai sekarang sangat terbuka di bagian atas, Namun kelemahan Dewi adalah dia sangatlah polos.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1