
Sesampainya dikamar hotel, Kaira
mengganti pakaiannya namun dicegah oleh Raffa.
“Kenapa mas?” Tanya Kaira.
“Biarkan aku yang melepasnya.”
Kata Raffa. Lalu Raffa melepas baju Kaira sambil mencium kening, pipi dan bibir
Kaira.
“Sebentar mas.” Kata Kaira.
“Ada apa lagi sih?” Tanya Raffa
kesal.
“I love u suamiku.” Kata Kaira
lalu mencium Raffa dan merebahkannya ke ranjang.
“Aku ingin memiliki anak denganmu
sayang. Aku ingin memiliki empat orang anak, apa kau tidak keberatan?” Tanya
Raffa.
“Tidak mas, semakin banyak akan
semakin ramai rumah kita dan pastinya akan selalu membawa kebahagiaan untuk
keluarga kita. Lakukan mas aku sudah tidak bisa menahannya lagi.” Kata Kaira.
Kemudian mereka melakukannya
hingga berkali-kali.
Keesokan paginya.
Kaira bangun terlebih dahulu
kemudian segera mandi dan setelah itu membuatkan suaminya kopi.
“Sayang bangun yuk, sudah siang.”
Kata Kaira.
“Beri aku ciuman dan pelukan
dulu.” Kata Raffa manja.
“Astaga kau semakin manja deh
mas.” Kata Kaira, lalu Kaira menurutinya dengan mencium dan memeluk suaminya.
“Uda kan, ayo bangun. Aku sudah
buatkan kamu kopi tuh mas.” Kata Kaira.
“Terimakasih istriku. Kau sudah
__ADS_1
berdandan?” Tanya Raffa.
“Sudah, kita bukannya akan keluar
hari ini?” Tanya Kaira.
“Iya gpp sih, mau kemana
memangnya?” Tanya Raffa.
“Aku ingin pergi kemana saja mas
asalkan bersamamu.” Kata Kaira.
“Bagaimana jika ke Tokyo
Disneyland saja?” Tanya Raffa.
“Memangnya kita anak kecil pergi
kesana mas.” Gerutu Kaira.
“Loh jangan salah, biasanya
banyak pasangan muda yang berkencan disana. Kesana yuk!” Ajak Raffa.
“Ehmmm baiklah kalau begitu.”
Kata Kaira.
“Pakai baju simple saja tidak
“Hahaha iya sayang. Cepat bangun
dan pergi mandi sana.” Perintah Kaira.
“Siap sayang.” Kata Raffa sambil
mencium kening istrinya.
Setelah itu mereka langsung pergi
menuju Tokyo Disneyland, setibanya disana. Mereka langsung mencoba hampir semua
wahana permainan.
“Mas beli bandana itu yuk lucu
banget loh, aku mau yang mickey mouse, kau mau yang apa?” Tanya Kaira.
“Aku tidak mau memakainya, seperti
anak-anak saja memalukan sekali.” Kata Raffa.
“Ayolah mas, banyak juga kok
orang dewasa yang memakainya. Please mau ya.” Kata Kaira memohon.
“Hmmm baiklah.” Jawab Raffa
pasrah.
__ADS_1
Mereka sangat menikmati berbagai
wahana yang ada disana dan mencoba hampir seluruh wahana hingga tidak terasa
malam pun tiba.
“Huft capek sekali tapi aku
sangat menikmati semua wahananya, makasih sayang.” Kata Kaira sambil mencium
pipi Raffa.
“Sebenarnya aku agak takut dengan
wahana yang ada disini, tapi aku lakukan demi kau tau.” Gerutu Raffa.
“Hahaha makasih sayang. Jam
berapa ya sekarang? Sepertinya sudah malam deh.” Tanya Kaira.
“Sudah jam 08.30 malam. Mau
pulang? Kita sudah seharian loh disini.” Kata Raffa.
“Boleh deh mas, lalu kita makan
malam dimana?” Tanya Kaira.
“Didekat hotel saja ya.” Kata
Raffa.
“Ok, yah malam ini terakhir kita
di hotel, besok kita sudah harus checkout, aku ingin tinggal lebih lama di
hotel mas.” Kata Kaira.
“Aku lusa kan harus kerja,
lagipula apartemen kita sudah terlalu lama kita tinggal pasti kotor. Kita kan
masih bisa bermesraan dirumah haha.” Goda Raffa.
“Tapi disini lebih enak mas.”
Kata Kaira.
“Nanti kau atur saja semua
perabot dan tata letaknya seperti apa, yang penting kau suka agar betah dirumah
dan nyaman untuk ditinggali.” Kata Raffa.
“Siap sayang, aku ingin suasana
yang estetik namun tetap bact to nature.” Kata Kaira.
“Ya nanti kau atur saja lah. Ayo
kita pulang sekarang.” Ajak Raffa.
__ADS_1