
Keesokan paginya.
Kasih sedang membuat pancake di dapur, tiba-tiba Rey datang menghampiri Kasih.
“Hai, sedang membuat apa?” Tanya Rey.
“Pancake.” Jawab Kasih.
“Aku bantuin ya.” Kata Rey.
“Tidak usah mas, aku bisa sendiri.” Kata Kasih.
“Aku ambilkan piring dulu ya.” Kata Rey, dia mengambil piring di rak piring paling atas, Kasih spontan mencegah tangan Rey dan alhasil tangan mereka berdua bersentuhan dan saling memandang.
“Eh maaf mas.” Kata Kasih langsung menundukkan pandangannya.
“Kenapa menunduk? Aku kan suamimu jadi pandangilah aku sesukamu.” Kata Rey sambil tersenyum.
“Kamu apaan sih mas, cepat duduklah aku akan menyelesaikan pancake nya.” Kata Kasih tersipu malu.
“Oh iya maaf ya semalam aku membentakmu. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi.” Kata Rey.
“Tidak perlu meminta maaf, lagipula aku kan hanya istri pura-pura saja dirumah ini.” Kata Kasih.
“Aku boleh coba pancake nya?” Tanya Rey.
“Boleh tapi masih panas mas.” Kata Kasih.
“Aku akan meniupnya.” Kata Rey langsung meniup pancake nya dan langsung memakannya.
“Mas bismillah dulu sebelum makan.” Kata Kasih.
“Yah sudah terlanjur gimana dong.” Kata Rey.
__ADS_1
“Tidak apa-apa berdoa sekarang daripada tidak sama sekali.” Kata Kasih.
“Iya bismillah.” Kata Rey.
“Gimana mas enak tidak?” Tanya Kasih antusias sekali.
“Enak sekali manisnya pas kok, masakanmu enak ya.” Kata Rey.
“Sebelum menikah aku banyak belajar memasak mas.” Kata Kasih.
“Benarkah? Belajar masak apa saja?” Tanya Rey.
“Banyak tapi percuma saja karena kamu jarang memakan masakan buatanku kan. Kamu lebih memilih makan diluar dengan wanita itu. Oh iya aku kan sudah menuruti keinginanmu untuk berpura-pura didepan mama papa kamu, jadi aku meminta hadiah sebagai balasannya.” Kata Kasih.
“Hadiah? Jangan aneh-aneh deh.” Kata Rey.
“Selama ini aku selalu menutupi sikap burukmu kepadaku didepan mama dan papa loh mas, termasuk didepan om dan tanteku. Mereka selalu bertanya bagaimana kamu memperlakukanku selama ini dan aku selalu mengatakan hal-hal baik tentangmu, makanya sebagai balasannya aku minta hadiah darimu mas.” Kata Kasih.
“Baiklah aku akan memberimu hadiah, kamu mau apa? Tas? Sepatu? Mobil? Perhiasan?” Tanya Rey.
“Hanya itu saja?” Tanya Rey.
“Iya, mudah kan?” Tanya Kasih.
“Ok baiklah, kapan?” Tanya Rey.
“Hari ini mas karena aku libur.” Kata Kasih.
“Ok, aku siap-siap dulu kalau begitu. Oh iya terima kasih pancake nya, aku suka.” Kata Rey sambil mengedipkan matanya.
“Sama-sama mas.” Jawab Kasih tersipu malu.
**
__ADS_1
Di supermarket.
Kasih mengambil troli belanja.
“Mas kamu yang dorong trolinya ya.” Kata Kasih.
“Kok aku? Kenapa aku? Enak saja aku tidak mau.” Kata Rey.
“Belanjaa kita banyak mas dan aku tidak kuat, kakiku bisa pegel mas.” Kata Kasih cemberut.
“Hmmmm iya iya aku dorong trolinya.” Kata Rey.
“Nah gitu dong mas, ayo ikut aku mas.” Kata Kasih.
“Kita kemana?” Tanya Rey.
“Kita ke tempat buah dan sayur mas.” Kata Kasih.
“Jangan cepat-cepat kalau jalan, tunggu aku Kasih Kasih.” Panggil Rey.
Kasih mengambil beberapa buah dan sayur lalu memasukkannya kedalam troli.
“Sekarang kita ke tempat daging segar mas, kamu suka steak kan mas? Aku mau membeli daging untuk steak untuk makan malam kita nanti.” Kata Kasih.
“Buat besok saja, katanya nanti mau makan di restoran.” Gerutu Rey.
“Oh iya ya mas, tunggu deh mas gimana kalau malam ini kita makan dirumah saja, tiba-tiba aku ingin makan mie instan mas. Makan mie instan dikasih telur, kornet sama sayur waaaaaw pasti rasanya sangat enak.” Kata Kasih.
“Kita belanja banyak ujung-ujungnya makan mie instan?” Gerutu Rey.
“Kan tidak apa-apa sesekali mas, kamu mau tidak?” Tanya Kasih namun Rey terdiam sambil cemberut.
“Mas kamu mau tidak? Yauda kalau tidak mau, aku bikin sendiri saja untuk aku sendiri.” Kata Kasih.
__ADS_1
“Mau, siapa sih yang bisa menolak mie instan.” Gerutu Rey.
“Ayo kita ke tempatnya mie instan mas.” Kata Kasih sangat bersemangat.