Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 24


__ADS_3

“Kaira,


ayo cepat pulang sekarang! Kamu itu harusnya dirumah menemani suamimu, bukannya


malah kluyuran sama cowok lain. Dasar istri nggak tau diri.” Perintah Raffa


sambil menarik tangan Kaira.


“Apa-apaan


sih, lepasin tanganku. Rasya tolongin Gue dong. Kakak Loe nih.” Kata Kaira


“Kamu


ngapain malah minta tolong sama Rasya. Kau itu istriku dan aku suamimu. Ayo


cepat pulang.” Kata Raffa.


“Lepasin


tangan Kaira, Loe nggak liat kalo Dia kesakitan seperti itu, Loe jangan kasar


dong sama istrimu, kasian tau.” Kata Rasya.


“Bukan


urusanmu, dia istriku. Harusnya Loe tau diri dong, nggak seharusnya Loe ngajak


istri Gue keluar berduaan seperti ini.” Kata Raffa.


“Stop


stop stop, lepasin tanganku.” Kata Kaira. Lalu Kaira segera berlari kabur


meninggalkan Raffa dan Rasya yang sedang beradu mulut.


Tiba-tiba


dia menabrak seorang wanita.


Brukkkkk


“Aduhhhh.


Maaf, saya tidak sengaja. Maafkan saya.” Kata Kaira.


“Iya


nggak apa-apa, saya juga minta maaf. Mari saya bantu.” Kata wanita tersebut.


“Renata?”

__ADS_1


Kata Kaira kepada wanita tersebut, dan wanita tersebut adalah Renata, adik


Raffa dan Rasya.


“Kak


Kaira, ada apa kok seperti dikejar maling buru-buru seperti ini? Terus kakak


sama siapa kesini? Mana suami kakak?” Tanya Renata.


“Aku


sedang buru-buru, Aku sedang menghindar dari kakak kamu.” Jawab Kaira.


Lalu


Raffa dan Rasya yang mengejar Kaira datang menghampiri mereka.


“Re,


kok Loe disini? Bukannya Loe diluar negri ya?” Tanya Rasya.


“Kapan


Loe kembali ke Jakarta?” Tanya Raffa.


“Kemarin


menghindar dari kalian. Kita sambil minum aja deh di kafe biar tenang. Ayoo ke


kafe favorit Gue aja.” Ajak Renata kepada mereka bertiga.


Saat


Renata dan Rasya jalan duluan, Raffa menarik tangan Kaira dengan paksa dan


membungkam mulutnya, lalu mengajaknya keluar dan memaksa naik mobil untuk


segera menuju rumah. Sedangkan Rasya dan Renata tidak mengetahuinya.


**


Di


kafe


“Loh


mereka dimana kak? Kok nggak ada sih, wah jangan-jangan mereka kabur atau


pulang ke rumah lagi. Kayaknya ada yang nggak beres deh sama mereka, atau

__ADS_1


jangan-jangan kak Raffa mulai kasar sama istrinya?” Tanya Renata kepada Rasya.


“Gue


yakin Raffa memaksa Kaira buat pulang atau pergi ke suatu tempat. Ya memang


Raffa kasar sama Kaira.” Kata Rasya.


“Tuh


kan kekhawatiran Gue selama ini bener terjadi. Soalnya kan kak Raffa nggak


cinta sama kak Kaira, dan mereka dipaksa menikah sama papi. Lagipula kak Raffa


punya banyak wanita simpanan dan pernikahan ini hanya untuk menutupi aibnya dia


aja, apa Loe yakin kalo Kaira bisa membuat kak Raffa jadi berubah?” Tanya


Renata.


“Gue


nggak tau Re, mudah-mudahan aja. Kaira orangnya baik kok.”


“Tau


darimana Loe? Awas naksir loh yaa.” Kata Renata.


“Hahahah


nggak tau deh, dia cantik, baik, polos dan asyik orangnya, easy going banget. Semoga


saja dia bisa membuat Raffa berubah.” Jawab Rasya.


“Semoga


aja, pokoknya jangan sampai Loe ikutan naksir, nggak lucu dong kakak adik


rebutan satu cewek, jangan sampai nanti ada judul sinetron “kekasihku adalah kakak


iparku” hahaha.” Kata Renata dengan meledek kakaknya.


“Jangan


sampai lah Re. Gue uda kenyang abis makan soalnya, Gue pesen minum doang aja


kalo gitu Re.” Kata Rasya.


“Ok,


Gue pesenin dulu.” Kata Renata.

__ADS_1


__ADS_2