Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 102


__ADS_3

Dirumah Rasya dan Angel


“Minggu depan aku akan pergi ke


Jakarta sebentar setelah itu kembali lagi kesini. Kau dirumah saja jaga Kenzo


baik-baik.” Kata Rasya.


“Memangnya ada urusan apa ke Jakarta? Berapa hari disana?” Tanya Angel.


“Urusan kerjaan.” Jawab Rasya singkat.


“Apa aku boleh ikut mas?” Tanya Angel.


“Tidak, sudahlah kau disini saja


lagipula kau kan tidak ada urusan di Jakarta.” Kata Rasya.


“Tapi aku rindu pulang ke


Indonesia mas, boleh ya aku ikut denganmu?” Pinta Angel.


“Kalau aku bilang tidak ya tidak.


Susah sekali sih dikasih tau. Urus aja Kenzo, jangan sampai dia lebih sayang


dengan baby sitter nya ketimbang dengan mamanya.” Bentak Rasya.


“Lalu apakah selama ini kau pernah


mengurus Kenzo? Kau selalu sibuk kerja tanpa memperdulikan aku dan juga Kenzo.”


Gerutu Angel.


“Kalau aku tidak peduli denganmu,


sudah sejak lama aku meningalkan dan menelantarkanmu. Sudah aku mau tidur saja.” Bentak Rasya.


“Hmmm iya, mas apa boleh aku


pergi berlibur dengan temanku? Tadi temanku ingin mengajakku pergi ke Swiss


boleh tidak aku ikut?” Tanya Angel sambil merayu suaminya dan membelai


suaminya.

__ADS_1


“Lalu Kenzo bagaimana?” Tanya balik Rasya.


“Kan ada baby sitternya yang akan


menjaga Kenzo sayang, boleh ya aku ikut pergi ke Swiss. Aku kan belom pernah


kesana mas yah please boleh yah.” Pinta Angel.


“Berapa hari disana?” Tanya Rasya.


“Satu mingguan kok sayang, boleh ya.” Rayu Angel.


“Puaskan aku dulu malam ini sampai subuh kalau bisa.” Kata Rasya.


“Bukannya tadi pagi sudah mas.” Kata Angel.


“Ya sudah kau tidak usah ikut pergi.” Kata Rasya kasar.


“Baiklah. Kau mau gaya apa sayang


aku siap melakukannya atas keinginanmu.” Goda Angel sambil mencium suaminya.


“Gaya favoritku lah. Ayo cepat aku sudah tidak sabar lagi, ingat sampai subuh.” Kata Rasya.


**


Raffa pulang dari kantor, Kaira sudah menunggunya.


“Aku pulang.” Kata Raffa.


“Sayang, aku sudah siapkan makan


malam untuk kita berdua.” Kata Kaira sambil membawakan tas kerja milik


suaminya.


“Memangnya masak apa sih?” Tanya Raffa.


“Aku hari ini masak sup buntut


sayang, aku ambilin ya aku suapin juga.” Kata Kaira.


“Aku mandi dulu sayang kan baru


pulang dari kantor.” Kata Raffa.

__ADS_1


“Yauda deh mandi dulu aku tunggu


di ruang tamu ya sayang.” Kata Kaira.


Setelah itu, mereka menikmati makan malam.


“Hmmm enak sayang, jago banget deh masaknya.” Puji Raffa.


“Terimakasih sayang.” Kata Kaira sambil tersenyum.


“Oh ya restoranku akan kerjasama


dengan salah satu hotel terkenal disini, katanya sih salah satu pemegang


sahamnya itu ada yang orang Indonesia loh. Kesempatan bagus ini biar restoranku


bisa semakin maju dan dinikmati oleh banyak orang.” Kata Raffa.


“Iya, tapi kau harus tetap kerja


keras sayang, merintis usaha dari bawah itu kan tidak mudah dan butuh


perjuangan serta pengorbanan. Pokoknya aku akan selalu mendoakan yang terbaik


untukmu suamiku.” Kata Kaira.


“Terimakasih sayang.” Kata Raffa sambil mencium istrinya.


“Memangnya mulai kapan kerjasamanya dengan hotel itu?” Tanya Kaira penasaran.


“Besok kita akan meeting, jadi besok aku akan pergi ke hotelnya sekalian meeting disana. Mau ikut nggak?”


Tanya Raffa.


“Memangnya aku boleh ikut mas?” Tanya Kaira.


“Boleh dong. Gimana ikut tidak?” Tanya Raffa.


“Iya mas aku mau ikut. Tapi nanti aku tunggu dimana aku kan tidak kenal dengan siapapun.” Kata Kaira.


“Kau kan bisa nunggu di restoran nya atau di lobby nya, atau mungkin ditaman. Jangan deh lebih baik tunggu di


restorannya saja.” kata Raffa.


“Baik mas. Makasih ya mas sudah mengajakku.” Kata Kaira.

__ADS_1


__ADS_2