
Keesokan paginya, Raffa keluar sebentar untuk membeli makanan untuk dirinya dan juga
untuk Kaira. Setelah Raffa pergi, Kaira terbangun. Dia bangun dari ranjangnya
dan pergi ke toilet untuk membersihkan dirinya. Setelah itu dia ingin keluar
sebentar untuk pergi ke kantin karena dia kelaparan.
“Kantinnya masih
sepi, jadi berasa milik pribadi. Aku mau makan dulu deh, aku mau makanan khas
ala kantin disini pasti enak. Btw, si Raffa kemana ya, apa dia pulang. Ah nanti
saja lah kalau sedang kelaparan seperti ini jadi malas untuk berfikir.” Kata
Kaira dalam hati.
“Ini makanan apaan ya, mari kita coba saja semoga rasanya enak.” Kata Kaira.
**
Raffa kembali
ke kamar inap Kaira, dia kaget karena Kaira tidak ada didalam. Lalu dia
mengecek ke toilet juga tidak ada. Kemudian dia berlari keluar ke taman,
kantin, ruang perawat, lobby rumah sakit juga tidak ada. Dia sangat cemas dan
menghawatirkan kondisi Kaira.
“Kaira kamu kemana sih, kondisimu saja masih
lemah seperti itu bagaimana mungkin kamu malah pergi seperti ini. Apa
jangan-jangan dia pergi ke bandara, tapi tidak mungkin penerbangannya kan
__ADS_1
kemarin malam. Lalu dia kemana. Aku coba cek kembali ke kamarnya saja, siapa
tahu dia sudah kembali.” Kata Raffa dalam hati.
Lalu Raffa
kembali kekamar Kaira. Dia sangat bahagia karena Kaira sudah kembali ke
kamarnya. Lalu dia spontan memeluk Kaira dari belakang. Kaira pun juga
tersenyum bahagia, namun setelah itu dia melepas pelukan Raffa.
“Lepaskan.” Kata Kaira.
“Kamu kemana saja sih? Aku khawatir, aku cari kamu kemana-mana tidak ada. Kau dari mana saja
ha?” Tanya Raffa.
“Aku pergi ke kantin, perutku lapar.” Kata Kaira.
“Itu kan sudah disediakan sarapan untukmu, kenapa tidak dimakan sih?” Tanya Raffa.
pasti tidak enak.” Kata Kaira.
“Tapi tetap saja kau harus memakannya. Pokoknya kamu harus makan makanan ini, kalau tidak
mau aku akan suapin kamu.” Kata Raffa.
“Tidak perlu. Lagipula aku kan sudah kenyang karena barusan sarapan.” Kata Kaira.
“Ayolah dimakan ya, sini aku bantu suapin makanannya ya.” Kata Raffa.
“Aku tidak suka.” Kata Kaira.
“Ok baiklah. Tapi lain kali kalau mau keluar setidaknya bilang dulu ke aku atau ke perawat
biar aku tidak cemas dan khawatir.” Kata Raffa.
“Iya, aku hanya perlu bilang ke perawat saja kan. Apa perlu bilang ke kamu? Lagipula kita sudah
__ADS_1
bukan suami istri lagi.” Kata Kaira.
“Iya tapi tetap saja aku khawatir denganmu.” Kata Raffa.
“Maafkan aku, seharusnya aku menemuimu segera di taman itu. Apa kau menungguku sangat lama?”
Tanya Kaira.
“Sudahlah tidak perlu dibahas lagi masalah itu. Aku yang seharusnya minta maaf padamu.
Gara-gara aku menyuruhmu ke taman itu kau jadi celaka seperti ini.” Kata Raffa.
“Aku merasa sepertinya lelaki kemarin sengaja mendorongku.” Kata Kaira.
“Sudahlah yang penting kamu masih baik-baik saja kan. Tidurlah, kau harus banyak istirahat
kata dokter. Setelah ini perawat akan datang untuk membantumu membersihkan diri
dan menyiapkan obat untukmu.” Kata Raffa.
Perawat pun datang, perawat tersebut memberikan obat untuk Kaira. Sedangkan Raffa menunggunya
diluar.
“Thank u.” Kata Kaira.
“Your husband so sweet. Dia menangis saat mengantarmu kesini bahkan dia juga menggendongmu
dan dengan setia menunggumu dan mendoakanmu agar lekas pulih dan sadar. Dia
juga membelai rambutmu serta memegang jemarimu dengan erat, dia sangat khawatir
jadi kau tidak boleh sembarangan keluar ok. Kau sangat beruntung memilikinya.”
Kata Perawat tersebut.
“Ah, kau bisa berbicara bahasa Indonesia?” Tanya Kaira.
“Tentu, aku orang Indonesia namun aku menikah dengan orang Jepang. Perkenalkan namaku Hana,
suster Hana. Oh ya kalau begitu kau mandinya dibantu dengan suamimu saja ya,
__ADS_1
tidak perlu bantuanku. Sebentar aku akan bicara padanya.” Kata perawat.