Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Kelas Yoga Ibu Hamil


__ADS_3

Angel menunggu suaminya mengambil


mobil di tempat parkir. Dia menunggu di taman dekat tempat parkir. Tiba-tiba


dari belakang ada perawat yang menabraknya dengan kencang menggunakan kursi


roda, Angel terjatuh dan kesakitan namun perawat tersebut segera pergi seakan


tidak terjadi apapun.


“Aduh kakiku sakit aaaaaaa.” Kata


Angel. Karena di taman sepi jadi tidak ada yang membantu Angel.


**


“Semuanya beres sesuai rencana


pak, dokter Intan sedang terbaring di rumah sakit dan Angel sedang kesakitan


saat ini. Kenapa Angel tidak sekalian di celakai saja pak?” Tanya perawat yang


menabrak Angel.


“Ok bagus sekali. Aku ingin Angel


menderita secara perlahan. Karena dia berusaha menghancurkan keluargaku.” Kata


Raffa.


Jadi selama ini Raffa mencari tau


tentang dokter Intan dan kaitannya dengan Angel. Lalu Raffa menyuruh seseorang


untuk menabrak dokter Intan dan membuat Angel menderita secara perlahan.


**


Rasya membantu Angel bangun dan


menggendongnya kedalam mobil.


“Ada apa dengan hari ini? Kenapa


hari ini aku sial terus. Tante Intan kecelakaan lalu ada perawat yang


menabrakku lagi. Ahhh sialan.” Gerutu Angel.


“Karena kamu suka mengganggu


orang dan melukai orang lain, jadi inilah yang kamu dapatkan.” Kata Rasya.


“Apa kamu bilang? Tega sekali kamu


bicara seperti itu padaku mas.” Kata Angel kesal.


“Makanya jangan cari gara-gara,


lihatlah ini akibatnya jika suka mencelaki orang, sekarang malah kamu sendiri

__ADS_1


yang celaka.” Kata Rasya.


“Memangnya aku mencelakai siapa


sih mas, kamu ini sembarangan menuduhku.” Kata Angel.


“Kaira, kamu berencana mencelakai


Kaira dengan bantuan tante Intan kan?” Tanya Rasya.


“Tidak mungkin lah, untuk apa aku


mencelakai Kaira.” Kata Angel kesal.


**


Keesokan harinya, Raffa pulang ke


rumah.


“Mas, tadi aku lihat di statusnya


Angel, katanya dokter Intan mengalami kecelakaan. Kasihan sekali ya.” Kata


Kaira.


“Kapan memangnya?” Tanya Raffa.


“Kemarin mas. Oh yam as besok


jadwalku kelas yoga. Kamu bisa ikut kan?” Tanya Kaira.


“Besok jam berapa?” Tanya Raffa.


ya, Kei biar sama mbak Ayu saja.” Kata Kaira.


“Lalu besok aku harus melakukan


apa? Memangnya banyak juga yang datang bersama suaminya?” Tanya Raffa.


“Banyak kok mas, ya pokoknya


ikuti saja sesuai instruksi besok sayang.” Kata Kaira.


“Iya iya, aku lapar sayang. Kamu


masak apa hari ini?” Tanya Raffa.


“Aku tadi masak rica-rica ayam


super pedas, aku lagi ingin makan makanan yang pedas mas.” Kata Kaira.


“Boleh dong, aku sangat lapar.


Aku sengaja tadi tidak makan diluar karena ingin makan masakanmu.” Kata Raffa.


“Ok, tunggu sebentar ya sayang.”


Kata Kaira, lalu dia segera menyiapkan makanan untuk suaminya.

__ADS_1


“Makanan sudah siap.” Kata Kaira.



“Wah sepertinya sangat pedas.”


Kata Raffa.


“Memang sangat pedas sayang.”


Kata Kaira.


“Kamu jangan terlalu sering makan


makanan yang pedas.” Kata Raffa.


“Iya sayang, selamat makan, makan


yang banyak mas.” Kata Kaira.


**


Keesokan harinya, Kaira dan Raffa


pergi untuk mengikuti kelas yoga ibu hamil. Setibanya disana, mereka segera


masuk dan mengganti pakaian untuk yoga.


“Sayang, aku malu ikut kelas yoga


seperti ini.” Kata Raffa.


“Tidak apa-apa sayang, lagipula


banyak kan tadi bapak-bapak yang ikut menemani istrinya. Ayo kita sudah selesai


berganti pakaian, kita segera kesana.” Kata Kaira.


Kelas yoga pun dimulai, para


suami dihimbau untuk membantu istrinya melakukan setiap gerakan yoga. Mulai


dari memegangi perut istrinya dan sebagainya. Raffa tampak sangat canggung dan


malu. Kemudian Kaira lah yang memulai mengambil tindakan agar suaminya


terbiasa.


“Pegang perutku mas coba rasakan


ada yang gerak-gerak kan?” Tanya Kaira sambil menarik tangan suaminya untuk


memegang perut Kaira.


“Wah anak kita sangat aktif


sayang, aku tidak sabar menantikan kelahirannya.” Kata Raffa.


“Bagaimana suka kan ikut kelas

__ADS_1


yoga ini?” Tanya Kaira.


“Suka sekali sayang.” Kata Raffa.


__ADS_2