
Angel menunggu suaminya mengambil
mobil di tempat parkir. Dia menunggu di taman dekat tempat parkir. Tiba-tiba
dari belakang ada perawat yang menabraknya dengan kencang menggunakan kursi
roda, Angel terjatuh dan kesakitan namun perawat tersebut segera pergi seakan
tidak terjadi apapun.
“Aduh kakiku sakit aaaaaaa.” Kata
Angel. Karena di taman sepi jadi tidak ada yang membantu Angel.
**
“Semuanya beres sesuai rencana
pak, dokter Intan sedang terbaring di rumah sakit dan Angel sedang kesakitan
saat ini. Kenapa Angel tidak sekalian di celakai saja pak?” Tanya perawat yang
menabrak Angel.
“Ok bagus sekali. Aku ingin Angel
menderita secara perlahan. Karena dia berusaha menghancurkan keluargaku.” Kata
Raffa.
Jadi selama ini Raffa mencari tau
tentang dokter Intan dan kaitannya dengan Angel. Lalu Raffa menyuruh seseorang
untuk menabrak dokter Intan dan membuat Angel menderita secara perlahan.
**
Rasya membantu Angel bangun dan
menggendongnya kedalam mobil.
“Ada apa dengan hari ini? Kenapa
hari ini aku sial terus. Tante Intan kecelakaan lalu ada perawat yang
menabrakku lagi. Ahhh sialan.” Gerutu Angel.
“Karena kamu suka mengganggu
orang dan melukai orang lain, jadi inilah yang kamu dapatkan.” Kata Rasya.
“Apa kamu bilang? Tega sekali kamu
bicara seperti itu padaku mas.” Kata Angel kesal.
“Makanya jangan cari gara-gara,
lihatlah ini akibatnya jika suka mencelaki orang, sekarang malah kamu sendiri
__ADS_1
yang celaka.” Kata Rasya.
“Memangnya aku mencelakai siapa
sih mas, kamu ini sembarangan menuduhku.” Kata Angel.
“Kaira, kamu berencana mencelakai
Kaira dengan bantuan tante Intan kan?” Tanya Rasya.
“Tidak mungkin lah, untuk apa aku
mencelakai Kaira.” Kata Angel kesal.
**
Keesokan harinya, Raffa pulang ke
rumah.
“Mas, tadi aku lihat di statusnya
Angel, katanya dokter Intan mengalami kecelakaan. Kasihan sekali ya.” Kata
Kaira.
“Kapan memangnya?” Tanya Raffa.
“Kemarin mas. Oh yam as besok
jadwalku kelas yoga. Kamu bisa ikut kan?” Tanya Kaira.
“Besok jam berapa?” Tanya Raffa.
ya, Kei biar sama mbak Ayu saja.” Kata Kaira.
“Lalu besok aku harus melakukan
apa? Memangnya banyak juga yang datang bersama suaminya?” Tanya Raffa.
“Banyak kok mas, ya pokoknya
ikuti saja sesuai instruksi besok sayang.” Kata Kaira.
“Iya iya, aku lapar sayang. Kamu
masak apa hari ini?” Tanya Raffa.
“Aku tadi masak rica-rica ayam
super pedas, aku lagi ingin makan makanan yang pedas mas.” Kata Kaira.
“Boleh dong, aku sangat lapar.
Aku sengaja tadi tidak makan diluar karena ingin makan masakanmu.” Kata Raffa.
“Ok, tunggu sebentar ya sayang.”
Kata Kaira, lalu dia segera menyiapkan makanan untuk suaminya.
__ADS_1
“Makanan sudah siap.” Kata Kaira.
“Wah sepertinya sangat pedas.”
Kata Raffa.
“Memang sangat pedas sayang.”
Kata Kaira.
“Kamu jangan terlalu sering makan
makanan yang pedas.” Kata Raffa.
“Iya sayang, selamat makan, makan
yang banyak mas.” Kata Kaira.
**
Keesokan harinya, Kaira dan Raffa
pergi untuk mengikuti kelas yoga ibu hamil. Setibanya disana, mereka segera
masuk dan mengganti pakaian untuk yoga.
“Sayang, aku malu ikut kelas yoga
seperti ini.” Kata Raffa.
“Tidak apa-apa sayang, lagipula
banyak kan tadi bapak-bapak yang ikut menemani istrinya. Ayo kita sudah selesai
berganti pakaian, kita segera kesana.” Kata Kaira.
Kelas yoga pun dimulai, para
suami dihimbau untuk membantu istrinya melakukan setiap gerakan yoga. Mulai
dari memegangi perut istrinya dan sebagainya. Raffa tampak sangat canggung dan
malu. Kemudian Kaira lah yang memulai mengambil tindakan agar suaminya
terbiasa.
“Pegang perutku mas coba rasakan
ada yang gerak-gerak kan?” Tanya Kaira sambil menarik tangan suaminya untuk
memegang perut Kaira.
“Wah anak kita sangat aktif
sayang, aku tidak sabar menantikan kelahirannya.” Kata Raffa.
“Bagaimana suka kan ikut kelas
__ADS_1
yoga ini?” Tanya Kaira.
“Suka sekali sayang.” Kata Raffa.