
Di apartemen Angel, Rasya menelfon Angel.
“Hallo mas kamu kapan pulang sih?” Tanya Angel.
“Masih lama, gimana dengan Kenzo? Apa dia baik-baik saja? Aku tadi menyuruh sekretarisku untuk segera mengurus penerbanganmu ke Indonesia, nanti kau cari dimana Kenzo berada.” Kata Rasya.
“Bagaimana caraku mencari Kenzo mas?” Tanya Angel.
“Aku sudah suruh orang kepercayaanku untuk mencari dimana keberadaan Kenzo. Nanti kau hubungi orang
itu saat kau sudah tiba di Jakarta. Dia juga akan bantu kau selama di Jakarta.” Kata Rasya.
“Kamu enak banget ya kalau ngomong tinggal nyuruh aku, selalu saja aku. Makanya kau cepat pulang lalu kita
segera selesaikan masalah ini bersama. Sudah berapa minggu kau disana, apa jangan-jangan kau memiliki wanita lain disana?” Tanya Angel.
“Kau ini berisik saja ya, aku disini karena urusan kerja dan tidak usah curiga padaku. Aku bukan dirimu yang
hanya mendekati lelaki karena hartanya.” Kata Rasya lalu menutup telfonnya.
“Sial, kurang ajar si Rasya. Aku semakin curiga jangan-jangan dia punya wanita lain disana. Aku harus cari tau,
bilangnya hanya sebentar tapi ini sudah hampir satu bulan. Kalau memang dugaanku ini benar aku harus lakukan sesuatu, aku tidak mau jatuh miskin kalau perlu harta milik Rasya harus jadi milikku terlebih dahulu baru aku mau pisah dengannya.” Gerutu Angel.
**
Kaira sedang memasak makan malam untuk suaminya.
__ADS_1
“Kau sedang masak apa sayang?” Tanya Raffa.
“Aku sedang masak sop buntut sayang, tunggu sebentar ya.” Kata Kaira.
“Wah pas banget nih diluar sedang hujan dan malam-malam makan sop. Makin pas banget kalau setelahnya ena-ena wah mantap tuh.” Goda Raffa sambil menggelitik perut istrinya.
“Aduh geli mas, tadi kan sudah mas. Memangnya kau tidak capek?” Kata Kaira.
“Ya tidak lah malahan melihatmu semakin berisi membuatku semakin ingin memangsamu hahahahaha, kau terlihat
semakin sexy sayang.” Goda Raffa.
“Ih kamu ini bicara apa sih, ehm tapi baguslah biar kamu tidak kecantol sama wanita lain.” Ejek Kaira.
“Ya tidak mungkin lah sayang, kaulah wanita satu-satunya yang kucintai hingga tua sampai maut memisahkan.” Kata Raffa.
“Hahahaha aku tunggu di meja makan ya.” Kata Raffa.
“Iya sayang.” Jawab Kaira.
Beberapa menit kemudian
“Sop buntutnya sudah matang sayang.” Kata Kaira.
“Kau tunggu sini saja, biar aku yang bawa sop nya.” Kata Raffa.
“Gpp mas aku bisa kok.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Masih panas itu, sudah deh nurut saja sama suamimu.” Kata Raffa.
“Hmmm iya deh.” Kata Kaira.
Lalu Raffa mengambil sop nya dan menghidangkannya di meja makan.
“Hmmm bau nya aja sepertinya enak banget nih.” Kata Raffa.
“Pastinya dong, kan buatan aku. Pokoknya harus dihabiskan ya.” Kata Kaira.
“Tenang aja, kau juga harus makan banyak.” Kata Raffa.
“Iya sayang. Sini biar aku ambilkan di piring kamu sayang.” Kata Kaira.
“Iya makasih. Oh ya sayang besok aku ada meeting dan sepertinya sampai larut malam mungkin tidak pulang tapi aku akan usahakan untuk pulang. Jadi jangan tunggu aku dan tidurlah lebih awal ya.” Kata Raffa.
“Iya sayang, usahakan pulang ya, aku nggak mau tidur sendiri. Aku kan pengennya tidur dipelukan kamu.” Kata Kaira manja.
“Manja sekali istriku ini ya, iya aku usahakan pulang kok. Makanya setelah ini kita ena-ena lagi.” Rayu Raffa.
“Ehmmm boleh deh.” Jawab Kaira.
“Berkali-kali ya.” Goda Raffa.
“Iya sampai kita benar-benar puas pokoknya.” Jawab Kaira.
“Yes.” Kata Raffa kegirangan.
__ADS_1