Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 52


__ADS_3

Keesokan paginya, Raffa bangun terlebih dahulu. Raffa tersenyum melihat


Kaira yang masih tertidur lelap karena kecapekan meladeni keperkasaannya. Dalam


hatinya, “Akhirnya kita bisa melakukannya hahaha.”


Kemudian Kaira terbangun namun kakinya sulit digerakkan.


“Aduh kakiku kenapa sakit ya mas, susah dibuat jalan mas. Pasti gara-gara


semalam ya mas, gara-gara kamu yang minta berkali-kali jadinya kakiku sakit.”


Kata kaira.


“Hahahaha, sini aku gendong.” Kata Raffa sambil mengantarkan istrinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah itu, mereka segera bersiap untuk checkout.


“Mas apa kita langsung pulang ke rumah?” Tanya Kaira.


“Emangnya kenapa? Kamu pengen kemana emang?” Tanya Raffa.


“Mas kita jalan-jalan yuk.” Ajak Kaira.


“Nggak bisa, kapan-kapan aja.” Kata Raffa. Dalam hatinya, “Gue kan hari ini


ada janji sama Angel. Kalo gue nggak dateng bisa ngamuk dia.”


“Kamu mesti ke kantor nih mas?” Tanya Kaira.


“Ya iya lah. Kalo pas libur aja jalan-jalan, ini aja aku hampir telat.”


Kata Raffa.


“Hmmm yauda deh mas. Nanti kamu pulang jam berapa mas? Mau dimasakin apa?”


Tanya Kaira.


“Aku sepertinya pulang telat, jadi nggak usah nunggu aku apalagi masak buat


aku. Aku nanti makan malam bareng klien ku juga.” Kata Raffa.


“Memangnya mau meeting dimana mas?” Tanya Kaira.


“Diluar kota. Uda gausa banyak tanya, lagian kamu juga nggak ngerti apa


kerjaanku dan bagaimana kesibukanku. Uda sampe rumah nih. Aku ganti baju terus langsung berangkat lagi.”


Kata Raffa. Dia segera turun dan menuju kamarnya, dia langsung ganti baju dan


berangkat menuju kantornya.


**


Setibanya dikantor.


“Selamat siang pak, maaf pak tadi nona Angel menelfon saya menanyakan


keberadaan bapak.” Kata Arka.

__ADS_1


“Oh iya, ponselku lupa aku matikan dari tadi malam. Kau bilang apa?” Tanya


Raffa.


“Saya bilang bapak sedang dirumah, mungkin ponselnya sedang off.” Kata


Arka.


“Ok, makasih. Oh ya nanti untuk meetingnya gantikan aku ya. Aku mau menemui


Angel. Laporkan hasil meetingnya di email aja.” Perintah Raffa.


“Baik pak, akan saya sampaikan.” Kata Arka.


Diruangan Raffa, dia segera menelfon Angel.


“Hallo sayang, maaf ya ponselku mati dari semalam.” Kata Raffa.


“Hmmm, kamu kemana aja sih, ditelfon berkali-kali nggak ada jawaban. Jangan


lupa hari ini kamu harus datang kesini. Sayang ini kan hari jadi kita, kita


jalan-jalan yuk.” Kata Angel.


“Lain kali aja jalan-jalannya ya. Nanti aku cuma bisa mampir sebentar


karena aku sibuk banget ini.” Kata Raffa.


“Kamu selalu sibuk, kapan kamu ada waktu buat aku mas? Selama ini aku


selalu ada buat kamu, aku selalu mengerti dengan kesibukanmu, tapi ini kan hari


kita seperti ini terus, sampai kapan kita seperti ini, aku pengen kita menikah


sayang. Aku sudah memberikan segalanya buat kamu tapi kamu selalu perlakukan


aku seperti ini.” Kata Angel.


“Iya iya pasti kita ngerayain kok tenang aja. Menikah? Ortuku aja nggak


setuju dengan hubungan kita jadi kita nggak mungkin melakukan itu.” Kata Raffa.


“Kalo gitu lebih baik kita putus aja, kamu nggak pernah serius denganku.”


Ancam Angel.


“Eh eh kok jadi ngomong putus sih. Nggak bisa. Tunggu aku, nanti aku


kesana. Uda dulu aku mesti kerja nih, kerjaanku numpuk. See u.” Kata Raffa.


Dalam hatinya, “Gawat nih Angel berani


ngancam aku, gue nggak bisa nikahi dia tapi gue juga nggak mau kalo putus


darinya. Bisa gawat juga kalo dia beberkan ke semua orang kalo dia pernah hamil


anakku, waduh bisa rusak ini nama baik gue. Sialan si Angel.”


Setelah urusan kerjaannya selesai, Raffa segera pergi untuk menemui Angel. Sesampainya

__ADS_1


di apartemen Angel.


“Sayang, aku rindu sekali.” Kata Angel.


“Happy anniversary my love. Ini buat kamu.” Kata Raffa.


“Waaaaah kamu kasih aku cincin mas. Kamu mau melamarku mas? Kita jadi nikah


mas?” Tanya Angel.


“Iya, aku melamarmu. Kamu seneng kan?” Kata Raffa.


“Aku seneng banget sayang. Muachhh” Kata Angel sambil mencium pipi Raffa.


“Kamu uda makan?” Tanya Raffa.


“Uda sih mas barusan. Mas jadi kapan kita nikahnya?” Tanya Angel.


“Aku nggak bisa kalau dalam waktu dekat. Lagipula ortuku kan nggak setuju


dengan hubungan kita.” Kata Raffa.


“Kamu yakinkan sekali lagi dong mas, pasti mereka setuju.” Kata Angel.


“Tetep aja nggak bisa sayang. Dulu aja waktu kamu hamil, ortuku menyuruhmu


untuk menggugurkannya kan?” Kata Raffa.


“Lalu untuk apa kamu melamarku kalau kita tidak bisa menikah? Aku rela kok


mas kalau kita hanya menikah siri.” Kata Angel.


“Gausah aneh-aneh deh.” Bentak Raffa.


“Mas aku punya keluarga, mereka menanyakanku dan mereka menyuruhku untuk


segera menikah. Mereka saja tidak pernah tau kalau aku pernah hamil anak kamu.


Yang mereka tau bahwa kamu adalah pacarku, aku ingin kita segera menikah mas.


Kalau kamu tidak menikahiku, aku bisa saja membeberkan semuanya kepada publik


kepada keluarga besar kamu. Selama ini kan hanya papa kamu aja yang tau bahwa


aku pernah hamil anak kamu.” Ancam Angel.


“Jadi kamu sekarang berani mengancamku ya?” Kata Raffa sambil menampar pipi Angel.


“Mas kau tega menamparku. Aku akan bilang ke keluarga besar kamu.” Ancam


Angel. Dia segera keluar namun Raffa berhasil mencegahnya.


“Jangan lakukan hal itu. Maafkan aku.” Kata Raffa, dia paling tidak tega


jika melihat Angel menangis atau kesakitan. Angel selalu mengingatkannya kepada


Alina mantan kekasihnya dulu, mulai dari wajahnya yang mirip dengan Alina.


“Jadi kamu akan menikahiku kan mas?” Tanya Angel.

__ADS_1


“Iya, aku akan pikirkan lagi.” Kata Raffa.


__ADS_2