Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Angel memancing emosi Raffa


__ADS_3

“Ada apa?” Tanya ibu Raffa.


“Aku tidak sengaja menjatuhkan piring mi.” Kata Raffa.


“Oma, tangan tante Angel berdarah.” Kata Kei.


Lalu Rasya segera membantu istrinya.


“Biar pembantu saja yang membersihkan.” Kata Rasya.


“Aku tadi segera mengambil pecahan piring karena takut akan melukai Kei.”


Kata Angel.


“Tapi justru kamu yang terluka.” Kata Rasya.


“Biarkan saja, nanti akan dibersihkan sama mbak Ayu.” Kata Kaira.


“Dasar wanita licik.” Kata Raffa lirih.


“Cepat atau lambat keluarga dan juga istrimu akan mengetahuinya.” Kata


Angel sambil melirik ke arah Raffa.


Setelah itu, mereka semua menikmati makan bersama.


“Oh ya besok acaranya jam berapa ya?” Tanya Renata.


“Acaranya pagi Ren.” Kata Raffa.


“Kok pagi? Kenapa tidak malam hari saja kak?” Tanya Renata.


“Kalau malam hari Kaira lelah karena seharian mengurus anak-anak. Kamu bisa


datang kan?” Tanya Raffa.


“Tentu saja bisa.” Kata Renata.


“Siapa saja yang di undang?” Tanya Angel.


“Hanya keluarga dan kerabat dekat saja sekaligus karyawan mas Raffa. Jangan


lupa besok ajak Kenzo juga ya atau barangkali kamu mau mengajak keponakanmu


juga tidak apa-apa.” Kata Kaira.


“Sepertinya ayahnya melarangnya.” Kata Angel.


Raffa pun panik dan takut jika Angel berulah kembali.


“Sayang, setelah ini kamu harus istirahat ya mumpung Feya sekarang tidur.”


Kata Raffa mengalihkan pembicaraan.


“Iya iya mas, aku tidur dikamar Feya hari ini.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Senang sekali melihatnya jika kedua orang tua dan anak-anak bisa berkumpul


bersama bahkan tidur bersama pula, tidak semua anak bisa merasakan hal seperti


itu loh Kaira.” Kata Angel semakin membuat suasana menjadi panas.


“Kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti itu Angel?” Tanya ibu Bastian.


“Tidak apa-apa kok mi, pasti diluar sana ada seorang anak yang tidak bisa


berkumpul bersama orang tua nya karena masalah orang tuanya.” Kata Angel.


“Memangnya kamu sedang membicarakan siapa? Bukankah kamu, Rasya dan juga


anakmu selalu berkumpul bersama?” Tanya ibu Raffa.


“Aku sedang membicarakan.” Kata Angel, lalu Raffa segera mengalihkan


pembicaraan.


“Wah makanannya enak sekali, aku makan banyak hari ini.” Kata Raffa.


“Sialan, lihat saja nanti kalau kamu berani mengungkapkan keberadaan


Arabella.” Kata Raffa dalam hati.


“Tentu saja enak makanan ini kan pesan di restoran terkenal, mami tadi yang


memesannya.” Kata ibu Raffa.


“Mas, kita pulang sekarang yuk.” Kata Angel.


“Kita harus menjemput Kenzo, kasihan dia seharian tidak bersama kita.


Jangan sampai dia kehilangan kasih sayang orang tua hanya karena dia sering ke


rumah tante Intan.” Kata Angel.


“Angel, semoga keponakanmu segera mendapat orang tua asuh ya.” Kata Kaira.


“Aku akan mendesak ayahnya agar dia mau mengakuinya kok.” Kata Angel sambil


melirik ke arah Raffa.


**


Perjalanan pulang,


“Apa yang sedang kamu rencanakan? Apakah kamu ingin mengungkapkan


keberadaan anakmu dengan Raffa?” Tanya Rasya.


“Tentu saja, aku kasihan dengan Arabella yang nasibnya seperti itu


sedangkan ayah kandungnya tidak mau mengakuinya bahkan nasib Kei dan Feya jauh

__ADS_1


lebih beruntung.” Kata Angel.


“Bukankah dulu kamu sepakat untuk melupakan anak itu.” Kata Rasya.


“Aku seorang ibu mas, mana tega aku melihat anakkku tinggal di panti asuhan


sedangkan adik-adiknya hidup enak dengan orang tuanya.” Kata Angel.


“Yauda kalau begitu kita adopsi dia saja, jangan cari masalah lagi dengan


mengungkapkan apa yang sebenarnya kepada Kaira.” Kata Rasya.


“Kenapa dia tidak boleh tau? Kamu masih menyukainya kan? Pantas saja selama


ini kamu selalu saja melindungi dan membelanya.” Kata Angel.


“Aku hanya tidak ingin keluarga besarku hancur dan retak kembali, kamu


ingat dulu kita seperti apa lalu sekarang mereka sudah menerima kita, kalau


kamu mengacaukan semuanya bagaimana nanti jadinya.” Kata Rasya.


“Tidak bisa, Kaira dan anak-anaknya hidup enak bahagia sedangkan anakku


menderita di panti asuhan.” Kata Angel.


“Jangan beritahu siapapun, aku janji akan menerima anak itu dan membiayai


hidupnya asal kamu tidak beritahu siapapun.” Kata Rasya.


“Tidak bisa, mereka semua harus tau keberadaan Arabella. Aku tidak peduli


lagi.” Kata Angel.


Lalu Rasya memberhentikan mobilnya.


“Turun kamu disini, cepat.” Kata Rasya dengan nada marah.


“Kamu tega menurunkan aku disini? Bahkan di tengah hujan gerimis seperti


ini?” Tanya Angel.


“Cepat turun.” Kata Rasya.


“Memang seluruh keluargamu itu hanya bisa membuat sengsara para wanita


saja, bukan hanya kamu tapi kakakmu juga apalagi adikmu yang suka mabuk-mabukan


itu.” Kata Angel.


Lalu Rasya keluar mobil dan menyeret Angel keluar lalu meninggalkannya.


 


 

__ADS_1


Info :


Jangan lupa mampir ke ceritaku yang lain ya judulnya Menua Bersamamu. Ceritanya yang ringan, romantis, dan bakal membuat para pembaca baper dengan keromantisan Bella dan Bastian. Terima kasih.


__ADS_2