
“Sudah bertemu dengan Raffa?” Tanya Arka.
“Sudah. Ayo kita pulang saja mas.” Ajak Kaira.
“Iya, kita makan dulu yuk, aku lapar.” Kata Arka.
“Iya mas. Ditempat biasanya saja ya.” Kata Kaira.
Mereka menuju restoran favorit mereka.
**
Di Jepang.
“Gimana apakah
Raffa sudah menendatangani surat perceraian itu?” Tanya Rasya kepada Angel.
“Sudah mas,
lalu kapan kamu akan menikahiku mas? Kita akan menikah disini atau dimana mas?”
Tanya Angel.
“Disini saja.” Kata Raffa.
“Kapan?” Tanya Angel.
“Secepatnya, minggu depan kita urus ya.” Kata Rasya.
“Iya mas, terimakasih ya.” Kata Angel.
**
Di restoran Arka dan Kaira.
“Aku dengar
bahwa Angel dan Raffa sudah berpisah.” Tanya Arka.
“Iya, Angel pergi
meninggalkan Raffa dan seluruh harta milik Raffa telah diambil oleh Angel. Sekarang
Raffa semakin terpuruk ditambah lagi dengan keluarganya juga sangat kecewa
padanya dan perusahaan miliknya pun juga bangkrut.” Kata Kaira.
“Apa kau
__ADS_1
merindukannya dan ingin kembali padanya?” Tanya Arka.
“Ha? Apa maksudmu?” Tanya Kaira.
“Kamu bisa berbohong
tapi tidak dengan hati dan perasaanmu Kaira.” Kata Arka.
“Dia hanya masa
laluku. Aku ingin melupakan semua masa laluku.” Kata Kaira.
“Lalu apakah
aku adalah masa depanmu?” Tanya Arka. Kaira kebingungan dengan pertanyaan Arka.
Dia hanya terdiam tanpa mengatakan apapun.
“Sepertinya aku
bukanlah masa depanmu. Sudah malam, aku antar kamu pulang ya.” Kata Arka.
Didalam mobil
Kaira terus memikirkan perkataan Arka, dia juga memikirkan mantan suaminya
karena dia amat merindukannya namun ragu untuk mengucapkannya.
“Tolong
Kata Kaira.
“Baik, aku temani kalau begitu.” Kata ARka.
“Tidak usah,
kafe ini kan dekat dengan rumahku. Aku bisa pulang sendiri dan aku juga ingin
sendiri saat ini, aku mohon mas.” Kata Kaira.
“Baik, nanti telfon aku kalau sudah sampai rumah ya.” Kata Arka.
“Iya pasti.” Kata Kaira.
Kaira duduk
termenung di kafe itu sendirian sambil memandangi indahnya bulan di malam itu. Lalu
ada seorang wanita yang datang menghampirinya.
__ADS_1
“Kaira?” Sapa wanita itu.
“Renata? Ah kau juga disini rupanya.” Kata Kaira.
“Boleh aku duduk disini?” Tanya Renata.
“Silahkan.” Kata Kaira.
“Bagimana
kabarmu? Baik-baik saja kan? Ah ya aku dengar bahwa kamu akan segera menikah
ya?” Tanya Renata.
“Baik. Iya aku akan segera menikah.” Kata Kaira.
“Aku turut bahagia mendengarnya.” Kata Renata.
“Terimakasih. Apakah Raffa sudah pulang dari rumah sakit?” Tanya Kaira.
“Belum, mungkin besok lusa. Aku balik dulu ya.” Pamit Renata.
“Tolong jaga dia dengan baik.” Kata Kaira.
“Tolong
lepaskan dia, jangan kasih dia harapan lagi. Dia harus bangkit dari semua masa
lalunya. Namun jika masa lalunya masih belom bisa melepasnya, aku khawatir apa
yang akan terjadi padanya. Dia sedang mencoba untuk bangkit namun terasa sulit
baginya karena dia pikir masa lalunya masih enggan untuk melepasnya.” Kata
Renata.
Kaira kaget dengan perkataan Renata.
“Aku tidak mengerti dengan maksudmu.” Tanya Kaira.
“Pergilah tanpa
membuat orang lain terluka dan jangan buat kakak ku semakin menderita. Melepaskanmu
saat itu merupakan kesalahan fatal dan penyesalan bagi dirinya namun hadirnya dirimu saat ini
membuat hatinya semakin terluka bahkan sulit bagi dirinya untuk bangkit. Aku mohon
jangan temui dia lagi.” Kata Renata.
__ADS_1
Lalu Renata segera pergi meninggalkan kafe itu.