Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 67


__ADS_3

“Sudah bertemu dengan Raffa?” Tanya Arka.


“Sudah. Ayo kita pulang saja mas.” Ajak Kaira.


“Iya, kita makan dulu yuk, aku lapar.” Kata Arka.


“Iya mas. Ditempat biasanya saja ya.” Kata Kaira.


Mereka menuju restoran favorit mereka.


**


Di Jepang.


“Gimana apakah


Raffa sudah menendatangani surat perceraian itu?” Tanya Rasya kepada Angel.


“Sudah mas,


lalu kapan kamu akan menikahiku mas? Kita akan menikah disini atau dimana mas?”


Tanya Angel.


“Disini saja.” Kata Raffa.


“Kapan?” Tanya Angel.


“Secepatnya, minggu depan kita urus ya.” Kata Rasya.


“Iya mas, terimakasih ya.” Kata Angel.


**


Di restoran Arka dan Kaira.


“Aku dengar


bahwa Angel dan Raffa sudah berpisah.” Tanya Arka.


“Iya, Angel pergi


meninggalkan Raffa dan seluruh harta milik Raffa telah diambil oleh Angel. Sekarang


Raffa semakin terpuruk ditambah lagi dengan keluarganya juga sangat kecewa


padanya dan perusahaan miliknya pun juga bangkrut.” Kata Kaira.


“Apa kau

__ADS_1


merindukannya dan ingin kembali padanya?” Tanya Arka.


“Ha? Apa maksudmu?” Tanya Kaira.


“Kamu bisa berbohong


tapi tidak dengan hati dan perasaanmu Kaira.” Kata Arka.


“Dia hanya masa


laluku. Aku ingin melupakan semua masa laluku.” Kata Kaira.


“Lalu apakah


aku adalah masa depanmu?” Tanya Arka. Kaira kebingungan dengan pertanyaan Arka.


Dia hanya terdiam tanpa mengatakan apapun.


“Sepertinya aku


bukanlah masa depanmu. Sudah malam, aku antar kamu pulang ya.” Kata Arka.


Didalam mobil


Kaira terus memikirkan perkataan Arka, dia juga memikirkan mantan suaminya


karena dia amat merindukannya namun ragu untuk mengucapkannya.


“Tolong


Kata Kaira.


“Baik, aku temani kalau begitu.” Kata ARka.


“Tidak usah,


kafe ini kan dekat dengan rumahku. Aku bisa pulang sendiri dan aku juga ingin


sendiri saat ini, aku mohon mas.” Kata Kaira.


“Baik, nanti telfon aku kalau sudah sampai rumah ya.” Kata Arka.


“Iya pasti.” Kata Kaira.


Kaira duduk


termenung di kafe itu sendirian sambil memandangi indahnya bulan di malam itu. Lalu


ada seorang wanita yang datang menghampirinya.

__ADS_1


“Kaira?” Sapa wanita itu.


“Renata? Ah kau juga disini rupanya.” Kata Kaira.


“Boleh aku duduk disini?” Tanya Renata.


“Silahkan.” Kata Kaira.


“Bagimana


kabarmu? Baik-baik saja kan? Ah ya aku dengar bahwa kamu akan segera menikah


ya?” Tanya Renata.


“Baik. Iya aku akan segera menikah.” Kata Kaira.


“Aku turut bahagia mendengarnya.” Kata Renata.


“Terimakasih. Apakah Raffa sudah pulang dari rumah sakit?” Tanya Kaira.


“Belum, mungkin besok lusa. Aku balik dulu ya.” Pamit Renata.


“Tolong jaga dia dengan baik.” Kata Kaira.


“Tolong


lepaskan dia, jangan kasih dia harapan lagi. Dia harus bangkit dari semua masa


lalunya. Namun jika masa lalunya masih belom bisa melepasnya, aku khawatir apa


yang akan terjadi padanya. Dia sedang mencoba untuk bangkit namun terasa sulit


baginya karena dia pikir masa lalunya masih enggan untuk melepasnya.” Kata


Renata.


Kaira kaget dengan perkataan Renata.


“Aku tidak mengerti dengan maksudmu.” Tanya Kaira.


“Pergilah tanpa


membuat orang lain terluka dan jangan buat kakak ku semakin menderita. Melepaskanmu


saat itu merupakan kesalahan fatal dan penyesalan bagi dirinya namun hadirnya dirimu saat ini


membuat hatinya semakin terluka bahkan sulit bagi dirinya untuk bangkit. Aku mohon


jangan temui dia lagi.” Kata Renata.

__ADS_1


Lalu Renata segera pergi meninggalkan kafe itu.


__ADS_2