Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 127


__ADS_3

Kaira sedang dirumah sendiri karena saat Raffa pergi ke rumah sakit dia sedang tidur. Lalu dia menelfon suaminya.


“Hallo sayang kau dimana?” Tanya Kaira.


“Aku sedang di rumah sakit, si Angel pingsan dan sekarang sedang dilakukan operasi.” Kata Raffa.


“Kenapa bisa seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Kaira.


“Nanti saja aku ceritakan semuanya ya. Kau tidurlah dan jangan menungguku pulang karena aku akan menemani


Rasya.” Kata Raffa.


“Baiklah mas, semoga dia baik-baik saja.” Jawab Kaira lalu mematikan ponselnya.


**


Operasi telah selesai


“Operasi telah selesai dan pasien masih belum sadar.” Kata dokter.


“Syukurlah, lalu kondisi istri saya bagaimana?” Tanya Rasya.


“Dia butuh istirahat dank arena benturan yang cukup keras itu jadi ada beberapa kemungkinan buruk namun kami


akan pastikan hal itu tidak akan terjadi.” Kata dokter.

__ADS_1


“Apa dok kemungkinan terburuknya?” Tanya Raffa.


“Dia bisa kehilangan beberapa memori ingatannya, tidak semua hanya beberapa saja, tapi tidak usah khawatir


karena kami juga akan lakukan terapi agar hal buruk tersebut tidak akan terjadi. Untuk sementara saya mohon jangan membuat pasien stress atau berfikir keras yak arena hal itu bisa membuat kondisinya semakin parah.” Pesan dokter.


“Baik dok, terimakasih banyak.” Kata Raffa.


Kemudian Raffa menemani Rasya menungu Angel hingga keesokan paginya.


**


Keesokan paginya masih di rumah sakit.


“Apa kau yakin disini sendiri?” Tanya Raffa.


“Tenang saja, kau pergilah.” Kata Rasya.


“Baiklah, kabari aku ya jika Angel sudah sadar.” Kata Raffa.


Lalu Raffa segera kembali pulang sedangkan Rasya masih menunggu istrinya namun belum juga sadar.


Beberapa jam kemudian, Angel sadar. Lalu dokter segera mengeceknya.


“Keadaan pasien sudah lebih baik, tolong dijaga dengan baik ya pak dan satu pesan saya tolong jangan buat dia

__ADS_1


stress dan berfikir keras yak arena itu tidak baik bagi kesehatan pasien.” Pesan dokter.


“Baik dok, apa saya boleh mengobrol dengan pasien?” Tanya Rasya.


“Boleh silahkan.” Kata dokter.


Kemudian Rasya menghampiri Angel yang masih sangat lemas.


“Kenapa kau lakukan itu padaku?” Tanya Angel. Rasya pun takut dengan pertanyaan Angel dan sejenak terdiam.


“Kenapa kau diam saja? Kenapa tidak sekalian saja kau bunuh aku ha?” Kata Angel.


“Jangan salah paham, aku tidak sengaja mendorongmu. Kata dokter kau harus banyak istirahat dan tidak berfikir


yang macam-macam karena akan memperlambat kesembuhanmu.” Kata Rasya.


“Pergi kau dari sini, aku muak melihatmu.” Kata Angel lalu dia memejamkan matanya untuk tidur.


Akhirnya Rasya hanya bisa menjaganya di sofa samping ranjang Angel.


“Bagaimana ini, Angel sangat membenciku dan benar-benar muak melihatku. Aku bodoh sekali aku benar-benar melakukan kesalahan yang membuat istriku muak dan membenciku. Tapi aku juga tidak ingin berpisah darinya. Ya Tuhan tolonglah diriku aku tidak sanggup lagi untuk hidup rasanya, semua hartaku sudah tiada, keluargaku juga pasti akan sulit  menerimaku lalu sekarang istriku membenciku. Apa aku harus bawa Kenzo kesini saja ya, lebih baik aku telfon Raffa agar membawa kenzo kesini siapa tau dengan melihatku dan Kenzo si Angel mau


memaafkan aku lagi.” Kata Rasya dalam hati.


Kemudian Rasya mengirim pesan teks untuk Raffa agar membawa anaknya ke rumah sakit, dan Raffa pun menyanggupinya.

__ADS_1


__ADS_2