Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 41


__ADS_3


“Maaf


ya nunggu lama, oh ya kenalkan ini suamiku namanya Andika.” Kata Alika. Saat


itu juga hati Kaira benar-benar hancur ketika mendengar ucapan Alika, dia ingin


menangis namun dia berusaha tegar dan menahannya.


“Aku Kaira. Salam kenal ya.” Jawab Kaira sambil memalingkan pandangannya dari Dika.


“Aku


Andika.” Jawab Dika. Dika sangat kaku didepan Kaira, dia takut, grogi campur


aduk karena dia tau telah mengecewakan dan menghianati Kaira.


Tiba-tiba Rasya muncul didepan mereka.


“Jadi


kamu disini Ra, gue cari dikamar loe nggak ada. Gimana kata dokternya tadi?


Hasilnya gimana?” Tanya Rasya kepada Kaira sambil memegang pundak Kaira.


“Aku


gpp kok sayang, cuma disuruh banyak istirahat aja sama dokternya. Oh ya Alika


Dika kenalkan ini suamiku namanya Rasya, dia pemilik hotel ini.” Kata Kaira.


Rasya sangat kaget mendengar ucapan dan tingkah Kaira.


“Aku Rasya suaminya Kaira.” Kata Rasya.


Dalam hati Dika, “Jadi Kaira uda nikah,


ternyata dia juga menghianati dan mengecewakan gue. Dia nikah sama orang kaya


lagi. Gue nggak nyangka kita bakal berakhir seperti ini.”


“Oh ya kita makan siang bersama saja kalau begitu. Gimana sayang?” Tanya Rasya.


“Aku


uda kenyang, tadi abis makan soalnya. Kita balik ke kamar aja yuk sayang. Oh ya


Alika dan Dika kita balik duluan ya.” Kata Kaira.


“Iya. Bajunya gimana jadi tidak?” Tanya Alika.


“Oh


ngga usah deh. Nanti aku bisa minta tolong pegawai hotel untuk mengantarkan baju

__ADS_1


untukku.” Jawab Kaira.


Lalu


Kaira segera pergi meninggalkan Alika dan Dika. Dia terdiam tanpa berkata


apapun kepada Rasya. Rasya pun juga heran dengan sikap aneh Kaira sehingga dia


memilih untuk diam dan akan menanyakannya ketika Kaira sudah agak tenang.


**


Dikamar vvip


Tiba-tiba


Kaira menangis histeris di sofa dalam kamar hotel lalu Rasya menghampirinya dan


memeluknya dengan erat.


“Loe


kenapa sih? Ada apa? Cerita aja sama gue, gue bisa bantu apa buat loe? Uda dong


jangan nangis ya, cup cup cup.” Hibur Rasya. Tiba-tiba Kaira memeluk Rasya sambil menangis.


“Maafin gue. Gue gue gue......” Kata Kaira dengan nangis tersedu-sedu.


“Gpp kok. Loe tenang dulu atur nafasnya. Gue ambilin


“Gue nggak sengaja ngelakuin itu.” Jawab Kaira.


“Hahaha nggak sengaja meluk maksudmu?” Goda Rasya.


“Loe tau nggak cowok tadi siapa?” Tanya Kaira


“Siapa emang? Temen loe?” Tanya balik Rasya.


“Cowok


tadi pacarku. Dia nggak tau saat gue nikah dan gue juga nggak tau kalo


tiba-tiba uda nikah dan mereka tinggal satu komplek dengan perumahanku.


Bener-bener brengsek banget dia, kenapa dia nggak ngomong coba sama gue dan dia


juga lama nggak hubungin gue.” Kata Kaira.


“Loe yang mulai menghianati dengan loe nikah sama orang lain, jadi jangan saling


menyalahkan dan menganggap diri loe paling benar. Kalo emang sekarang dia uda


nikah yauda lupain aja fokus aja sama diri loe sendiri. Dia aja nggak ngurusin


loe jadi loe harus segera lupain dia.” Kata Rasya.

__ADS_1


“Loe bener juga sih. Gue mesti lupain dia buat selamanya lagipula ortu gue juga


nggak setuju kalo gue sama si Dika.” Jawab Kaira.


“Yauda sekarang kita fokus aja sama kita berdua ya.” Kata Rasya.


“Heeeh kita ini hanya sebatas kakak dan adik ipar nggak lebih dari itu kali.” Jawab


Kaira dengan ketusnya.


“Jelas


kita lebih dari itu lah. Kita sudah saling pelukan, ciuman bahkan kita


saling curhat juga saling mengenal dan mengerti satu sama lain. Gue tau kalo


loe juga pengen balas dendam kan sama si Raffa karena dia uda kasar sama loe.


Iya kan?” Tanya Rasya.


“Tapi gue hanya anggap loe sebagai adik ipar gue, nggak lebih dari itu.” Jelas Kaira.


“Gue cinta sama loe Kaira.” Kata Rasya.


“Cinta? Gue uda punya suami, suami gue itu kakak kandung loe sendiri.” Jawab Kaira.


“Terus kenapa loe tadi tiba-tiba meluk gue terus kenapa juga loe nerima dan pasrah aja kalo gue


peluk dan cium loe. Jangan permainkan perasaan gue dan jangan bikin gue bingung


dong.” Jelas Rasya.


“Ok ok ok gue, ok jujur gue emang nyaman sama loe karena loe baik, perhatian dan


selalu bantu gue bahkan ngelindungi gue, tapi gue nggak ada rasa sama loe.”


Jelas kaira.


“Loe bisa aja ngomong kayak gitu, tapi tolong jangan bohongin perasaan loe jangan


bodohi hati loe Ra. Gue tau loe ada rasa yang sama kayak gue tapi loe nggak mau


ngungkapin hal itu kan?” tanya Rasya.


“Gue ngelakuin ini karena gue pengen mencari perlindungan dan menghindar dari


kasarnya Raffa dan gue beruntung ketemu sama loe tapi loe bilang kalau suka


cinta sama gue. Kita nggak mungkin untuk bersama dan tidak akan bisa Rasya. Gue


mau pulang sekarang juga” Jelas Kaira. Lalu Kaira menuju pintu keluar namun


pintunya terkunci dan keycard nya ada ditangan Rasya.


“Bukain pintunya karena gue harus pulang. Gue istri orang dan nggak seharusnya gue

__ADS_1


dikamar hotel sama cowok lain.” Pinta Kaira.


__ADS_2