
“Maaf
ya nunggu lama, oh ya kenalkan ini suamiku namanya Andika.” Kata Alika. Saat
itu juga hati Kaira benar-benar hancur ketika mendengar ucapan Alika, dia ingin
menangis namun dia berusaha tegar dan menahannya.
“Aku Kaira. Salam kenal ya.” Jawab Kaira sambil memalingkan pandangannya dari Dika.
“Aku
Andika.” Jawab Dika. Dika sangat kaku didepan Kaira, dia takut, grogi campur
aduk karena dia tau telah mengecewakan dan menghianati Kaira.
Tiba-tiba Rasya muncul didepan mereka.
“Jadi
kamu disini Ra, gue cari dikamar loe nggak ada. Gimana kata dokternya tadi?
Hasilnya gimana?” Tanya Rasya kepada Kaira sambil memegang pundak Kaira.
“Aku
gpp kok sayang, cuma disuruh banyak istirahat aja sama dokternya. Oh ya Alika
Dika kenalkan ini suamiku namanya Rasya, dia pemilik hotel ini.” Kata Kaira.
Rasya sangat kaget mendengar ucapan dan tingkah Kaira.
“Aku Rasya suaminya Kaira.” Kata Rasya.
Dalam hati Dika, “Jadi Kaira uda nikah,
ternyata dia juga menghianati dan mengecewakan gue. Dia nikah sama orang kaya
lagi. Gue nggak nyangka kita bakal berakhir seperti ini.”
“Oh ya kita makan siang bersama saja kalau begitu. Gimana sayang?” Tanya Rasya.
“Aku
uda kenyang, tadi abis makan soalnya. Kita balik ke kamar aja yuk sayang. Oh ya
Alika dan Dika kita balik duluan ya.” Kata Kaira.
“Iya. Bajunya gimana jadi tidak?” Tanya Alika.
“Oh
ngga usah deh. Nanti aku bisa minta tolong pegawai hotel untuk mengantarkan baju
__ADS_1
untukku.” Jawab Kaira.
Lalu
Kaira segera pergi meninggalkan Alika dan Dika. Dia terdiam tanpa berkata
apapun kepada Rasya. Rasya pun juga heran dengan sikap aneh Kaira sehingga dia
memilih untuk diam dan akan menanyakannya ketika Kaira sudah agak tenang.
**
Dikamar vvip
Tiba-tiba
Kaira menangis histeris di sofa dalam kamar hotel lalu Rasya menghampirinya dan
memeluknya dengan erat.
“Loe
kenapa sih? Ada apa? Cerita aja sama gue, gue bisa bantu apa buat loe? Uda dong
jangan nangis ya, cup cup cup.” Hibur Rasya. Tiba-tiba Kaira memeluk Rasya sambil menangis.
“Maafin gue. Gue gue gue......” Kata Kaira dengan nangis tersedu-sedu.
“Gpp kok. Loe tenang dulu atur nafasnya. Gue ambilin
“Gue nggak sengaja ngelakuin itu.” Jawab Kaira.
“Hahaha nggak sengaja meluk maksudmu?” Goda Rasya.
“Loe tau nggak cowok tadi siapa?” Tanya Kaira
“Siapa emang? Temen loe?” Tanya balik Rasya.
“Cowok
tadi pacarku. Dia nggak tau saat gue nikah dan gue juga nggak tau kalo
tiba-tiba uda nikah dan mereka tinggal satu komplek dengan perumahanku.
Bener-bener brengsek banget dia, kenapa dia nggak ngomong coba sama gue dan dia
juga lama nggak hubungin gue.” Kata Kaira.
“Loe yang mulai menghianati dengan loe nikah sama orang lain, jadi jangan saling
menyalahkan dan menganggap diri loe paling benar. Kalo emang sekarang dia uda
nikah yauda lupain aja fokus aja sama diri loe sendiri. Dia aja nggak ngurusin
loe jadi loe harus segera lupain dia.” Kata Rasya.
__ADS_1
“Loe bener juga sih. Gue mesti lupain dia buat selamanya lagipula ortu gue juga
nggak setuju kalo gue sama si Dika.” Jawab Kaira.
“Yauda sekarang kita fokus aja sama kita berdua ya.” Kata Rasya.
“Heeeh kita ini hanya sebatas kakak dan adik ipar nggak lebih dari itu kali.” Jawab
Kaira dengan ketusnya.
“Jelas
kita lebih dari itu lah. Kita sudah saling pelukan, ciuman bahkan kita
saling curhat juga saling mengenal dan mengerti satu sama lain. Gue tau kalo
loe juga pengen balas dendam kan sama si Raffa karena dia uda kasar sama loe.
Iya kan?” Tanya Rasya.
“Tapi gue hanya anggap loe sebagai adik ipar gue, nggak lebih dari itu.” Jelas Kaira.
“Gue cinta sama loe Kaira.” Kata Rasya.
“Cinta? Gue uda punya suami, suami gue itu kakak kandung loe sendiri.” Jawab Kaira.
“Terus kenapa loe tadi tiba-tiba meluk gue terus kenapa juga loe nerima dan pasrah aja kalo gue
peluk dan cium loe. Jangan permainkan perasaan gue dan jangan bikin gue bingung
dong.” Jelas Rasya.
“Ok ok ok gue, ok jujur gue emang nyaman sama loe karena loe baik, perhatian dan
selalu bantu gue bahkan ngelindungi gue, tapi gue nggak ada rasa sama loe.”
Jelas kaira.
“Loe bisa aja ngomong kayak gitu, tapi tolong jangan bohongin perasaan loe jangan
bodohi hati loe Ra. Gue tau loe ada rasa yang sama kayak gue tapi loe nggak mau
ngungkapin hal itu kan?” tanya Rasya.
“Gue ngelakuin ini karena gue pengen mencari perlindungan dan menghindar dari
kasarnya Raffa dan gue beruntung ketemu sama loe tapi loe bilang kalau suka
cinta sama gue. Kita nggak mungkin untuk bersama dan tidak akan bisa Rasya. Gue
mau pulang sekarang juga” Jelas Kaira. Lalu Kaira menuju pintu keluar namun
pintunya terkunci dan keycard nya ada ditangan Rasya.
“Bukain pintunya karena gue harus pulang. Gue istri orang dan nggak seharusnya gue
__ADS_1
dikamar hotel sama cowok lain.” Pinta Kaira.