
Feya menghampiri
Viona yang sedang terbaring di rumah sakit. Disana juga terlihat Raffa,
Arabella, Kaira dan Kei.
“Jadi Viona
membohongiku? Mami baik-baik saja. Aku harus berpura-pura merasa bersedih atas
kejadian yang menimpa Viona.” Kata Feya dalam hati.
“Bunda Bunda,
apa yang terjadi padanya pa?” Tanya Feya.
“Bunda kamu
terjatuh dari rooftop di kantornya.” Kata Raffa.
“Bagaimana bisa
itu terjadi pada bunda pa?” Tanya Feya sambil menangis.
“Papi juga tidak
tau apa yang terjadi padanya, saat itu papi sedang ada meeting di luar kota dan
lagipula sudah malam jadi tidak ada yang melihat.” Kata Raffa.
“Apakah papi
mengecek cctv?” Tanya Arabella.
“Tidak ada
rekaman cctv, cctv nya rusak di bagian rooftop, sepertinya ada yang
menghapusnya. Aku harus mencari tau apa yang terjadi padanya.” Kata Raffa.
“Papi tenang ya,
yang penting sekarang bunda baik-baik saja.” Kata Feya.
“Dia sangat
kritis, papi khawatir bundamu tidak akan selamat.” Kata Raffa.
“Bagus, lebih
baik dia mati saja sekalian.” Kata Feya dalam hati.
“Bunda harus
sembuh, aku yakin dia akan baik-baik saja kok pa.” Kata Feya.
“Doakan yang
terbaik untuknya.” Kata Raffa.
“Bukankah kamu
sedang dirawat dirumah sakit? Tadi mami menghampirimu tapi dikamarmu kosong.
__ADS_1
Kamu pergi kemana? Apakah bunda pergi menghampiri dan menjemputmu?” Tanya Kaira
kepada Feya.
“Aku sore tadi
sudah keluar dari rumah sakit dan aku pulang sendiri, bunda tidak menjemputku.
Saat aku perjalanan menuju rumah tiba-tiba kak Arabella menelfonku.” Kata Feya.
“Perjalanan
menuju rumah? Tapi kok lama sekali? Apakah kamu mampir ke suatu tempat? Apa
benar bunda tidak menjemputmu? Setauku bunda menjemputmu dirumah sakit.” Kata
Arabella merasa ada yang janggal.
“Ini Jakarta kak
wajar saja jika terjebak macet, lagipula bunda tidak menemuiku.” Kata Feya.
“Apakah bunda
menelfonmu?” Tanya Arabella.
“Tidak, lihat
saja riwayat panggilanku tidak ada nomor bunda.” Kata Feya.
“Kamu menelfon
mami?” Tanya Kaira.
merindukan mami. Kenapa mami tidak menerima panggilanku?” Tanya Feya.
“Ponsel mami
sedang off.” Kata Kaira.
“Apa benar bunda
dan kamu tidak saling bertemu?” Tanya Arabella curiga.
“Kakak
mencurigaiku? Aku dan bunda tidak bertemu. Kalau tidak percaya tanyakan saja
pada perawat, aku pulang sendiri dari rumah sakit.” Kata Feya.
“Aku merasa ada
yang aneh pa dengan kecelakaan yang menimpa bunda.” Kata Arabella.
“Sudah jangan
saling menyalahkan, kita akan tau setelah bundamu sadar.” Kata Raffa.
“Gawat, kak
Arabella mencurigaiku. Aku harus bagaimana ini.” Tanya Feya dalam hati.
“Bunda, aku
__ADS_1
mohon cepatlah sadar dan cepatlah bangun. Aku tidak mau bunda seperti ini.”
Kata Feya.
**
Feya menelfon
Jerry.
“Hallo kak, kamu
dimana?” Tanya Feya.
“Aku di
apartemen, ada apa? Apakah Viona sudah sadar?” Tanya Jerry.
“Belum kak, tapi
aku takut saat dia sadar dia akan melaporkanku ke polisi,, bagaimana ini kak?”
Tanya Feya.
“Jangan
khawatir, kita harus pastikan bahwa dia tidak mengatakan apapun. Lagipula dia tidak
bisa menuntutmu karena dia tidak memiliki bukti. Aku sudah menyingkirkan
buktinya yaitu rekaman cctv, aku juga sudah menghilangkan sidik jari yang
melekat di badan dan baju milik Viona jadi kamu akan aman.” Kata Jerry.
“Benarkah?
Bagaimana cara kak Jerry menghilangkan sidik jariku?” Tanya Feya.
“Kamu tidak
perlu tau.” Kata Jerry.
“Terima kasih
banyak kak, kenapa kak Jerry menolongku? Kenapa kak Jerry melakukan hal ini
padaku? Aku sangat berterima kasih banyak pada kakak.” Kata Feya.
“Karena aku
menyukaimu sejak lama, aku merasa bersalah denganmu.” Kata Jerry.
“Apa? Kakak menyukaiku?
Lalu bagaimana dengan kak Arabella?” Tanya Feya.
“Dia hanya
memanfaatkanku saja, aku tau dia mencintaiku tapi aku kecewa dengannya. Jangan
sampai siapapun tau tentang masalah ini.” Kata Jerry.
“Baik kak,
__ADS_1
setelah semua ini beres aku akan menemui kakak.” Kata Feya.