Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 26


__ADS_3

Kasih asyik memainkan ponselnya sedangkan Rey tampak kebingungan untuk memulai percakapan. Kemudian Rey menggenggam tangan istrinya namun Kasih menolaknya.


“Kalau sedang mengemudi itu fokus.” Kata Kasih.


“Aku akan lebih fokus kalau mengemudi sambil menggenggam tanganmu sayang.” Kata Rey.


“Justru itu berbahaya.” Jawab Kasih.


“Kamu marah ya sayang?” Tanya Rey.


“Aku tidak ingin berdebat denganmu mas.” Jawab Kasih.


“Aku tidak tau salahku apa tapi tolong jangan seperti ini kepadaku ya, aku sangat tersiksa sayang.” Kata Rey.


“Pikirkan baik-baik apa kesalahanmu, aku turun dulu.” Kata Kasih langsung turun dari mobil namun Rey menarik tangan istrinya sehingga Kasih masuk lagi kedalam mobil.


“Ada apa sih mas? Aku bisa terlambat nanti.” Gerutu Kasih.


“Kamu kok tidak pamit sih ke suamimu?” Kata Rey.


“Hmmmmm, aku berangkat dulu.” Kata Kasih sambil mencium tangan suaminya namun memang dasar tangan Rey yang jail, dia pun justru tidak mau melepaskan tangan istrinya.


“Mas lepaskan tanganku.” Gerutu Kasih.


Aku tidak mau.” Goda Rey.


“Mas please, aku bisa terlambat.” Kata Kasih.


“Aku akan melepaskanmu kalau kamu mau menuruti keinginanku.” Goda Rey.

__ADS_1


“Apa lagi sih mas? Jangan cari gara-gara deh mas apalagi masih pagi.” Kata Kasih.


“Kalau kamu tidak mau berarti aku juga tidak akan mau melepaskanmu.” Kata Rey.


“Aku harus melakukan apa kalau begitu?” Tanya Kasih.


“Kemarilah sayang.” Kata Rey lalu memeluk istrinya. Tangan Rey mulai nakal, dia meraba-raba tubuh istrinya, tangannya masuk kedalam baju istrinya dan mengelus perut dan dada istrinya.


“Ah mas please ini kita sedang berada di parkiran loh, nanti bagaimana kalau ada yang melihat kita mas.” Kata Kasih.


“Tidak ada, ayolah sebentar saja sayang.” Kata Rey.


Tiba-tiba ponselnya Kasih berdering.


“Tunggu mas ada panggilan masuk.” Kata Kasih.


“Siapa sih mengganggu saja.” Gerutu Rey.


“Cepat angkat siapa tau itu penting.” Kata Rey.


“Assalamualaikum ma.” Kata Kasih.


“Walaikumsalam Kasih, sayang kamu dimana sekarang?” Tanya Kartika.


“Kebetulan Kasih sedang di tempat parkir rumah sakit ma, ada apa ma?” Tanya Kasih.


“Nanti malam kamu ke rumah mama ya, bantuin mama ya. Nanti malam dirumah ada arisan teman-teman mama.” Kata Kartika.


“Oh iya ma pasti Kasih bantuin kok ma, kalau begitu Kasih ke rumah mama sore saja ya ma, mama mau nitip sesuatu tidak?” Tanya Kasih.

__ADS_1


“Iya boleh, nanti titipannya mama kirim melalui pesan teks saja ya.” Kata Kartika.


“Iya boleh ma.” Jawab Kasih.


“Terima kasih banyak ya sayang.” Kata Kartika.


“Iya sama-sama ma.” Kata Kasih.


“Ada apa sama mama? Mama kenapa?” Tanya Rey.


“Nanti dirumah mama ada arisan dan kita disuruh datang, tapi nanti kita harus datang sore mas karena mama butuh bantuanku.” Kata Kasih.


“Oh baiklah, ayo kita lanjut lagi.” Kata Rey.


“Tidak bisa mas, aku sudah terlambat ini. Aku pergi dulu mas, assalamualaikum mas.” Kata Kasih.


“Walaikumsalam.” Jawab Rey.


“Hmmmm gagal lagi deh.” Gerutu Rey.


Kemudian Rey segera melanjutkan perjalanan ke kantornya. Namun saat dijalan tiba-tiba Aura menelfonnya.


“Hallo iya ada apa?” Tanya Rey.


“Kamu dimana ini? Sibuk ya?” Tanya Aura.


“Aku dijalan menuju kantor, ada apa?” Tanya Rey.


“Kalau begitu nanti saja kalau kamu sudah sampai di kantor, hati-hati dijalan ya Rey.” Kata Aura.

__ADS_1


“Ok terima kasih ya.” Jawab Rey lalu menutup panggilan tersebut.


“Ada apa ya kira-kira? Aura mau bicara apa lagi? Apakah dia merasa tidak enak dengan Kasih gara-gara tadi pagi Aura ke rumah bahkan ikut sarapan? Apa jangan-jangan gara-gara itu Kasih jadi cuek denganku, pantas saja Kasih tidak suka tetanggaan dengan si Aura, pasti dia masih takut, hmmmm aku harus memberi pengertian kepada Kasih bahwa aku dan Aura sama sekali sudah berakhir dan tidak ada hubungan apapun, lagipula Aura juga sudah menikah.” Kata Rey dalam hati.


__ADS_2