
Malam itu Feya pergi berkencan dengan Jerry.
“Hai sayang.” Kata Jerry.
“Astaga, aku kaget sekali kak.” Kata Feya.
“Menunggu lama ya? Maafkan aku ya.” Kata Jerry.
“tidak kok kak, duduklah aku sudah memesan makanan kesukaan kak Jerry.” Kata
Feya.
“Pesan apa memangnya?” Tanya Jerry.
“Red velvet cake taraaa.” Kata Feya.
“Wah kue nya cantik sekali sepertimu.” Kata Jerry.
“Aku akan menyuapi kak Jerry ya.” Kata Feya.
Saat Feya menyuapi makanan ke mulut Jerry, tiba-tiba Arabella datang dan menampar
Jerry dengan sangat kencang.
Plak plak plak
“Apa yang kamu lakukan dengan adikku?” Tanya Arabella.
“Sayang, kamu salah paham. Aku dan dia tidak sengaja bertemu lalu kita
hanya berbicara sebentar.” Jelas Jerry.
“Kamu kira aku percaya denganmu? Aku benar-benar sangat kecewa denganmu,
aku tidak menyangka kamu menggoda adikku. Sudah berapa lama kalian bermain di
belakangku?” Tanya Arabella.
“Sayang kamu salah paham, aku tidak ada hubungan apapun dengan adikmu,
benarkan Feya?” Kata Jerry, namun Feya hanya diam saja tidak mengatakan apapun.
“Feya jawab dong, bantu jelaskan masalah ini.” Kata Jerry.
“Aku sangat muak melihatmu, aku benar-benar kecewa denganmu. Kita putus
hari ini juga.” Kata Arabella.
“Kami sudah bersama selama satu tahun.” Kata Feya tiba-tiba.
“Apa yang kamu katakan?” Tanya Jerry.
__ADS_1
“Aku dengan ikhlas memberikan dia untukmu, silahkan nikmati lelaki bekasku.”
Kata Arabella lalu dia pergi. Jerry mengejarnya namun Feya menahannya.
“Jangan pergi kak, biarkan saja. Lagipula kak Arabella sudah memutuskanmu
dan kalian sudah putus.” Kata Arabella.
“Maafkan aku, aku mau menemuinya dan menjelaskan semuanya.” Kata Jerry.
“Lalu kak Jerry anggap apa aku? Aku mohon jangan pergi.” Kata Feya dengan
ekspresi sedih.
“Baiklah aku tidak akan menemuinya, aku tetap bersamamu.” Kata Jerry.
“Terima kasih sayang.” Kata Feya sambil memeluk Jerry.
Arabella tiba dirumah, dia sangat marah lalu melampiaskannya kepada Kaira
dan Raffa yang sedang berada di ruang tamu.
“Kebetulan mami dan papi disini.” Kata Arabella.
“Ada apa memangnya sayang?” Tanya Kaira.
“Duduklah kalau mau berbicara.” Kata Raffa.
“Anak kesayangan mami dan papi merebut pacarku. Bagaimana mungkin dia tega
“Maksud kamu apa sih?” Tanya Kaira.
“Feya merebut Jerry dariku, mereka menjalin hubungan dibelakangku dan
hubungan mereka sudah berjalan satu tahun. Apakah kalian juga mengetahuinya?”
Tanya Arabella.
“Apa?” Tanya Kaira dengan kaget.
“Tidak mungkin, pasti ada kesalahpahaman.” Kata Raffa.
“Feya tidak mungkin melakukan hal itu, pasti Jerry yang menggodanya.” Kata Kaira.
“Kami saling mencintai.” Kata Feya tiba-tiba sambil menggandeng tangan
Jerry.
“Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menjalin hubungan dengan pacar kakakmu?”
Tanya Raffa dengan kesal.
__ADS_1
“Apakah aku tidak boleh menyukai seseorang? Apakah menyukai seseorang
adalah sebuah kesalahan?” Tanya Feya.
“Aku tidak percaya kamu membuat kedua putriku menjadi seperti ini.” Kata Raffa
sambil memukul Jerry.
“Papi cukup, apa yang papi lakukan padanya, aku menyukainya dan kami saling
mencintai. Lagipula kak Arabella sudah memutuskan hubungannya dengan kak Jerry
jadi tidak ada kesalahpahaman lagi dan semuanya akan berjalan dengan baik-baik
saja.” Kata Feya.
“Baik-baik saja katamu? Kenapa kamu merebutnya dari kakakmu?” Tanya Raffa.
“Aku tidak merebutnya tapi kami memang sudah ditakdirkan untuk bersama.” Kata
Feya.
“Takdir kamu bilang? Rasakan ini.” Kata Arabella sambil melampiaskan
amarahnya kepada Jerry dengan menampar pipi Jerry.
“Cukup kak, kakak tidak berhak melakukan itu padanya, aku tidak akan
membiarkan kakak bersikap kasar padanya, kakak sudah tidak ada hubungan apapun lagi
dengan kak Jerry.” Kata Feya.
“Diam kamu, kamu juga bersalah.” Kata Kaira.
“Pergi dari rumah ini.” Kata Raffa mengusir Jerry.
“Pulanglah kak, besok aku akan menemui kakak. Maafkan keluargaku yang telah
melukaimu.” Kata Feya.
“Sampai kapanpun papi tidak akan merestui hubunganmu dengan laki-laki
kurang ajar seperti dia.” Kata Raffa.
Lalu Jerry kembali pulang.
__ADS_1
Info :
Jangan lupa mampir ke novel terbaruku ya judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun". Terima kasih.